Event‎ > ‎RDK on Activity‎ > ‎

RDK FM Selenggarakan Talkshow Bareng Gitasav dan Riris

diposting pada tanggal 24 Sep 2017 11.52 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui24 Sep 2017 11.53 ]
Talkshow bersama Gita Savitri Devi dan Riris Setio Rini

Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) Menyelenggarakan acara talkshow bersama Gita Savitri Devi Atau akrab disapa Gitasav yang dikenal sebagai Youtuber sekaligus selebgram yang lama tinggal di Jerman. Gitasav berhasil memanfaatkan media sosial dengan membagikan postingan video-video kehidupannya selama di Jerman lewat Youtube dengan konten seru dan informatif yang berhasil membuat banyak orang terinspirasi.  Gitasav menerbitkan buku perdana, berjudul 'Rentang Kisah' terbitan Gagas Media. Selain mengundang Gitasav, RDK FM pun mengundang Riris Setio Rini, seorang mualaf yang dulu beragama Katolik dan berhijrah menjadi muslimah sejati, yang juga merilis buku berjudul “Story Of My Hijrah”. Acara yang diperuntukan untuk umum dan bekerjasama dengan Gagas Media “goes to campus” diadakan pada Jumat (22/9) lalu di Aula Madya lantai satu UIN Jakarta.

Author buku ‘Rentang kisah Gita Savitri Devi menjelaskan, isi buku tersebut berisi pengalaman hidupnya yang berawal dari berani memutuskan dan melanjutkan kuliah di Jerman. Menurutnya, ini menjadi keputusan yang tidak mudah. Semua proses dirasakan Gitasav selama kurang lebih tujuh tahun, melewati berbagai proses yang amat sulit ditambah berkuliah di luar negeri membutuhkan biaya hidup yang lumayan tinggi.

Youtuber sekaligus selebgram satu ini berhasil manfaatkan media sosial untuk membayar tagihan apartemen dan kebutuhan hidupnya, yang memang tinggal jauh dari orang tua dengan biaya pas-pasan. Oleh sebab itu Gitasav merasa terpanggil untuk mencari berbagai cara untuk survive di negeri orang dengan mencari penghasilan tambahan dengan bekerja. Dengan semua proses yang sulit dan menjadi minoritas muslim di negeri Jerman, ternyata mengubah hidup Gitasav menjadi lebih mengenal diri sendiri, mengenal agama, dan memahami tujuan hidup di dunia untuk apa.

Dalam bukunya, Gitasav juga menuliskan quote yaitu "The key to live a happy life is to always be grateful and don't forget the magic word: ikhlas, ikhlas, ikhlas." kunci untuk menjalani hidup bahagia dengan lebih mensyukuri semua hal yang sudah diberikan tuhan, terutama untuk Gitasav yang merasakan hal tersebut saat di Jerman untuk selalu bersyukur dengan keadaan yang dihadapi.

Selain Gitasav, mualaf yang dulu beragama Katolik dan sudah berhijab syar’i, Riris Setio Rini juga membedah bukunya yang berisi pengalaman hijrah seorang Riris Setio Rini. Dimulai dari memimpikan Rasulullah di dalam komanya yang terkena penyakit deman berdarah (DBD) yang mengajaknya untuk berubah hingga akhirnya ia memperdalam Agama Islam. Begitu menyentuh dan menginspirasi banyak orang utuk memperbaiki diri. Riris menjelaskan lebih dalam tentang pengalaman hidupnya yang ditulis dalam buku,

Belakangan ini, busana syar’i memang banyak digunakan kaum muslimah. Meski masih banyak yang beranggapan bahwa busana syar’i identik dengan ibu-ibu dan terkesan kuno, tidak sedikit juga muslimah muda yang mengenakannya. Riris adalah salah satunya. Riris mulai menggunakan hijab syar’i saat ia masih duduk di bangku kuliah. Awalnya, ia belum memahami benar tentang hukum berhijab syar’i. Namun, sepulangnya dari ibadah umroh, ia memiliki keinginan yang kuat untuk berhijab syar’i. Memang begitu banyak cobaan saat Riris memutuskan untuk mengenakan hijab syar’i dan ia pun sempat labil karenanya. Namun, akhirnya ia memutuskan, sami’na wa ato’na, ia memakai hijab ini karena perintah Allah dan rasul-Nya.

Begitulah pengalaman Riris saat mulai mengubah dirinya dengan mengenakan busana syar’i. Namun, Riris sudah meniatkan segalanya dari awal karena Allah. Menurut Riris, tidak masalah jika ia terlihat tua dan jelek di hadapan manusia, yang penting ia tetap terlihat cantik di hadapan Allah karena hijrahnya. Memang, perjalanan seorang yang berhijrah tidaklah mudah dan ‘enak’. Namun, yakinlah Allah akan membantu. Semua akan mudah bagi Allah. Terbukti, sekarang semua keluarga besar mendukung riris.

(Shari Ayu)

Comments