Event‎ > ‎RDK With Partner‎ > ‎

OrganizeIT : Increasing Transparency in Organization through Open Data

diposting pada tanggal 7 Mei 2017 04.55 oleh Radio RDK UIN Jakarta

CompFest 9, Depok – Kamis (27/4), telah dilaksanakan Grand Launching CompFest 9 yang bertempat di Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia. Kegiatan ini merupakan pembukaan dari seluruh rangkaian acara CompFest 9. Salah satu rangkaian dari Grand Launching CompFest 9 ialah Seminar OrganizeIT yang membahas topik-topik seputar penerapan dan pemanfaatan IT dalam organisasi. OrganizeIT kali ini mengangkat tema “Increasing Transparency in Organization through Open Data” dan dilaksanakan di Aula Gedung B pada pukul 13.00 WIB serta dihadiri oleh peserta dari berbagai kalangan.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Project Officer CompFest 9 Izzat Raihan yang menyampaikan “Catalyzing Indonesia’s People Development Towards Digital Society” sebagai tema CompFest kali ini, dengan menjadi katalis terhadap potensi Indonesia di bidang teknologi. CompFest 9 berharap dapat membantu memecahkan berbagai masalah di masyarakat.

Selanjutnya, Ketua BEM Fasilkom UI Farhan Farasdak dan Dekan Fasilkom UI Mirna Adriani memberikan sambutannya. Rangkaian acara dilanjutkan oleh peresmian pembukaan CompFest 9 dengan mengangkat tuas yang dilanjutkan dengan pemutaran video company profile dan jingle CompFest 9.

Setelah itu, Seminar OrganizeIT dimulai dengan Regina Anjani Karissaputri (FISIP UI – 2013) sebagai moderator dan pembicara Head of IT Development Prasetyo Andi dari Jakarta Smart City. Seminar ini membahas tentang konsep open data. Open data merupakan data yang secara teknis dan legal dibuka untuk umum. “Untuk pemerintahan sendiri, open data dapat membantu dalam mewujudkan transparansi dan partisipasi masyarakat,” ungkap lelaki yang kerap disapa Mas Paw. Dirinya  mulai terjun ke dunia open data di pemerintahan setelah memenangi kompetisi Jakarta Open Data Challenge Hackathon pada tahun 2014.

Menurutnya, keterbukaan data dapat terwujud apabila ada relevansi dan ketersediaan data yang baik. Hal yang menjadi hambatan terwujudnya open data di pemerintahan adalah  persoalan tentang apakah data yang dibutuhkan ada atau tidak serta apakah data tersebut dalam kondisi yang rapih dan valid. Untuk mensosialisasikan hal tersebut, dibutuhkan pembinaan kepada instansi-intansi terkait sebagi bentuk pengenalan terhadap open data.

“Semoga ke depannya lebih banyak pemanfaatan sehingga nantinya banyak yang bisa dimanfaatkan sehingga pemerintah atau instansi lebih terbayang data-data apa yang perlu dibuat menjadi open data,” ujar Mas Paw saat ditanyai seputar  harapannya seusai mengisi seminar.

Selain itu, ia berharap mahasiswa sebagai generasi muda tetap kritis dan dapat memberikan saran serta masukan terhadap keterbukaan data yang dilakukan oleh pemerintah.

Jangan lewatkan keseruan acara Grand Launching CompFest 9. Pantau terus rangkaian acara CompFest 9 melalui lini masa di Facebook @CompFest, Twitter @compfest, dan situs utama compfest.web.id



Comments