News‎ > ‎Berita Internasional‎ > ‎

Rudal Korut Menghebohkan Jepang dan Masyarakat Dunia

diposting pada tanggal 2 Sep 2017 14.39 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Selasa (29/8), kepanikan melanda warga Jepang bagian utara tepatnya diatas pulau Hokaido. Hal ini terjadi karena Korea Utara (Korut) menembakan sebuah rudal dan melintasi wilayah udara Jepang. Rudal yang melewati wilayah Jepang pukul 6 pagi waktu setempat, membuat sistem keamanan Jepang J-alret memberitahukan penduduk wilayah utara Jepang agar tetap tenang dan melakukan tindakan pencegahan.

Dilansir dari sindonews.com, pemerintah jepang mengumumkan rudal tersebut jatuh di laut pasifik. Jenis rudal ialah balistik yang merupakan rudal jarak menengah atas hwasong-12. Peluncuran rudal merupakan ancaman serius bagi keamanan negara dan negara-negara tetangga. Peluncuran rudal merupakan bagian dari pemanasan Korut untuk menangkal latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dengan Korea Selatan (Korsel) pada akhir Agustus.

Konsulat keduataan besar (Kedubes) Indonesia, perwakilan Bejing, Santo Darmosumarto mengatakan, Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam Korut untuk menghentikan program rudalnya. Santo menjelaskan, serangan rudal dianggap rezim Korut sebagai bentuk permulaan perang akibat telah terjadinya latihan militer Korsel dan AS. “Hanya pihak Rusia dan China yang mampu membuat Korut berhenti melakukan serangan rudal, mengingat Rusia dan China merupakan sekutu yang mengambil posisi lebih aktif dengan Korut,” jelas Santo.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Hubungan Internasional, Syafrizad Riano Putra mengatakan, rudal yang dilepaskan Korut sebenarnya ditujukan untuk sebuah pulau, yaitu pulau Guam, yang merupakan tempat pangkalan militer AS untuk mengontrol daerah Asia. “Situasi di semenanjung Korea sedang memanas karena Korut memiliki rudal dan AS memiliki pulau Guam,” tambah Rizad. Rizad menuturkan, sebagai mahasiswa haruslah membantu dan mengingatkan pemerintah terhadap kebijakan dalam maupun luar negeri yang dapat mengakibatkan peperangan.

Naila Fitri

Comments