News‎ > ‎Berita Internasional‎ > ‎

Hari Lahan Basah Sedunia, Ingatkan Masyarakat Pentingnya Lahan

diposting pada tanggal 4 Feb 2018 09.27 oleh Radio RDK UIN Jakarta
source: www.wwf.or.id

Setiap 2 Februari diperingati sebagai Hari Lahan Basah Sedunia. Tanggal ini memperingati hari ditandatanganinya konvensi lahan basah, yang disebut Konvensi Ramsar tahun 1971 di Kota Ramsar yang terletak di Pantai Laut Kaspia, Iran dan pertama kali diperingati pada tahun 1977. Setiap tahun banyak dari lembaga pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan kelompok masyarakat yang mengambil peran dalam aksi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lahan basah.

Melansir dari Kompas.comHead of Programme Wetlands International Indonesia, Yus Rusila Noor mengatakan, keberadaan lahan basah sangatlah penting, terutama di daerah perkotaan. Sebab separuh dari penduduk dunia berada di wilayah perkotaan. Yus menambahkan, lahan basah harus dipertahankan dan dimanfaatkankan secara bijak karena lahan basah memberikan berbagai manfaat ekonomi, sosial, maupun budaya. “Banyak kota kehilangan hutan mangrove, akibat dialihfungsikan menjadi lahan budidaya perairan di wilayah pesisrnya, yang kemudian menimbulkan abrasi pesisir, banjir rob yang sering terjadi serta menurunnya permukaan tanah. Itu adalah salah satu akibat dari pemanfaatan air tanah yang berlebihan dan menyusutnya fungsi lahan basah,” terangnya. Yus mengajak pemimpin dan masyrakat kota untuk menerapkan kebijakan dan tindakan yang membantu pelestarian lahan basah di perkotaan. “Kota yang berhasil melaksanakan konsep tersebut akan diberikan penghargaan berupa akreditasi kota lahan basah atau Wetland City Accreditation oleh Konvensi Ramsar,” tutupnya.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST), jurusan Agribisnis semester dua, Muhammad Ilham Ramdani mengungkapkan, lahan basah itu sangat penting karena Indonesia adalah negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Mahasiswa yang akrab disapa Ilham ini juga berpendapat, kondisi lahan basah di dunia, khususnya di Indonesia masih kurang baik karena banyak dari kegiatan manusia yang merusak ekosistem lahan basah. “Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman dan kepedulian masyarakat akan pentingnya lahan basah. Menurut saya, pemerintah harus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya lahan basah bagi kehidupan. Selain itu, pemerintah bisa meneliti tanah dari lahan basah yang cocok untuk digunakan sebagai apa, bagaimana cara merawatnya pun harus bekerjasama dengan pakar-pakar dari ilmu tanah,” ujarnya.

Menurut Ilham, hal ini agar  lahan basah bisa dimanfaatkan untuk kehidupan manusia secara optimal dan masyarakat  juga harus menjaga kelestarian lahan basah dengan cara mengurangi kegiatan yang merusak ekosistem lahan basah seperti membuang sampah di sungai, menambang pasir dan batu di sungai. Ilham berharap, dengan adanya hari lahan basah sedunia, bisa lebih menyadarkan masyarakat seperti yang tinggal di bantaran sungai,  penambang pasir dan batu di sungai, untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak menyalahgunakan lahan basah. “Bukan hanya memikirkan kepentingan  pribadi dan komersil semata. Pemerintah juga dapat bertindak tegas terhadap perusak lahan basah yang tidak bertanggungjawab,” tandasnya.

(Alya Safira Azizah)

Comments