Event‎ > ‎RDK With Partner‎ > ‎

Dahnil Anzar: Menangkal Potensi Radikalisme Itu Penting

diposting pada tanggal 12 Mei 2016 18.21 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Tangerang Selatan, Rabu (11/5), 3 tokoh dari berbagai gerakan dakwah di Indonesia hadir menjadi pembicara dalam acara Dialog Tokoh Damai Kampusku bertema Memutus  Mata Rantai Radikalisme Agama Menuju Kampus Madani, yang selenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) UIN Jakarta di Masjid Al Jami’ah Student Centre UIN. Para tokoh tersebut adalah Dahnil Anzar Simanjuntak yang merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus Presiden Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network.  Choirul Ansori, M.Pd.I anggota Pengurus Pusat LD PB Nahdatul Ulama sekaligus pembina Yayasan  Syahamah (Syabab Ahlus Sunnah wal Jama’ah) dan H. Igo Ilham, M.Si mantan anggota DPRD DKI Jakarta 2004- 2014.


Dalam statementnya, Dahnil mengatakan kegiatan diskusi ini bagus untuk menangkal pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan Islam, “menangkal potensi radikalisme itu penting, tapi jangan terjebak pada usaha stigmasisasi bahwa Islam adalah kelompok radikal dan mengajarkan terorisme. Hal inilah yang harus dilawan oleh teman-teman LDK dengan kegiatan diskusi terbuka seperti ini.” Ia juga mengatakan semua model pemikiran Islam boleh dibaca tapi sebagai mahasiswa harus mampu menyaringnya yang dikenal dengan mahkama nalar. “Jangan membatasi diri dengan satu bacaan saja,” lanjutnya.Acara yang dihadiri puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di Jakarta dan Tangerang Selatan ini, memberi pengaruh positif dalam membuka wawasan peserta tentang Islam.

“Selain pemaparan tentang radikalisme agama, pemaparan dari para pembicara dialog tokoh ini memberi inspirasi bagaimana kita bisa membangun interaksi dengan berbagai gerakan dakwah yang ada agar bisa bermanfaat untuk umat.” Jelas Nabil, salah satu peserta dari Fakultas Farmasi UHAMKA.


Sementara Miko Heratnomo, Panitia acara Dialog Tokoh ini memaparkan bahwa panitia sengaja menghadirkan tiga tokoh dari gerakan dakwah tersebut karena umat Islam Indonesia sudah melihat bagaimana sepak terjang mereka dalam membangun Indonesia.“Radikalisme saat ini sedang dirosot oleh media-media, bagaimana mereka mengucilkan Islam. Sehingga, kami rasa perlu untuk  mengangkat tema tersebut untuk menangkalnya,” jelasnya.

Ia berharap dengan diselenggarakannya acara ini mampu membuat mahasiswa lebih terbuka  wawasannya  mengenai  radikalisme  ini  serta  civitas  akademika  mampu    mengklarifikasi pandangan-pandangan yang sekiranya bisa lebih mengarahkan kepada konsep kedamaian dan toleransi dalam Islam yang sesungguhnya. (Dede El Triana)


Comments