News‎ > ‎

Berita Internasional


Hari Bahasa Ibu Internasional, Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Asli

diposting pada tanggal 22 Feb 2018 16.36 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Source: Google

Hari Bahasa Ibu Internasional dirayakan setiap 21 Februari. United Nations Educational/ Scientific and Cultural Organization (Unesco) mengajak negara yang ada di seluruh dunia untuk ikut merayakan Hari Bahasa Ibu Internasional, sebagai pengingat akan keanekaragaman bahasa adalah aspek penting untuk pembangunan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan tema tahun ini yaitu, “Keanekaragaman Bahasa dan Multilingualisme Diperhitungkan untuk Pembangunan Berkelanjutan”.

Dilansir dari EN.unesco.org, Direktur Unesco, Audrey Azouly mengatakan, bahasa lebih dari sekadar alat komunikasi, tetapi ini adalah kemanusiaan kiat, nilai-nilai diri, keyakinan dan identitas tertanam di dalamnya. Bagi Azouly, keberagaman bahasa mencerminkan kekayaan imajinasi dan cara hidup manusia yang mungkin tak pernah terbayangkan. Unesco telah memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional selama hampir 20 tahun. Dengan tujuan, untuk melestarikan keanekaragaman bahasa dan mempromosikan pendidikan multibahasa berbasis bahasa ibu.

Dosen Bahasa Indonesia, UIN jakarta, Drs. Azwar Sutan Malaka M.Si mengatakan, sangat menyambut baik dengan adanya peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional. Semakin hilangnya keberagaman bahasa di Indonesia, sejatinya menjadi perhatian semua masyarakat. Pria yang telah menulis banyak buku ini juga menjelaskan, sebenarnya, hilangnya keberagaman bahasa di Indonesia merupakan gejala global di mana, bahasa-bahasa yang penuturnya tertindas akan terancam punah. “Kepunahan ini tentunya karena semakin tidak ada penutur atau pemakai bahasanya. Jadi,  peringatan Hari Bahasa Ibu Internasionla ini, sebagai momentum bagi masyarakat untuk mempertahankan bahasa asli yang diperoleh,” ujarnya. Bahasa ibu sebagai bahasa pertama manusia, harus dipertahankan agar kehidupan bangsa Indonesia tidak dijajah oleh bahasa-bahasa bangsa adidaya.

Menurut mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester dua, Nelita Indah Islamiah mengatakan, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) seharusnya berbangga diri, karena Indonesia memiliki bahasa ibu yang jumlahnya sangat banyak. Namun, saat ini, bahasa ibu yang ada di Indonesia banyak yang terancam punah karena banyak terpengaruh dari bahasa dari bangsa lain. “Tak sedikit remaja juga mahasiswa di Indonesia yang mencampuradukkan bahasa daerah dan bahasa Indonesia dengan bahasa asing. Ini terbukti dengan banyak dari mahasiswa yang merasa lebih gaul dan maju jika melakukan hal tersebut,” ungkapnya.

Menurut Nelita, gejala ini terjadi karena sikap cinta terhadap Bahasa Indonesia sangat rendah. Dengan adanya Hari Bahasa Ibu Internasional ini menjelaskan, bahasa ibu harus dilestarikan, dijaga serta setia digunakan agar tidak terjadi kepunahan. Nelita berharap untuk Hari Bahasa Ibu kedepannya agar lebih bisa dimaknai oleh masyarakat, terlebih kepada pemerintah agar dapat menyosialisasikan pentingnya bahasa daerah kepada setiap kalangan masyarakat. “Sebab menurut saya, masih banyak yang belum mengetahui serta mengerti bahasa ibu mempunyai hari peringatan tersendiri. Sudah menjadi kewajiban setiap warga yang berbahasa untuk bangga memiliki bahasa, terutama bahasa ibu,” terangnya. Untuk penggunaan bahasa ibu, Nelita sangat menginginkan adanya perubahan yang signifikan, agar nilai-nilai yang terdapat pada bahasa itu sendiri, dapat berfungsi sesuai dengan ketentuannya sebagai alat pemersatu manusia.

(Alya Safira)

Buat Kebijakan Baru, Arab Saudi Beri Kebebasan Wanita Untuk Berbisnis

diposting pada tanggal 22 Feb 2018 12.06 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Kerajaan Arab Saudi kini kian membuka kebebasan bagi kaum wanita dalam berbagai hal. Kali ini, kementrian perdagangan dan investasi, mengizinkan kaum wanita untuk berbisnis/ tanpa harus mengantongi izin dari suami atau muhrimnya. Kebijakan ini diumumkan pada Kamis (15/2) sebagai bagian dari sebuah langkah besar untuk memeberikan ruang kebebasan bagi kaum wanita di Arab Saudi. Perubahan ini dilakukan dengan harapan sektor swasta di Arab Saudi bisa terus berkembang.

Melansir dari bisnis Bisnis.liputan6.com, Kementerian Perdagangan dan Investasi Arab Saudi menulis pernyataan dalam situsnya, wanita bisa membuka bisnis sendiri dan menarik manfaat daru layanan e-services milik pemerintah tanpa harus mengantongi izin dari suami atau kerabat pria. Langkah ini juga mengubah kebijakan besar sebelumnya, yang membatasi ruang gerak kaum wanita di Arab Saudi selama berpuluh-puluh tahun. Sebelumnya, wanita di negeri gurun tersebut hanya boleh membuka usaha dengan menganut sistem pengawasan. Artinya, harus ada sosok pria, baik suami, ayah atau adik untuk mengawasi dalam bekerja. Pengawasan ini juga yang akan mengurus berbagai perizinan ke pemerintah ataupun bepergian. Setelah lama menggantungkan pendapatan pada produksi minyak mentah, Arab Saudi kini mengandalkan sektor swasta sebagai sumber pendapatan baru, perluasan pekerjaan bagi kaum wanita merupakan salah satu kebijakan di bawah rencana reformasi Arab Saudi era pasca minyak.

Anggota Gerakan Swara Pemberdayaan Perempuan (GPSP), Budi Santoso mengatakan, harus dipandang dari dua sisi dalam mengulas kebijakan  ini. Jika dipandang dari segi sosial, kebijakan ini sangat bagus untuk kaum wanita dan kebijakan ini merupakan bentuk emansipasi kepada kaum wanita. “Karena jiak wanita diperbolehkan berbisnis, maka ini dapat meningkatkan perekonomian keluarga, bahkan berkontribusi bagi perekonomian negara. Jika dipandang dari segi agama, tentu kaum wanita tetap harus meminta izin kepada pria atau muhrimnya untuk memulai bisnis. Apalagi di Arab Saudi agama Islam menjadi landasan dalam berkehidupan. Intinya, kaum wanita boleh berbisnis. Namun, tetap harus meminta izin dari muhrimnya, serta kesepakatan dari kedua belah pihak dan tetap memperhatikan nilai-nilai agama dan peraturan yang ada,” paparnya.

Lebih lanjut, Budi berharap untuk kaum wanita kedepannya adalah, agar kaum wanita dapat lebih percaya diri dengan potensi diri yang ada. Masyarakat juga harus menyadari bahwa peran dan hak-hak kaum wanita itu sama dengan kaum pria. Jadi jangan ada pengkotak-kotakan serta membeda-bedakan, antara kaum wanita dan kaum pria. Kendati begitu, masyarakat juga tetap memperhatikan nilai-nilai agama dan peraturan yang ada, agar tidak terjadi ketimpangan dan permasalahan lainnya di kemudian hari.

Menurut anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid, Syifana Wirianisa, dirinya merasa kurang setuju jika wanita yang berbisnis tanpa perlu izin dari suami. Menurutnya, setidaknya sudah ada kesepakatan antara suami dan istri untuk berbisnis, karena apabila sudah menikah, semua menjadi tanggungjawab suami. “Tentu saja ini demi kebaikan wanita jika terjadi sesuatu untuk kedepannya. Jadi kaum wanita di sana dan di seluruh dunia bisa mengerti, ada aturan dan syariat yang dibuat bukan untuk mengekang gerak gerik kaum wanita. Namun, untuk menjaga kaum wanita agar tetap indah dan sesuai dengan koridor-Nya,” ujarnya.

(Alya Safira)

Menkeu Sri Mulyani Boyong Penghargaan Menteri Terbaik Dunia

diposting pada tanggal 13 Feb 2018 17.29 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Prosesi pemberian penghargaan dari Pemimpin Dubai kepada Menkeu Sri Mulyani (source: Google)

Menteri Keuangan (Menkeu) Kabinet Kerja, Sri Mulyani mendapatkan penghargaan sebagai menteri terbaik di dunia atau Best Minister in The World Award di World Goverment Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) pada Minggu (11/2). Pengghargaan tersebut diserahkan oleh Pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad Bin Rashid Al Maktoum. Penghargaan menteri terbaik di dunia ini merpakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri setiap tahunnya dan dimulai pada tahun 2016.

Melansir dari Finance.detik.com, Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya menjadi penerima penghargaan tersebut yang berasal dari Asia. Dia juga mengatakan, penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja kolektif pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, khususnya di bidang ekonomi. “Saya mendedikasikan penghargaan ini kepada 257 juta rakyat Indonesia dan 78.164 jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang telah bekerja keras untuk mengelola keuangan negara dengan integritas dan komitmen tinggi, untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang merata dan berkeadilan,” ungkapnya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), jurusan Ekonomi Pembangunan semester dua, Mohammed Pratama Zamorano berpendapat, penghargaan yang diberikan kepada Sri Mulyani itu sah-sah saja, asal penilaian dilakukan secara adil dan transparan, tanpa intervensi dari pihak manapun. “Terlebih Sri Mulyani pernah menjabat sebagai direktur pelaksana Bank Dunia dan kapasitasnya sebagai Menkeu juga tidak diragukan lagi. Jadi menurut saya, hal itu sangat logis, jika sri mulyani mendapatkan penghargaan tersebut dan hebatnya lagi Sri Mulyani merupakan seorang wanita,” ujarnya. Harapan dari mahasiswa yang akrab disapa Rano ini adalah, untuk generasi muda berani agar keluar dari zona nyaman, misalnya seperti karyawan untuk berani membuka usaha dan lapangan kerja sebanyak-banyaknya, guna mengurangi angka pengangguran di Indonesia. “Selain itu agar masyarakat Indonesia bisa hidup sejahtera dan mampu menghidupi kebutuhan diri sendiri dan keluarga dengan baik,” tandasnya.

Mahasiswa Universitas Pancasila, Fakultas Ekonomi (FE), Amaliani Sujoko sangat mengapresiasi atas penghargaan yang diraih oleh Sri Mulyani. Menurut mahasiswa semester dua ini, Sri Mulyani sangat pantas untuk menerima penghargaan tersebut karena ia telah memberiakan hasil dari jerih payah kerjanya, mulai dari upaya reformasi kebijakan yang telah dicanangkan oleh kementerian keuangan yang berrtujuan untuk mendorong pembangunan kebijakan fiskal, menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Sehingga sudah dapat membuahkan hasil untuk bangsa dan negara Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, khususnya generasi muda seharusnya berbangga diri atas penghargaan yang disabet oleh Menkeu. “Karena dia melakukannya untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang merata dan berkeadilan dan sesuai dengan tujuan bangasa dan negara, khususnya di bidang ekonomi,” katanya.

Menurut Amel, penghargaan tersebut juga bentuk dari emansipasi dan pengakuan terhadap wanita, khususnya di dunia Ini menunjukkan bahwa wanita juga berhak untuk mendapatkan penghargaan sebagai bentuk atas kerja keras usaha yang dilakukan. Amel berharap untuk Indonesia, khususnya di bidang ekonomi, agar kedepannya semakin meningkat baik di mikro maupun makro. Serta terus mengalami pertumbuhan dan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia, khususnya di daerah pelosok yang masih terpencil dan sulit untuk mendapatkan kebutuhan sandang, makan dan papan. “Selain itu semoga juga dapat menyejahterakan kehidupan bangsa Indonesia, sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara R.I Tahun 1945,” komentarnya.

(Alya Safira)

Hari Lahan Basah Sedunia, Ingatkan Masyarakat Pentingnya Lahan

diposting pada tanggal 4 Feb 2018 09.27 oleh Radio RDK UIN Jakarta

source: www.wwf.or.id

Setiap 2 Februari diperingati sebagai Hari Lahan Basah Sedunia. Tanggal ini memperingati hari ditandatanganinya konvensi lahan basah, yang disebut Konvensi Ramsar tahun 1971 di Kota Ramsar yang terletak di Pantai Laut Kaspia, Iran dan pertama kali diperingati pada tahun 1977. Setiap tahun banyak dari lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan kelompok masyarakat yang mengambil peran dalam aksi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lahan basah.

Melansir dari Kompas.comHead of Programme Wetlands International Indonesia, Yus Rusila Noor mengatakan, keberadaan lahan basah sangatlah penting, terutama di daerah perkotaan. Sebab separuh dari penduduk dunia berada di wilayah perkotaan. Yus menambahkan, lahan basah harus dipertahankan dan dimanfaatkankan secara bijak karena lahan basah memberikan berbagai manfaat ekonomi, sosial, maupun budaya. “Banyak kota kehilangan hutan mangrove, akibat dialihfungsikan menjadi lahan budidaya perairan di wilayah pesisrnya, yang kemudian menimbulkan abrasi pesisir, banjir rob yang sering terjadi serta menurunnya permukaan tanah. Itu adalah salah satu akibat dari pemanfaatan air tanah yang berlebihan dan menyusutnya fungsi lahan basah,” terangnya. Yus mengajak pemimpin dan masyrakat kota untuk menerapkan kebijakan dan tindakan yang membantu pelestarian lahan basah di perkotaan. “Kota yang berhasil melaksanakan konsep tersebut akan diberikan penghargaan berupa akreditasi kota lahan basah atau Wetland City Accreditation oleh Konvensi Ramsar,” tutupnya.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Agribisnis semester dua, Muhammad Ilham Ramdani mengungkapkan, lahan basah itu sangat penting karena Indonesia adalah negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Mahasiswa yang akrab disapa Ilham ini juga berpendapat, kondisi lahan basah di dunia, khususnya di Indonesia masih kurang baik karena banyak dari kegiatan manusia yang merusak ekosistem lahan basah. “Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman dan kepedulian masyarakat akan pentingnya lahan basah. Menurut saya, pemerintah harus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya lahan basah bagi kehidupan. Selain itu, pemerintah bisa meneliti tanah dari lahan basah yang cocok untuk digunakan sebagai apa, bagaimana cara merawatnya pun harus bekerjasama dengan pakar-pakar dari ilmu tanah,” ujarnya.

Menurut Ilham, hal ini agar  lahan basah bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia secara optimal dan masyarakat  juga harus menjaga kelestarian lahan basah dengan cara mengurangi kegiatan yang merusak ekosistem lahan basah seperti membuang sampah di sungai, menambang pasir dan batu di sungai. Ilham berharap, dengan adanya hari lahan basah sedunia, bisa lebih menyadarkan masyarakat seperti yang tinggal di bantaran sungai,  penambang pasir dan batu di sungai, untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak menyalahgunakan lahan basah. “Bukan hanya memikirkan kepentingan  pribadi dan komersil semata. Pemerintah juga dapat bertindak tegas terhadap perusak lahan basah yang tidak bertanggungjawab,” tandasnya.

(Alya Safira Azizah)

Beruang Kutub yang Dijajah Iklim

diposting pada tanggal 13 Des 2017 15.31 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Beruang Kutub Mengalami Atrofi Otot - source Sea Legacy

Climate Change alias perubahan iklim yang gaungnya sudah terdengar sejak lama dan selalu menjadi isu nomor satu yang kerap diperbincangkan. Masyarakat yang geram akan hal tersebut, ikut turun ke jalan melangsungkan sederet aksi sebagai bentuk protes atas pengabaian isu ini. Tak sedikit pula yang menyuarakan protesnya melalui jagad maya, baik di jejaring sosial twitter, facebook maupun instagram. Seperti halnya video yang diunggah Paul Nicklen, seorang fotografer Sea Legacy lalu di akun instagramnya, pada Selasa (5/12). Nicklen mendokumentasikan video berdurasi satu menit di mana dalam video tersebut menunjukkan seekor beruang kutub yang bertubuh kurus, sedang mencari makan di dalam bak sampah, di Baffin Island, Kanada.

Foto jurnalis Paul Nicklen dalam instagramnya mengatakan, “Beberapa waktu lalu, saya dan rekan saya Cristina Mittermeier mendokumentasikan seekor beruang kutub yang berkeliaran di kamp Inuit (penduduk asli Baffin Island) sepanjang pantai Baffin Island yang sudah ditinggalkan. Kami dapat memastikan beruang kutub tersebut belum berusia tua, sebab tidak ada luka di tubuhnya,” jelasnya. Nicklen menambahkan, beruang kutub tersebut memang kelaparan, hal ini dapat dibuktikan dari atrofi otot–yakni keadaan di mana otot mengecil karena kehilangan tenaga- yang terlihat di tubuhnya. Menurutnya, satu-satunya tindakan yang mungkin ia dan kawanan Sea Legacy dapat lakukan adalah dengan memvideokan kejadian tersebut. “Orang-orang beranggapan kami menjelajah dengan membawa ribuan pons daging anjing laut atau senapan. Pada kenyataannya, kami hanya menjelajah dengan kamera,” tutur Nicklen.

Lebih dari itu Nicklen melanjutkan, ada alasan mengapa dirinya dan tim tidak menolong beruang kutub tersebut. “Mendekati atau memberi makan beruang yang kelaparan, itu akan sangat ilegal. Lantas dengan menembaknya agar tidak merasakan penderitaan karena kelaparan juga sama ilegalnya. Ketahuilah, kami sempat terpikir untuk melakukan hal-hal tersebut,” ujarnya. Kontributor National Geographic ini juga menyampaikan, salah satu cara mengurangi penderitaan yang dialami beruang kutub tersebut ialah dengan menghentikan penggundulan hutan, pengonsumsian listrik berlebih serta sederet bentuk pencemaran lingkungan lainnya. “Jika Bumi terus menerus menghangat, maka kita akan kehilangan beruang, atau bahkan keseluruhan ekosistem Kutub lainnya,” tegasnya.

Sementara itu mahasiswi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Siti Nadhifa ikut bersuara terkait kejadian ini. Menurutnya, segala bentuk tindakan yang bisa ditempuh adalah dengan menyediakan tempat atau ruang untuk tumbuh dan berkembang bagi hewan dan makhluk hidup lainnya, yang habitatnya telah dirusak akibat perbuatan manusia. “Selain itu menurut saya,  World Wide Fund (WWF) juga bisa melakukan langkah  jitu untuk menyikapi persoalan ini. Tetapi yang paling utama adalah adanya kesadaran dari masyarakat dunia, karena sikap apatislah yang justru membunuh mereka,” tandas perempuan penyuka kucing itu.

Faizah Fitriah

Pengakuan Trump terhadap Yerusalem sebagai Ibu kota Israel, Tuai Kontroversi

diposting pada tanggal 11 Des 2017 17.44 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Yerusalem merupakan salah satu kota tertua di Dunia, nama Yerusalem begitu akrab dihati umat Kristen, Yahudi dan Islam seluruh dunia sejak berabad-abad. Kota ini unik, dengan segala peninggalan sejarah yang amat penting bagi umat Kristen, Yahudi dan Islam. Keputusan sepihak Donald Trump pada pidatonya di Gedung Putih, Rabu (06/12) lalu menimbulkan keresahan masyarakat dunia. “Hari ini Yerusalem adalah kursi bagi pemerintahan modern Israel, rumah bagi parlemen Israel, Knesset, rumah bagi Mahkamah agung,” tuturnya.  Pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Yerusalem menjadi langkah awal AS dalam mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel, hal ini merupakan aksi pemenuhan salah satu janji kampanye Donald Trump pada para pemilihnya.

Meski begitu, Trump menyebutkan keputusannya menandai dimulainya pendekatan baru untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. Dilansir dari kantor berita Reuters, Liga Arab menyatakan akan mengupayakan sebuah resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) yang menolak pengakuan Amerika Serikat (AS) soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Presiden Jokowi beserta pemimpin sejumlah negara mengecam keras kebijakan tersebut, Indonesia menggalang dukungan dari negara Islam lainnya untuk menentang kebijakan sepihak Trump. Hasil penggalangan dukungan tersebut, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) akan menggelar sidang di Istanbul, Turki pada 13 Desember 2017 yang akan dihadiri Jokowi.

Muhammad Sarifin, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (FISIP) jurusan Ilmu Politik semester 5 memaparkan, sebagai negara Adikuasa yang sangat berpengaruh di dunia, keputusan Donald Trump dianggap sangat gegabah dan memperkeruh suasana. Sebagai salah satu presiden AS yang sangat kontroversial Trump dinilai kelewat batas, setelah membombardir Palestina dengan berbagai serangan, Palestina kembali harus dikekang hak kemerdekaan negaranya. “Terlihat sekali, dengan power-nya Amerika berusaha mengatur jalannya biduk catur perpolitikan dunia,” tutur laki-laki yang akrab disapa Ipin.

Melihat isu sensitif yang tidak hanya menyangkut soal politik, tapi juga agama, mahasiswa seharusnya mampu menjadi garda terdepan untuk melakukan perubahan. Sebagai agent of change sudah seharusnya mahasiswa berperan aktif menelurkan karya atau mengumpulkan masa, dalam melakukan aksi penolakan putusan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Mengakui bahwa hal ini merupakan aksi propaganda dan teori konspirasi dari negara Adikuasa yang tak terelakan, Ipin berharap pemerintah Indonesia menjadi barisan terdepan dalam melakukan penolakan terhadap aksi yang juga tergolong pelanggaran HAM ini.

“Sejauh ini usaha pemerintah Indonesia sudah sangat baik dalam merespon isu yang ada, dengan mengirimkan Menteri Luar Negeri dan aktif dalam OKI serta merancang perundingan dalam usaha mendukung kemerdekaan Palestina, adalah aksi yang sangat baik dan positif,” lanjut Ipin. Tak hanya pemerintah, menurut Ipin masyarakat juga wajib berperan aktif mendukung perdamaian dunia, seperti yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 Indonesia. Ipin megaku sangat kecewa terhadap tindakan Trump sebagai pemimpin negara, yang dianggap melanggar HAM dan ketertiban dunia.

Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Gajah Mada (UGM), Daniel Putra  Wibowo memaparkan, selama ini konflik Timur Tengah Israel-Palestina telah menjadi sumber sentimen berbagai konflik di dunia, khususnya antara dunia Islam dan dunia Barat. Tidak hanya kebencian dan permusuhan, kekerasan kerap kali timbul dimana-mana terpancing sentimen konflik Palestina-Israel.

“Sebagai kepala negara, keputusan Donald Trump dinilai banyak kalangan sebagai keputusan yang reckless, amat berbahaya. Ini salah satu wujud pelecehan yang nyata terhadap upaya perdamaian yang telah diperjuangkan oleh berbagai pihak, para peace warriors, sangat kontradiktif keputusannya adalah wujud pelecehan terhadap berbagai upaya perdamaian Timur Tengah,” kecam laki-laki penyuka warna biru ini.

Menurut Daniel, keputusan Trump yang disebut-sebut menjadi langkah awal pendekatan baru menadamaikan Palestina dan Israel justru akan menimbulkan kemarahan lebih besar dari pihak-pihak yang tidak setuju, bukan lagi menjadi wujud upaya perdamaian, keputusan Trump akan memicu ketidakstabilan terhadap keamanan wilayah Timur Tengah.

“Trump bercanda ya?, alih-alih menyiramkan air malah menumpahkan bensin ke bara api,” ujar Daniel.

Menurut Daniel AS telah melanggar kesepakatan dan resolusi yang diterbitkan Majelis Umum PBB. Daniel menghimbau kepada pemerintah Indonesia, untuk mengakomodasi aspirasi umat Islam Indonesia yang kerap mereduksi aksi anarkis atau hal yang tidak diinginkan dari situasi yang mengecewakan ini. Daniel selalu mendorong pemerintah dan masyarakat agar tidak tinggal diam melihat saudara di Palestina yang makin hari Kemerdekaan HAM dan Negaranya makin dilucuti oleh kaum Zionis.

Syarifatul Adibah

Yuk, Kenali Sejarah Kota Yerusalem!

diposting pada tanggal 10 Des 2017 18.14 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui10 Des 2017 18.31 ]

Kota Yerusalem (sumber gambar kompas.com)

Yerusalem, nama itu bergema di hati umat Kristen, Yahudi dan Muslim selama beberapa abad. Kota ini diklaim sebagai ibukota Israel, meskipun tidak diakui secara internasional, maupun bagian dari Palestina dan kini berada dalam status quo. Di kota ini juga, ketiga agama berbagi area dan sejarah perselisihan. Kota ini memiliki arsitektur bersejarah yang menjadi lokasi situs-situs suci di dunia. Terdapat pembagian 'wilayah' pula bagi Kristen, Muslim, dan Yahudi di kota ini.

Menurut mahasiswa jurusan Sejarah Peradaban Islam, fakultas ada dan humaniora (FAH). semester 5, Muhammad Isnaini mengatakan, Yerusalem Dalam bahasa Ibrani disebut Yerushalayim dan Al-Quds, yang merupakan salah satu kota tertua di dunia. “Di masa lalu, kota ini pernah ditaklukan, dihancurkan dan dibangun kembali selama beberapa kali dan meninggalkan sebuah bagian berbeda,” ujar Isnaini. Ia menambahkan, Al-quds memiliki fakta menarik. Di dalam wilayah Kristen terdapat Gereja Makam Kudus, yang menjadi situs penting bagi umat Kristen di seluruh dunia. Situs ini berada di tengah sejarah perjalanan Yesus, kematiannya, penyaliban dan kebangkitan. Menurut tradisi Kristen, Yesus disalib di sana, di Golgotha, atau bukit Calvary, makamnya yang kosong berada di dalam gereja dan juga menjadi lokasi kebangkitannya. Lokasi ini merupakan tempat tujuan ziarah bagi jutaan umat Kristen di seluruh dunia.

Isnaini melanjutkan, wilayah Muslim merupakan yang terbesar diantara yang lain dan terdapat tempat suci Dome of Rock dan Masjid Al-Aqsa serta dataran tinggi yang dikenal sebagai Haram al-Sharif oleh umat Islam. Masjid ini merupakan tempat suci ketiga bagi Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid al-Aqsa dikelola oleh yayasan Islam Waqf.

Terakhir, Wilayah Yahudi merupakan tempat bagi Kotel, atau Tembok Barat atau dikenal sebagai Tembok ratapan, yang merupakan bagian dari dinding bagian yang tersisa dari bangunan Bait Suci. Kaum Yahudi percaya bahwa lokasi ini merupakan lokasi batu fondasi penciptaan bumi yang merupakan situs suci bagi umat Yahudi, dan tempat dimana Ibrahim bersiap untuk mengorbankan anaknya Ismail.

Sementara itu, menurut mahasiswi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester 3, Mudrikah mengatakan, situs bersejarah yang berada di Yerusalem harus tetap terjaga dan tetap untuh. “Walaupun sekarang ini banyak berita-berita tentang perebutan pengakuan kekuasaan kota Yerusalem,” tambah Mudrikah. Mudrikah berharap, umat manusia damai dengan keberagaman agama terkhusus di kota Yerusalem.

Shari Ayu Saraswati

Jadi Miss Internasional 2017, Kevin Liliana tak Sekedar Cantik

diposting pada tanggal 19 Nov 2017 07.38 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Kevin Liliana Miss International 2017 (sumber detik.com)

Putra bangsa kembali menoreh prestasi mengharumkan nama Indonesia dikancah Internasional. Setelah melewati perjuangan dan proses karantina yang panjang, Putri Lingkungan 2017 Kevin Liliana berhasil membawa pulang mahkota Miss International 2017 untuk tanah air. Berlangsung di kota Tokyo Dome City Hall Tokyo, Jepang, ajang Miss International yang dinaungi oleh The International Culture Association menjadi salah satu ajang pencarian Ratu Sejagad tertua di dunia dan diikuti oleh 69 negara dari seluruh dunia.

“Saya tak pernah menyangka, ini seperti mimpi yang jadi kenyataan,” ujar perempuan asal Bandung, Kevin Liliana dilansir dari ABS CBN pada salah satu artikelnya. Tidak sekedar cantik, ternyata ada hal lain lain yang membuat Kevin Liliana berhasil memboyong mahkota Miss International 2017. Dilansir dari detik.com Senior Corporate Communication Mustika Ratu mengungkapkan kemenangan Kevin tak lepas dari kepribadiannya yang positif, yang berhasil merebut hati para juri. “Berdasarkan bocoran dari panitia, Kevin menang karena sifat baiknya, dia dikenal suka menolong dan sangat rendah hati,” ungkap Mega Angkasa. Perempuan 21 tahun ini mengenakan gaun rancangan desainer kawakan Indonesia Ivan Gunawan pada babak penjurian.

Finalis Duta Wisata kota Pekalongan 2016, Alfina Nur Fitriani mengungkapkan rasa bangganya kepada Kevil Liliana yang berhasil membawa pulang mahkota Miss Internatioal 2017 untuk Indonesia. Alfina berharap, semoga kemenangan yang didapatkan bisa membuat Indonesia lebih dihargai dan diperhitungkan oleh dunia internasional, serta dapat membuktikan bahwa mahkota Miss International 2017 tidak jatuh pada orang yang salah. Saat disinggung tentang definisi cantik mahasiswa Universitas Diponegoro ini mengungkapkan, cantik adalah bagaimana perempuan mampu menjadi apa adanya, dan bangga dengan diri sendiri. Dengan itu, menurut Alfina inner beauty akan memancar, dan bukan menampilkan kecantikan yang fana. Kecantikan juga harus ditunjang dengan kecerdasan dan attitude yang baik, papar Alfina. “Semoga perempuan Indonesia dapat lebih menghargai dirinya sendiri, tidak merendahkan martabat perempuan dengan aktivitas yang tidak berguna. Buktikan bahwa perempuan Indonesia mampu berprestasi dan ikut mengharumkan nama bangsa,” harap Alfina untuk perempuan Indonesia.

Tak berbeda dengan Alfina, finalis duta wisata kota Pekalongan 2015, Ikhsania Oktarana memiliki definisi kecantikannya juga, “Attitude itu pertama, karena definisi cantik secara fisik itu selera, ada A sampai Z untuk mendefinisikan kata cantik, sehingga cantik adalah attitude yang baik, dan cerdas, baru kecantikan fisik mengikuti,” papar mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang akrab disapa Tata.

Sedangkan, menurut Aditya Nugraha, cantik selalu identik dengan fisik, karena tidak dapat dipungkiri cantik selalu mengarah kepada keindahan fisik, “Tapi lambat laun kata cantik akan berubah menjadi sifat. Sifat yang cantik tentu didasarkan akhlak yang baik,” tukas Adit.

Mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Nabila Dinda mengaku bangga dengan apa yang telah Kevin Liliana raih. Menurut Dinda, tentu bukan hal yang mudah bersaing dengan perempuan cantik dan cerdas perwakilan dari berbagai negara di dunia. “Semoga Kevin Liliana bisa menjadi gambaran perempuan Indonesia yang anggun, sopan santun dan cerdas dimata dunia,” tutur Dinda. Saat disinggung soal definisi cantik, tak berbeda dengan Alfina, Ikhsania dan Adit, bagi Dinda cantik adalah bagaimana seorang perempuan memiliki tindak tanduk yang baik, bersikap sopan, memiliki empati dan rasa peduli yang tertinggi. “Akhlak yang baik jelas menjadi definisi cantik yang sesungguhnya, disusul isi kepala alias wawasan yang luas, terakhir kecantikan fisik adalah bonus,” tutup Dinda. 

Syarifatul Adibah

Rudal Korut Menghebohkan Jepang dan Masyarakat Dunia

diposting pada tanggal 2 Sep 2017 14.39 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Selasa (29/8), kepanikan melanda warga Jepang bagian utara tepatnya diatas pulau Hokaido. Hal ini terjadi karena Korea Utara (Korut) menembakan sebuah rudal dan melintasi wilayah udara Jepang. Rudal yang melewati wilayah Jepang pukul 6 pagi waktu setempat, membuat sistem keamanan Jepang J-alret memberitahukan penduduk wilayah utara Jepang agar tetap tenang dan melakukan tindakan pencegahan.

Dilansir dari sindonews.com, pemerintah jepang mengumumkan rudal tersebut jatuh di laut pasifik. Jenis rudal ialah balistik yang merupakan rudal jarak menengah atas hwasong-12. Peluncuran rudal merupakan ancaman serius bagi keamanan negara dan negara-negara tetangga. Peluncuran rudal merupakan bagian dari pemanasan Korut untuk menangkal latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dengan Korea Selatan (Korsel) pada akhir Agustus.

Konsulat keduataan besar (Kedubes) Indonesia, perwakilan Bejing, Santo Darmosumarto mengatakan, Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam Korut untuk menghentikan program rudalnya. Santo menjelaskan, serangan rudal dianggap rezim Korut sebagai bentuk permulaan perang akibat telah terjadinya latihan militer Korsel dan AS. “Hanya pihak Rusia dan China yang mampu membuat Korut berhenti melakukan serangan rudal, mengingat Rusia dan China merupakan sekutu yang mengambil posisi lebih aktif dengan Korut,” jelas Santo.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Hubungan Internasional, Syafrizad Riano Putra mengatakan, rudal yang dilepaskan Korut sebenarnya ditujukan untuk sebuah pulau, yaitu pulau Guam, yang merupakan tempat pangkalan militer AS untuk mengontrol daerah Asia. “Situasi di semenanjung Korea sedang memanas karena Korut memiliki rudal dan AS memiliki pulau Guam,” tambah Rizad. Rizad menuturkan, sebagai mahasiswa haruslah membantu dan mengingatkan pemerintah terhadap kebijakan dalam maupun luar negeri yang dapat mengakibatkan peperangan.

Naila Fitri

Dua Bendungan Air Houston Meluap Akibat Badai Harvey

diposting pada tanggal 30 Agt 2017 16.43 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui30 Agt 2017 16.51 ]

Meluapnya air dari 2 bendungan di Houston ke jalan (sumber: okezonenews)

Siapa yang menyangka suatu angin kencang disertai curah hujan tinggi melanda kota Texas. Dapat disebut sebagai sebuah badai yang termasuk tinggi dengan kategori 4, yaitu badai haarvey. Dilansir dari republika.co.id, awal mula badai harvey menyerang Corpus Christi pada Jumat (25/8). 2 bendungan yang cukup besar, mampu menyebabkan penyimpanan volume air yang besar pula. Akan tetapi, badai harvey begitu lama singgah pada 2 bendungan ini, sehingga tak dapat dipungkiri lagi meluaplah air dari 2 bendungan di Houston pada Selasa (29/8). Padahal, tinggi bendungan sudah mencapai 108 kaki atau setara dengan 32,9 meter. 9 korban tewas, ribuan warga memilih untuk mengungsi dan petugas sudah mulai bergerak untuk mengevakuasi warga. Dilansir dari kompas.com, badai harvey kembali bergerak ke arah barat daya, yaitu kota Louisiana.

Salah satu anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) Budiasman Wijaya mengaku, merasa prihatin dengan warga Texas yang mengalami musibah seperti itu, terutama penyebabnya adalah badai yang amat dahsyat. “Seharusnya, pemerintah Amerika Serikat sudah wanti-wanti dengan badai harvey yang akan mengarungi kota Texas, apalagi saat ini badai menyerang daerah Louisiana,” tutur Asman. Asman berharap, seluruh aparat yang bertugas diberi kemudahan dalam menyelamatkan nyawa banyak orang.

Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Nurprivita Sari menuturkan, dari segi kaca mata bisnis, kerugian yang dapat diprediksi dengan adanya badai harvey yang menyerang hampir seluruh kota Texas, menyebabkan kerugian yang amat besar. “Butuhnya pengobatan dalam hal pencegahan maupun penyembuhan dalam usai badai, tentu menaksir angka yang besar,” ungkap wanita yang kerap disapa Vita. Vita menutup, semoga segera banyak datang bantuan dan badai harvey mereda.

Radhina Rifa Muthiah

1-10 of 12