News‎ > ‎

Berita Kampus


HMJ Tarjamah Siap Selenggarakan Milad Jurusan Ke-21

diposting pada tanggal oleh Radio RDK UIN Jakarta

Himpunan Mahasiswa Jurusan Tarjamah sedang mempersiapakan diri dalam menyambut Milad Tarjamah di tahun 2018 ini. Acara yang bernama Mahrajaan Tarjamah XXI merupakan suatu acara tahunan dan meliputi banyak kegiatan di dalamnya. Rangkaian kegiatan acara ini akan dilaksanakan di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) pada 13 sampai 15 Maret 2018.

Ketua HMJ Tarjamah, Muhammad Zamachsyari Chawarazmi mengatakan, dalam memperingati milad jurusan tarjamah yang ke-21 ini akan dilaksanakan beberapa kegiatan acara untuk menyemarakkan milad. Mulai dari khataman Alquran bersama mahasiswa dan dosen jurusan Tarjamah, pemotongan tumpeng, perlombaan, dan terdapat talkshow. “Perbedaan milad tarjamah tahun ini dengan tahun lalu ialah dari segi konsep sangat berbeda dan rangkaian-rangkaian acaranya, tetapi substansinya tetap untuk memperingati milad tarjamah agar menjadi jurusan yang inovatif dan mendunia,” ujarnya. Lelaki yang akrab disapa Zama ini menambahkan, kendala dalam mempersiapkan acara ini hanya komunikasi yang terjalin antar anggota masih kurang baik. Zama juga memberikan harapannya, agar HMJ Tarjamah tahun ini bisa lebih merakyat, lebih terbuka, lebih baik dalam segalanya daripada tahun sebelumnya. “Untuk mahasiswa Tarjamah sendiri dapat merealisasikan apa yang menjadi motto program studi tarjamah, yaitu inovatif mendunia,” pungkasnya.

Mahasiwa jurusan Tarjamah semester dua, Tubagus Agnia Wiramulyana mengatakan, acara milad tahun ini diyakininya akan menjadi lebih menarik dengan acara milad tarjamah di tahun sebelumya, karena masih semangatnya mahasiswa semester dua untuk menunjukkan diri bahwa mereka bisa memberikan yang terbaik untuk merayakan milad jurusannya. Tubagus menambahkan, koordinasi dengan pihak Kepala Jurusan (Kajur) sangat sulit, itu pula yang menjadi hambatan bagi HMJ dalam melaksanakan acara milad ini. “Semoga HMJ lebih giat lagi dalam melaksanakan program kerjanya, karena jurusan kami juga sudah mulai dikenal oleh kalangan luar. Jadi kita harus bisa menunujukkan kecantikan intelektual agar dapat menjadi penerjamah yang baik dan penerjemah yang berguna bagi masyarakat luar,” ujarnya.

(Muhammad Fajan)

HMJ Eksyar Gelar Raker Perdana

diposting pada tanggal oleh Radio RDK UIN Jakarta

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Syariah (Eksyar), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) telah usai mengadakan rapat kerja (raker) yang diadakan di Teater Lantai 2 FEB. Acara yang berlangsung Selasa, (20/2) ini merupakan acara rutin setiap tahunnya yang dilakukan HMJ Eksyar. Tujuan dalam acara ini ialah HMJ Eksyar ingin dapat merancang program kerja (proker) untuk kepengurusan satu periode ke depan.

Ketua HMJ Eksyar, Ahmad Maulana mengatakan, dalam raker ini seluruh departemen menyampaikan apa yang akan dijalankan untuk kepengurusan satu tahun kedepan, agar segala sesuatu yang dilakukan lebih terarah. Perbedaan raker tahun ini dengan tahun lalu yaitu dimana terdapat pengurangan jumlah departemen yang berada di HMJ menjadi delapan departemen. “Menyoal kendala dalam kegiatan ini, yaitu sulitnya menggunakan Teater Lantai 2 FEB, karena bukan hanya HMJ Eksyar saja yang menggunakan fasilitas yang disediakan oleh  pihak fakultas, tetapi HMJ jurusan lain juga menggunakannya untuk melaksanakan raker, ditambah lagi acara-acara yang diadakan oleh pihak fakultas itu sendiri menambah sulit panitia untuk menggunakan ruang teater,” akunya. Maulana berharap, agar HMJ Eksyar lebih berorientasi kepada seluruh mahasiswa di jurusan, dimana HMJ dapat menjadi wadah untuk mahasiswa mengembangkan minat dan bakatnya.

Mahasiswa Eksyar semester 2, Fiha Ilmyana mengatakan, HMJ periode sebelumnya sudah sangat baik dalam melaksanakan proker yang sudah dirancang, dan selalu ada inovasi-inovasi baru di dalam acara yang dilaksanakan oleh HMJ. “Semoga HMJ di tahun ini dapat lebih baik lagi, lebih kreatif dalam menjalankan seluruh prokernya, dan apa yang dilakukan HMJ kedepannya dapat membuat bangga mahasiswa Eksyar maupun nama jurusan itu sendiri,” harapnya.

(Muhammad Fajan)

LSO Sketsa Usai Resmikan Kepengurusan Baru

diposting pada tanggal oleh Radio RDK UIN Jakarta

Prosesi pembacaan ikrar sumpah kepengurusan baru LSO Sketsa

Komunitas Edukasi Seni Tari Saman (Sketsa) merupakan salah satu Lembaga Semi Otonom (LSO) yang berada di bawah naungan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta. LSO ini diresmikan 11 April 2011, sejak saat itulah kepengurusan terus bergulir hingga saat ini. Tepatnya Selasa (20/2), kepengurusan baru LSO Sketsa periode 2018/2019 resmi dilantik di ruang Teater Prof. DR. H. Aqib Suminto Lantai 2, Gedung Fdikom.

Ketua umum (Ketum) Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fdikom, Ali Alatas memaparkan pada sambutannya, seluruh pengurus dan anggota LSO Sketsa terdiri dari kaum hawa. Bagi Ali, banyak sekali hal yang bisa dilakukan oleh perempuan namun tidak bisa dikerjakan oleh laki-laki, sebab perempuan adalah makhluk yang istimewa. “Kendati begitu, tak sedikit juga beredar pemikiran yang salah tentang perempuan, yang hanya diam di rumah, bekerja di dapur dan terkesan kurang berkarya. Maka LSO Sketsa inilah yang membuktikan pada khalayak, bahwa perempuan bisa berkarya dan perempuan berdaya sebagaimana jargon sketsa sendiri,” ungkapnya.

Ketum LSO Sketsa, Rihana Rahim mengaku, kurang lebih 25 orang yang terdata menjadi anggota sketsa di periode ini, dan ia bersama seluruh anggotanya akan membangun sketsa menjadi lebih baik. “Banyak langkah yang akan segera dilakukan seperti, memperkuat tali persaudaraan, aktif mengikuti lomba-lomba di internal maupun eksternal UIN yang tentunya akan membawa nama UIN Jakarta ke tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya. Rihana berharap, di periode kali ini LSO Sketsa bisa lebih banyak menorehkan prestasi dan mengantongi banyak penghargaan.

(Galuh Alisha)

SKPI Sebagai Syarat Lulus Mahasiswa, Pekraf Adakan “Pelatihan Zaman Now”

diposting pada tanggal oleh Radio RDK UIN Jakarta

Seminar dihadiri oleh Kemenakertrans dan Direktur LSPM SDM Ir. Sanggam Purba

Pusat Ekonomi Kreatif (Pekraf) UIN Jakarta bekerjasama dengan Pusat Pelatihan Produktifitas Indonesia (PPPI), telah mengadakan kegiatan bertajuk “Pelatihan Zaman Nowdengan tema meningkatkan kompetensi mahasiswa dan pengembangan wirausaha produktif, Selasa (20/2). Acara ini diadakan di Aula Student Center (SC) UIN Jakarta, dimulai pukul 9.00 hingga 15.00 WIB.

Kementerian Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Kemenakertrans) sekaligus Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen (LSPM)  Sumber Daya Masyarakat (SDM), Ir. Sanggam Purba M.M yang menjadi pembicara, menjelaskan dalam pemaparannya, inti dari kegiatan ini adalah, produktifitas dan kompetensi, di mana produktifitas adalah sikap mental yang selalu menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik dari waktu ke waktunya. “Kompetensi adalah perpaduan dari tiga unsur yaitu knowledge, skill dan attitude dalam diri seseorang, yang bilamana sudah terpenuhi ketiganya, akan disebut kompeten dan bisa melakukan uji kompetensi untuk mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang diberikan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BSNP),” jelasnya.

Customer service (CS) Pekraf, Ratna Evania Fitriyani mengatakan, inti dari seminar ini adalah mengajak mahasiswa agar lebih concern terhadap kewirausahaan, serta membuat mahasiswa lebih menyadari pentingnya SKPI, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) rektor di mana mahasiswa harus memiliki SKPI sebagai salah satu syarat kelulusan. “Selain membahas tentang kewirausahaan, seminar ini juga mengadakan sosialisasi mengenai cara mendapatkan SKPI di mana surat tersebut bertaraf nasional yang didapatkan dari BSNP yang nantinya akan terasa penting saat mahasiswa mencari pekerjaan,” kata Ratna.

(Galuh Alisha)

“IPS Berbagi” Latih Rasa Peduli Dengan Donasi

diposting pada tanggal 19 Feb 2018 16.55 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), mengajak mahasiswa untuk berbagi kebahagiaan dan rezeki, dengan mengumpulkan buku-buku bacaan sekolah yang akan didonasikan untuk pelajar di Desa Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Donasi buku dibuka pada 22 Februari sampai 25 Maret 2018. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar program kerja (proker) dari HMJ PIPS dalam rangka “IPS Berbagi” dan menjadikan buku yang didonasikan berguna bagi orang lain.

Kepala bidang (Kabid) Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) HMJ PIPS, Dewi Lestari Hanafi menjelaskan, tujuan utama diadakan kegiatan donasi buku ini untuk memberikan bantuan berupa buku bacaan kepada pelajar yang tinggal di desa, selain itu agar menjadi pelajaran bagi anggota HMJ untuk bisa berbagi sesuatu yang bermanfaat kepada orang yang membutuhkan. Mahasiswa semester enam ini mengatakan, persiapan dari panitia sendiri masih berlangsung. Panitia sudah mengumpulkan buku bacaan dari mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang masih layak baca. “Kami sudah menyebarkan pesan siaran terkait dengan pengumpulan buku. Semoga bantuan buku bacaan bisa bermanfaat dan membantu pelajar dalam menambah ilmu serta wawasan mereka, serta untuk HMJ PIPS sendiri semoga tetap menjaga kekeluargaan dan kerja sama,” ujarnya.

Mahasiswa FITK, jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) semester dua, Melati Fatihah mengaku, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena ini akan melatih seseorang untuk memiliki kepekaan terhadap sesama dan membantu orang yang membutuhkan. Melati menambahkan, kegiatan donasi buku sangat bagus, karena daripada melihat banyak buku yang tidak dibaca lagi lalu ditumpuk dan dibuang, lebih baik buku tersebut didonasikan untuk yang membutuhkan. “Saya berharap, mahasiswa harus lebih peka terhadap masyarakat dan lingkungan,” tutupnya.

(Thalita Zada)

Dema Fdikom Adakan Koordinasi Mahasiswa Dakwah

diposting pada tanggal 18 Feb 2018 10.56 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Pelaksanaan Koorma di Meeting Room Lantai 2 Fdikom

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) telah usai melaksanakan kegiatan Koordinasi Mahasiswa (Koorma) Dakwah. Acara yang dilaksanakan di meeting room Lantai 2 Gedung Fdikom pada Kamis (15/2) ini diadakan dengan tujuan melahirkan suatu program yang dikerjakan oleh seluruh elemen mahasiswa dakwah, serta memperbaiki kesalahan dan menciptakan harmonisasi antar  organisasi intra.

Ketua Dema-F, Ali Alatas menjelaskan, Koorma adalah program unggulan dari Ali dan Imam saat mencalonkan diri pada Pemilihan Umum Mahasiswa (Pemiluwa). “Koorma sendiri mencakup tiga aspek yaitu, Dakwah Creativity Day, Rapat Koordinasi dan Ruang Aspirasi Mahasiswa. Koorma akan dilaksanakan rutin satu kali selama dua bulan, karena dalam kegiatan ini akan menampung semua aspirasi, keinginan dan kebutuhan mahasiswa,” kata Ali. Dirinya menjelaskan, kegiatan seperti ini sebenarnya sudah diadakan setiap tahunnya. Hanya saja tahun ini dimodifikasi dengan ditambahkannya ruang aspirasi mahasiswa yang mana bukan hanya untuk pihak terkait saja, melainkan untuk semua mahasiswa Fdikom.

Menurut Ali, dalam ruang aspirasi, akan ada pemaparan dari berbagai organisasi intra. Tujuannya melibatkan banyak pihak, agar dari pihak jurusan lain juga tau kegiatan apa saja yang akan diadakan di Fdikom. “Selain itu tujuannya juga untuk membuat organisasi intra melaksanakan kegiatan menurut keilmuannya masing-masing. Misalnya saja seminar tentang zakat, seharusnya diadakan oleh jurusan Manajemen Dakwah bukan jurusan lain. Hal ini agar sesuai dengan keilmuan setiap jurusan,” ungkapnya. Ali berharap, agar mahasiswa Fdikom bisa peka dan bisa saling menghargai satu sama lain serta bisa berpartisipasi dalam kegiatan yang ada di fakultas.

Mahasiswa Fdikom, jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester dua, Eva Aulia Putri mengatakan, Koorma sangat bagus diadakan di Fdikom  untuk menunjang progam keorganisasian yang ada. Dirinya selaku anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) sangat mendukung program Dema-F yang dibuat berbeda pada tahun ini. “Semoga pihak yang bertanggungjawab untuk menampung aspirasi mahasiswa bisa benar-benar mendengarkan suara mahasiswa Fdikom,” harapnya.

(Muhammad Fajan)

UKM KMF Kalacitra Kembali Buka Rekrutmen Anggota

diposting pada tanggal 18 Feb 2018 10.35 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Komunitas Mahasiswa Fotografi (KMF) Kalacitra  sedang melakukan open recruitment (oprec) untuk yang kedua kalinya. Pendaftaran dibuka pada 5 sampai 25 Februari mendatang. Pendaftaran dapat dilakukan di stand KMF Kalacitra di Pelataran Lapangan Parkir Student Center  (SC) UIN Jakarta, setiap Senin sampai Jumat, pukul 10.00 hingga 18.00 WIB.

Bagian pendidikan kalacitra, Fachri Zikrillah mengatakan, oprec ini adalah kali kedua dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan pada Kampoeng UKM beberapa bulan lalu dan sudah ada 20 orang yang mendaftarkan diri di oprec kedua ini. Fachri melihat mahasiswa sangat antusias untuk mendaftar di Kalacitra. “Terutama untuk mahasiswa yang menyukai dunia fotografi. Tidak ada kendala saat melakukan oprec ini, kecuali cuaca  kurang bersahabat yang menyebabkan di perpanjangnya masa pendaftaran sampai tanggal 20 Februari nanti,” katanya. Ia juga menambahkan, persyaratan untuk mengikuti oprec ini tidaklah sulit, yaitu mahasiswa semester dua dan empat datang ke stand pendaftaran dengan mengisi formulir dan membawa Kartu Rencana Studi  (KRS) dan tidak diharuskan mempunyai kamera. Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), jurusan Hukum Pidana Islam (HPI) ini juga mengungkapkan, setelah oprec rangkaian selanjutnya adalah wawancara, masa taaruf (Mata), materi tulis, Pendidikan  Lanjutan Fotografi Jurnalistik (PLFJ), videografi, pameran susur angkatan, -mmasa taqorrub outdoor (Matador) atau peantikan. Harapan Fachri untuk Kalacitra kedepannya adalah agar Ksalacitra semakin maju, lebih erat kekeluargaan yang dijalin, menghasilkan foto yang semakin bagus dan lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Indah Octary mengatakan, dirinya berminat untuk bergabung dengan UKM Kalacitra. Namun ia belum mendaftar disebabkan terkendala cuaca yang kurang bersahabat untuk saat ini. Alasan Indah tertarik mengikuti adalah ia ingin mengasah bakatnya di dunia fotografi dan vidiografi. “Saya ingin lebih mahir lagi dalam memakai kamera dan membuat vidio agar selain menjadi hobi, juga bisa mendapatkan keuntungan dari hobi ini. Tentunya untuk dapat membantu meringankan sedikit beban orang tua,” ujarnya.

(Syahbaniyah Widyanitamy)

UKM KMPLHK Ranita Kirim Relawan Peduli Longsor di Bogor

diposting pada tanggal 18 Feb 2018 10.09 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Bantuan diberikan kepada korban Longsor di Cijeruk, Bogor

Intensitas curah hujan yang tinggi di daerah Bogor mengakibatkan terjadinya longsor di Kampung Maseng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor pada Senin (5/2) lalu. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Kembara Insani Ibnu Batuttah (Ranita) langsung merespons dengan mengirimkan dua anggotanya, yaitu Alfiah Nurul Zakiyah  dan Iqbal Ramadhan untuk turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

Kepala Divisi (Kadiv) Disaster Management (DM), Lien Sururoh mengungkapkan, alasan KMPLHK Ranita mengirimkan dua staf tersebut  karena Alfiah Nurul Zakiyah mempunyai kemampuan di bidang disaster management serta Iqbal Ramadhan mempunyai kemampuan di bidang Search and Rescue (SAR) dan pemetaan wilayah, sehingga memudahkan memberi bantuan di TKP. “Persiapan menuju lokasi adalah persiapan berkas seperti form assesment atau form pendataan, surat tugas, briefing pergerakan selama di lokasi, menyiapkan keperluan pribadi seperti pakaian dan lain sebagainya,” ujarnya. Menurut perempuan yang kerap disapa Mile ini, persiapan yang dilakukan sudah maksimal dengan terbuktinya kinerja relawan di lapangan.  Mile mengungkapkan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga yang terkena bencana. Bantuan itu seperti seperangkat alat sekolah untuk dua orang siswa, keperluan ibu hamil dan sembako, yang berasal dari hasil penggalangan donasi yang dilakukan oleh anggota Ranita.

Relawan yang diutus, Alfiah Nurul Zakiyah mengungkapkan, ada dua pemberian bantuan yang dilakukan oleh relawan KMPLHK Ranita, yaitu berupa tenaga yang dilakukan mulai 7 Februari dan bantuan berupa logistik dilakukan pada 14 Februari kemarin. Selain itu, relawan juga memberikan peta  rawan bencana longsor dan poster yang bertujuan untuk memberitahu warga sekitar lokasi rawan longsor dan memberikan edukasi bagi warga. “Masyarakat merespons bantuan yang diberikan relawan dengan sangat senang dan bersyukur,  ini memudahkan memberi bantuan di TKP. Saat ini kondisi masyarakat di lokasi sudah aman dan ada 19 keluarga yang di relokasi ke tempat yang lebih layak,” terangnya. Perempuan yang akrab disapa Cendai ini menuturkan, dengan adanya relawan KMPLHK Ranita, semoga dapat membantu dan menyadarkan masyarakat setempat untuk tidak lagi membuat pemukiman yang sekiranya dapat berpotensi terkena longsor.

(Syahbaniyah Widyanitamy)

Pemerintah Adakan Program Bantuan Sosial Nontunai, Civitas Akademika UIN Berikan Tanggapan

diposting pada tanggal 18 Feb 2018 08.51 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Awal tahun 2018, pemerintah terus  menunjukkan komitmennya untuk memperluas penyaluran program bantuan sosial non tunai kepada masyarakat. Sejak awal pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, jumlah penerima program bantuan sosial non tunai yang telah disalurkan oleh pemerintah terus bertambah yang menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Kepala jurusan (Kajur) Kesejahteraan Sosial (Kessos), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Lismawati menjelaskan, bantuan non tunai berbentuk e-money memiliki plus minus. Menurutnya, kelebihannya adalah masyarakat tidak perlu lagi menggunakan uang tunai kemana-mana dan digantikan dalam bentuk kartu atau disebut cashless society. Ia menjelaskan, untuk substansi bantuannya sendiri secara detil masih ada hambatannya, seperti banyak masyarakat tertentu yang masih belum terbiasa dengan e-money. “Untuk program ini mungkin cocok untuk masyarakat kota yang telah berpikiran modern dan mengenal teknologi, namun tidak dipungkiri karena modernisasi masyarakat pedesaan harus bisa menerima program yang ada dan sampai sekarang tidak sedikit masyarakat yang tinggal di pedesaan kurang memahami cara penggunaan e-money itu sendiri,” kata Lismawati.

Mahasiswa Kessos, Bazlin Fadillah menuturkan, ia mengetahui program ini melalui media sosial instagram. Menurutnya program ini sangat baik, karena uang bisa disalurkan dengan baik secara aman karena sistem keamanannya lebih kuat. Bantuan ini juga menyangkut tiga hal seperti pendidikan, infrastruktur dan kesehatan. “Pada saat ini pendidikan di Indonesia sangat rendah dan kebanyakan masyarakat pedesaan berpikir bahwa pendidikan kurang penting, karena kurangnya biaya dari mereka yang putus sekolah. Tetapi dengan adanya program bantuan dari pemerintah mereka merasa lebih diperhatikan dan bisa melanjutkan pendidikan dengan lebih baik,” ujarnya. Bazlin menambahkan, infrastuktur di Indonesia pun dapat lebih berkembang dan dapat mendukung Indonesia menjadi lebih baik. Dirinya berharap program ini berhasil dan dapat menunjang tigkat pendidikan, pembangunan dan kesehatan di Indonesia untuk mencetak generasi lebih baik dan mempunyai angka harapan hidup yang lebih baik lagi nantinya.

(Syifa Kaltsum)

Fdikom Lakukan Pelepasan 145 Wisudawan Ke-107

diposting pada tanggal 18 Feb 2018 08.11 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui18 Feb 2018 08.16 ]

 
Wisudawan melakukan foto bersama dosen Fdikom 

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) telah melaksanakan pelepasan wisudawan ke-107 pada Kamis (15/2) dan bertempat di Teater Prof. DR. Aqib Suminto, Lantai 2 Gedung Fdikom. Tahun ini jumlah wisudawan lebih banyak dibanding tahun kemarin dimana pada tahun ini berjumlah 145 orang, dengan pembagian 139 bergelar Strata 1 dan 6 orang wisudawan bergelar magister. Acara pelepasan wisudawan ke-107 ini di bawah tanggungjawab Kepala Jurusan (Kajur) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) yaitu Wati Nilamsari M.Si.

Ketua pelaksana, Wati Nilamsari menuturkan, wisuda tahun ini sangat berbeda dibanding tahun kemarin, karena pada tahun ini para dosen sangat antusias untuk menyambut wisuda dengan menampilkan tarian sebagai bentuk mengekspresikan rasa bahagia. Wati mengatakan, wisudawan kali ini berjumlah 145. “69 orang di antaranya dari jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), 21 wisudawan Manajemen Dakwah (MD), 9 lainnya dari Kesejahteraan Sosial (Kessos), 10 orang dari Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), 10 orang dari PMI, 20 wisudawan Jurnalistik, serta 6 wisudawan magister,” urainya.

Wati melanjutkan, dengan mengusung tema “Jejak Langkah Alumni Fdikom UIN Jakarta dan Pembangunan di Pedesaan” pelepasan wisudawan ke-107 ini diharapkan bisa menjadikan wisudawan untuk bisa terjun langsung ke masyarakat, baik menjadi pendamping maupun pelaksana dalam kegiatan kemasyarakatan. “Saya berharap mahasiswa Fdikom dapat bersaing di masyarakat luar, karena mahasiswa Fdikom tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan saja, tetapi ilmu agama juga,” tutupnya.

Salah seorang wisudawam, Nurul Fikri berujar, dirinya merasa sangat bahagia dan bersyukur karena telah menyelesaikan suatu kewajiban, yaitu kewajiban pendidikan yang diselesaikan dengan mendapatkan predikat lulusan dengan nilai terbaik. “Dinobatkan sebagai mahasiswa dengan nilai terbaik dan dapat selesai tepat waktu ini berkat dukungan dari orang tua, guru dan teman- teman. Namun selain rasa syukur, ada beban mengenai apa yang bisa kita lakukan, apa yang bisa kita berikan untuk masyarakat, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” ungkapnya. Perempuan yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) KPI ini berpesan agar mahasiswa lebih rajin kuliah dan mengikuti semua kegiatan yang ada, serta harus bisa membagi waktu antara kuliah dan organisasi karena itu adalah bentuk dari kedewasaan diri.

(Syifa Kaltsum)

1-10 of 1588