News‎ > ‎Berita Internasional‎ > ‎

Yuk, Kenali Sejarah Kota Yerusalem!

diposting pada tanggal 10 Des 2017 18.14 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui10 Des 2017 18.31 ]
Kota Yerusalem (sumber gambar kompas.com)

Yerusalem, nama itu bergema di hati umat Kristen, Yahudi dan Muslim selama beberapa abad. Kota ini diklaim sebagai ibukota Israel, meskipun tidak diakui secara internasional, maupun bagian dari Palestina dan kini berada dalam status quo. Di kota ini juga, ketiga agama berbagi area dan sejarah perselisihan. Kota ini memiliki arsitektur bersejarah yang menjadi lokasi situs-situs suci di dunia. Terdapat pembagian 'wilayah' pula bagi Kristen, Muslim, dan Yahudi di kota ini.

Menurut mahasiswa jurusan Sejarah Peradaban Islam, fakultas ada dan humaniora (FAH). semester 5, Muhammad Isnaini mengatakan, Yerusalem Dalam bahasa Ibrani disebut Yerushalayim dan Al-Quds, yang merupakan salah satu kota tertua di dunia. “Di masa lalu, kota ini pernah ditaklukan, dihancurkan dan dibangun kembali selama beberapa kali dan meninggalkan sebuah bagian berbeda,” ujar Isnaini. Ia menambahkan, Al-quds memiliki fakta menarik. Di dalam wilayah Kristen terdapat Gereja Makam Kudus, yang menjadi situs penting bagi umat Kristen di seluruh dunia. Situs ini berada di tengah sejarah perjalanan Yesus, kematiannya, penyaliban dan kebangkitan. Menurut tradisi Kristen, Yesus disalib di sana, di Golgotha, atau bukit Calvary, makamnya yang kosong berada di dalam gereja dan juga menjadi lokasi kebangkitannya. Lokasi ini merupakan tempat tujuan ziarah bagi jutaan umat Kristen di seluruh dunia.

Isnaini melanjutkan, wilayah Muslim merupakan yang terbesar diantara yang lain dan terdapat tempat suci Dome of Rock dan Masjid Al-Aqsa serta dataran tinggi yang dikenal sebagai Haram al-Sharif oleh umat Islam. Masjid ini merupakan tempat suci ketiga bagi Islam setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid al-Aqsa dikelola oleh yayasan Islam Waqf.

Terakhir, Wilayah Yahudi merupakan tempat bagi Kotel, atau Tembok Barat atau dikenal sebagai Tembok ratapan, yang merupakan bagian dari dinding bagian yang tersisa dari bangunan Bait Suci. Kaum Yahudi percaya bahwa lokasi ini merupakan lokasi batu fondasi penciptaan bumi yang merupakan situs suci bagi umat Yahudi, dan tempat dimana Ibrahim bersiap untuk mengorbankan anaknya Ismail.

Sementara itu, menurut mahasiswi jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), semester 3, Mudrikah mengatakan, situs bersejarah yang berada di Yerusalem harus tetap terjaga dan tetap untuh. “Walaupun sekarang ini banyak berita-berita tentang perebutan pengakuan kekuasaan kota Yerusalem,” tambah Mudrikah. Mudrikah berharap, umat manusia damai dengan keberagaman agama terkhusus di kota Yerusalem.

Shari Ayu Saraswati

Comments