News‎ > ‎Berita Internasional‎ > ‎

Ransomware Wannacry Gegerkan Masyarakat Dunia

diposting pada tanggal 20 Mei 2017 22.17 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui21 Mei 2017 02.44 ]
Tampilan saat komputer terserang virus ransomeware wanncry

Sepekan lalu, teroris cyber ransomware wannacry membuat geger masyarakat dunia. Virus yang akan meng-encrypted file pada komputer sehingga tidak dapat dibuka sebelum korban mengirimkan sejumlah tebusan dalam mata uang internet bitcoin ini menyerang critical resource atau sumber daya yang penting. Dilansir dari Jawapos.com, lebih dari 115 negara dibuat pontang-panting oleh serangan virus ini. Kasus di Indonesia, sistem Rumah Sakit Dharmais dan Harapan Kita dikabarkan terserang virus wannacry, namun dipastikan hanya Rumah Sakit Dharmais yang positif terserang.

Melansir dari Voaindonesia.com, sekelompok peretas diyakini mencuri program Badan Keamanan Nasional Amerika April lalu dan menyebarkannya untuk meminta tebusan data pengguna di seluruh dunia demi meraup keuntungan. Rusia merupakan negara yang paling banyak diserang. Fakta menunjukkan, dalam beberapa jam lebih dari 75 ribu komputer dari berbagai negara mengaku terjangkit virus ransomware wannacry. Sebagai bentuk antisipasi bertambahnya korban, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengirimkan pesan singkat kepada hampir seluruh penduduk Indonesia untuk membackup data dan menonaktifkan koneksi LAN dan hotspot pada Senin (15/5) pagi.

Seorang programmer, Syafrizad Riano Putra menanggapi perihal teror virus ransomware wannacry yang meresahkan masyarakat dunia. Rizad menuturkan, ransomware ini menyerang file sehingga tidak dapat dibuka oleh pemilik asli sebelum melakukan transaksi guna menebus kode tertentu yang dapat memperbaiki file seperti semula. Menurut Rizad, penyebaran virus ransomware wannacry dan sejenisnya dapat terjadi lewat penggunaan hotspot umum atau kurang kehati-hatian dalam mengakses link-link tertentu di internet. Ia berpesan agar masyarakat tetap tenang dan mengakses kembali internet seperti biasa, namun tetap berhati-hati dalam mengakses website tertentu dan melakukan backup data ke device eksternal untuk mencegah terjadinya kehilangan data.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Sistem Informasi semester dua, Devika Putri Utami mengungkapkan bahwa ransomware adalah salah satu jenis malware yang menyerang file computer. Meski dijanjikan akan dikembalikan keadaan file seperti semula oleh peretas setelah membayar sejumlah tebusan, dalam kasusnya seringkali korban hanya menelan harapan kosong belaka.

Wannacry ini rawan menyerang windows lama seperti windows xp yang memang sudah tidak mendapat perlindungan. Sebagai mahasiswa yang selalu mengakses internet setiap harinya, kita dapat menjadi lebih aware terhadap kondisi perangkat komputer dan teknologi yang kita miliki. Salah satu caranya adalah dengan rajin melakukan update terhadap anti virus yang melindungi perangkat komputer kita,” jelas Devika.

(Syarifatul Adibah)

Comments