News‎ > ‎

Berita Kampus


Turun ke Masyarakat, Ranita Gelar Sekolah Siaga Bencana

diposting pada tanggal oleh Radio RDK UIN Jakarta

Penutupan kelas siaga bencana dari Ranita

Bukan hal baru bagi Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan (KMPLHK) Kembara Insani Ibnu Batuttah (RANITA) untuk turun ke masyarakat. Melihat wilayah yang rawan bencana dan beberapa waktu lalu sempat terjadi longsor, Ranita menyelenggarakan Sekolah Siaga Bencana pada 22 dan 23 September 2017 di Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan tepatnya di SDN Muara 3 Bogor. Diprakarsai oleh Divisi Disaster Management sekolah siaga bencana juga dilengkapi simulasi evakuasi bencana longsor.

Panitia sekolah siaga bencana Sholehudin menjabarkan, pada sekolah siaga bencana peserta diberi materi dasar tentang bencana, dan juga simulasi. “Desa Cibunian cukup sulit diakses, dari stasiun Bogor harus ditempuh dengan tiga kali angkot dan masih harus disambung motor,” ujar laki-laki yang akrab disapa Nabe saat disinggung soal rintangan sekolah siaga bencana. Nabe mengaku Ranita sengaja menyasar anak-anak dan masyarakat Desa Cibunian untuk mendapatkan ilmu mitigasi bencana karna tergolong desa yang sulit dijangkau. Mengaku mendapat antusias dan apresiasi dari masyarakat sekitar Nabe berharap dengan adanya sekolah siaga bencana ini masyarakat dapat lebih aware dan waspada terhadap bencana alam, dapat mandiri minimal untuk menyelamatkan diri sendiri dan meminimalisir korban.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fanny Nabila menanggapi sekolah siaga bencana dari Ranita, baginya pendidikan siaga bencana seperti ini sangat baik, mengingat bencana bisa datang kapan saja dan disituasi apapun.

“Kalau bisa lebih banyak kelompok mahasiswa yang mencontoh aksi Ranita, bukan cuma aktif memberikan bantuan setelah terjadi bencana, tapi juga kegiatan preventif antisipasi terhadap adanya bencana alam,” ujar perempuan berkacamata ini.

Nabila berharap, tidak hanya masyarakat Desa Cibunian tapi masyarakat desa lain juga dapat memiliki kesempatan yang sama, mendapatkan pendidikan mitigasi bencana, yang tidak hanya longsor tapi juga bencana alam lainnya.

(Syarifatul Adibah) 

Cari Kegiatan Tambahan? Jangan Bingung Ada Kampung UKM

diposting pada tanggal oleh Radio RDK UIN Jakarta

Bagi sebagian mahasiswa aktivitas perkuliahan di dalam kelas saja tidak cukup, berbagai upaya dilakoni demi mengisi waktu sekaligus melatih softskill mahasiswa tentunya di bidang lain. Oleh karena itu, 15 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di UIN Jakarta yang tergabung dalam Forum UKM  siap menghadirkan kampung UKM pada 26  sampai 28 September 2017. Tidak hanya menghadirkan stand seluruh UKM, kampung UKM 2017 yang mengangkat tajuk “UKM For Humanity” kali ini terdiri dari serangkaian  acara,  mulai dari pembukaan pawai UKM, berbagai perlombaan yang mewakili bidang yang digeluti,  sosialisasi, hingga konser amal dan doa bersama sebagai penutup. Kampung UKM yang telah menjadi hajatan rutin bagi kelompok UKM ini dapat dikunjungi selama tiga hari di lapangan parkir Student Center UIN Jakarta.

Penanggungjawab Kampung UKM 2017 Muhammad Abdul Baits mengungkapkan, berbeda dengan tahun sebelumnya kampung UKM kali ini akan diramaikan berbagai perlombaan pada hari kedua, yang dapat diikuti oleh mahasiswa sesuai dengan UKM yang diminati. Mengusung tema “UKM for Humanity” laki-laki yang akrab disapa Dabuy ini mengaku tema ini diambil berdasarkan isu yang sedang hangat dibicarakan masyarakat dunia.

 “Makannya, di penutupan kampung UKM nanti akan ada konser amal dan do’a bersama untuk saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ujarnya.

Merasa cukup mempromosikan UKM di UIN Jakarta dalam waktu tiga hari, perwakilan dari Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia ini mengaku kesulitan dalam mempersiapkan kampung UKM ada pada birokrasi perizinan tempat, dan penyewaan tenda yang semoga dapat segera diatasi. Dabuy berharap kampung UKM dapat berjalan lancar, maksimal dan meriah serta dapat menarik mahasiswa untuk bergabung dalam UKM. “Semoga Forum UKM segera mendapat dukungan legalisasi dari akademik,” harap Dabuy menutup sesi wawancara.

 “Kampung UKM adalah inovasi yang bagus, bagi mahasiswa baru yang tertarik dengan UKM jadi punya wadah untuk banyak bertanya bahkan mendaftarkan diri ke UKM tertentu,” tanggap Rahmat Fatullah, mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) semester satu. Rahmat mengaku akan hadir dan berpartisipasi dalam salah satu perlombaan pada kampong UKM. Melihat pentingnya mahasiswa memiliki kegiatan tambahan Rahmat menilai, mahasiswa yang juga aktif di luar kelas akan memiliki nilai plus tentang bagaimana bersikap, dan memilih penyelesaian saat dihadapkan suatu permasalahan.

(Syarifatul Adibah)

Seberapa Penting Public Speaking?

diposting pada tanggal oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui ]

Bung Karno menyampaikan pidato di depan khalayak
Source : sumberbintang.com

Seringkali kita berada pada kondisi dimana dituntut harus mampu berbicara dihadapan  orang banyak, entah itu presentasi di kelas, kepentingan pekerjaan, atau kita menjadi salah satu tokoh masyarakat yang dituntut berbicara dihadapan khalayak. Tidak semua orang memiliki kemampuan public speaking seperti ini, kemampuan berbicara dihadapan orang banyak, terdapat banyak faktor yang diperhatikan untuk menjadi public speaker yang baik. Salah satu tokoh yang diakui memiliki public speaking yang sangat baik adalah presiden pertama RI, tak lagi diragukan kemampuan pidato dan berorasinya, Bung Karno telah membius jutaan masyarakat Indonesia.

Penggagas komunitas Belajar Radio Ilham Ramdhana mengungkapkan, salah satu penghambat seseorang dapat berbicara dihadapan orang banyak adalah Glossophobia, yaitu ketakutan untuk berbicara didepan umum,  dan takut dinilai jelek. “Semua pembicara yang baik,dulunya pernah jelek. Jadi kenapa kita harus takut jelek,” katanya.

Ilham juga memaparkan betapa pentingnya mempelajari public speaking. Menurut Ilham, sebagai makhluk yang tidak bisa hidup sendiri, manusia wajib mengerti bagaimana cara menyampaikan pesan, bahkan  menurut penyiar salah satu radio swasta di Jakarta ini, komunikasi bukan sekedar penyampaian pesan tapi juga menyampaikan rasa kepada penerima pesan. “Kalau Indonesia punya rupiah sebagai mata uang dan alat tukar, manusia punya cerita sebagai alat tukar kehidupan,“ ujar Ilham saat disinggung seberapa penting public speaking bagi manusia.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) jurusan Kesejahteraan  Sosial  semester tiga,  Nur Rahma mengungkapkan, komunikasi khususnya public speaking sangat penting dipelajari oleh seseorang terlebih mahasiswa, tidak hanya berguna di dalam kelas, tapi juga kegiatan lain di luar kelas.

“Setiap manusia pasti pernah mendapati situasi dimana mereka dituntut untuk berbicara di depan umum, ya minimal sekali seumur hidup,” tutur Rahma. Mengaku masih memiliki kemampuan public speaking yang kurang baik, Rahma menghimbau kepada mahasiswa terlebih untuk tidak malas belajar public speaking,  karena sangat banyak manfaatnya.
“Apalagi sebagai mahasiswa Kesejahteraan  Sosial, bukan cuma komunikasi biasa yang  harus dipelajari, tapi bagaimana berkomunikasi dengan mereka yang berkebutuhan khusus juga,” tutup Rahma.

(Syarifatul Adibah)

HMJ PIPS Lakukan Oprec Kepanitiaan Social Culture

diposting pada tanggal oleh Radio RDK UIN Jakarta

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sudah hampir sepekan membuka pendaftaran kepanitiaan Social Culture yang baru akan berlangsung Oktober mendatang. Open recruitment (oprec) yang dibuka sejak kemarin, Kamis (21/9) ditujukan bagi mahasiswa semester satu, namun semester tiga juga tetap diperbolehkan untuk mendaftar. Oprec ini nantinya akan disudahi pada lusa yang akan datang, yakni Kamis (28/9).

Wakil Ketua HMJ PIPS, Ahkim Muhdor mengaku kepanitiaan yang difokuskan untuk semester satu ini bertujuan agar mahasiswa tersebut sudah memperoleh bekal berupa pengalaman, saat menjabat di organisasi kemahasiswaan kelak. “Kami mencari 30 orang calon panitia yang memiliki kemauan dan komitmen tinggi terhadap amanah yang diembankan,” tutur Ahkim. Kendati kepanitiaan diisi oleh mahasiswa semester satu, Ahkim menambahkan, segala halnya akan tetap di bawah pantauan panitia inti sejumlah 50 orang. Sehingga nantinya tidak akan timbul kekhawatiran baik dari mahasiswa maupun dari HMJ.

Terkait alur pendaftaran, Ahkim menjelaskan hanya cukup mendatangi sekretariat HMJ PIPS di lantai lima gedung FITK, UIN Jakarta. “Usai mendaftar, pendaftar langsung dites wawancara. Menyoal pengumuman kepanitiaan baru akan dilakukan lusa nanti,” imbuhnya. “Saya berharap, agar dengan dibukanya kepanitiaan ini untuk mahasiswa semester satu, maba jadi lebih tertarik untuk ikut bergabung bersama HMJ,” harap Ahkim.

Sementara itu, mahasiswa PIPS semester satu yang akrab disapa Iqbal, mengatakan dirinya sebagai mahasiswa baru merasa tertarik dengan akan diselenggarakannya Social Culture ini. “Ini merupakan acara yang digagas oleh jurusan. Jadi saya berharap Social Culture dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

(Faizah Fitriah)

Lego Dee Jadi Ajang Silaturahmi dan Pembelajaran Maba

diposting pada tanggal oleh Radio RDK UIN Jakarta

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa  Inggris (PBI) atau yang biasa dikenal dengan Department of English Education (DEE),  Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), kemarin (21/9) baru saja menuntaskan program kerja (proker) tahunannya, yakni menyelenggarakan acara Lego Dee. Acara yang bertempat di Jawa Barat ini diikuti oleh 90 sampai 100 orang mahasiswa baru (maba). Kegiatan yang tak hanya bertujuan untuk saling mengakrabkan maba dengan senior PBI ini, juga menjadi wadah bagi maba untuk mendapat pembelajaran terkait dunia perkuliahan.

Pengurus HMJ PBI, Bella Shinta Maynanda mengaku acara ini bukan hanya sekadar mengakrabkan, namun juga memberikan pembekalan bagi maba guna menghadapi dunia baru, yakni perkuliahan. Dalam pelaksanaannya, Lego Dee menghadirkan pemberian materi terkait jurusan, kiat-kiat critical thinking, dan banyak lainnya. “Pemberian materi ini bertujuan agar maba mengetahui langkah-langkah apa yang dapat mereka tempuh dalam menjalani pendidikan di bangku perkuliahan ini,” ujar Bella. Tak hanya memberi materi, maba juga dilatih untuk kompak dan berbaur dengan senior PBI melalui games edukasi yang disuguhkan dalam acara ini.

Terkait persiapan, Bella mengaku persiapan memakan waktu cukup lama, yakni sekitar dua hingga tiga bulan. “Hal ini juga disebabkan persiapan ini jatuh pada saat libur semester, sehingga panitia banyak yang sedang berada di luar kota,” ungkapnya. “Namun terlepas dari itu, Lego Dee tetap berjalan dengan baik,” sambungnya kembali. Bella berharap dengan kegiatan pembekalan yang dibalut mengakrabkan ini, maba dapat mengetahui terkait kehidupan kampus, dan mengenal PBI secara mendalam.

Mahasiswi PBI semester tiga, Dinda Larasati mengatakan, dirinya yang berstatus maba di tahun lalu dapat merasakan manfaat dari pembekalan yang ia peroleh saat mengikuti Lego Dee di tahun sebelumnya. “Sejujurnya acara ini amat bermanfaat, karena kita sebagai maba dapat memahami seluk beluk kehidupan kampus dengan pemberian materi dalam acara tersebut,” pungkas Dinda.

(Faizah Fitriah)

HMJ PAI Sukses Adakan Values Camp 2017

diposting pada tanggal oleh Radio RDK UIN Jakarta

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), baru saja selesai menyelenggarakan acara tahunannya yakni Values Camp 2017 pada Jumat (22/9) hingga Minggu (24/9) di Villa Pandawa, Parung, Bogor, Jawa Barat. Acara yang merupakan bagian dari program kerja (proker) Departemen Kemahasiswaan ini diikuti oleh 86 orang mahasiswa baru (maba).

Koordinator Divisi Acara, Abdul Kholik menjelaskan, total keseluruhan jumlah maba yaitu sebanyak 115 orang. Namun jumlah tersebut tidak sama dengan total peserta yang mengikuti acara ini. Hal ini disebabkan sulitnya maba memperoleh izin dari orangtua.

 “Namun terlepas dari itu, acara Values Camp sendiri tetap berjalan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu ingin mengenalkan dan mengakrabkan maba dengan kakak kelas, alumni, serta dosen yang ada di PAI,” ungkap Kholik.

Terkait persiapan, Kholik mengaku sudah dipersiapkan sejak sebulan lalu. Kendati saat itu panitia juga disibukkan dengan kegiatan Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK), namun Kholik meyakini bahwa tidak ada fokus panitia yang terpecah. Hal ini mengingat kepanitiaan sudah dibagi sejak jauh-jauh hari.

Perihal rangkaian acara, Kholik mengaku didahului dengan pembukaan di FITK, kemudian pemberian materi, games, outbound, malam puncak, color run dan glow in the dark. “Tak hanya itu, HMJ juga menjadi fasilitator bagi maba yang belum menyelesaikan tes Baca Tulis Alquran (BTQ), sehingga maba yang kemarin tak ikut dan belum menyelesaikan tes BTQ, akan diajak ke sekretariat HMJ PAI untuk melakukan hal tersebut,” ujar Kholik. Kholik berharap agar dengan telah diselenggarakannya Values Camp 2017 ini, tidak ada jarak yang membentang di antara sesama maba, maba dengan kakak kelas maupun alumni.

Sementara itu, Ketua Departemen (Kadep) Kemahasiswaan, Sholihin Firdaus, menuturkan, proker ini merupakan proker yang bertujuan ingin menjadi ajang silaturahmi antar sesama warga PAI. “Selain itu, kami juga mempunyai proker terakhir yang juga memiliki tujuan yang sama dengan Values Camp, yakni Roket PAI, dan proker ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi bagi internal PAI namun juga bagi pihak luar PAI” aku Sholihin.

Menyoal filosofi di balik nama Values Camp, Sholihin beranggapan bahwa Values yang berarti nilai adalah sebuah harapan agar nantinya, maba dan keseluruhan yang berpartisipasi pada acara tersebut dapat memperoleh nilai, baik secara akademis, kekeluargaan, dan kesenangan, setelah mengikuti kegiatan ini. “Pemberian nama tersebut sudah ada sejak 2014 lalu, dan nama itu yang akan terus kami gunakan,” ujarnya. Dirinya bergarap semoga acara ini benar-benar mampu mencapai tujuan awalnya, yakni untuk saling mengakrabkan satu sama lain.

(Faizah Fitriah)

Dema dan Komda FITK Adakan Tabligh Akbar

diposting pada tanggal 24 Sep 2017 11.39 oleh Radio RDK UIN Jakarta


Ustadz Haikal Hassan sedang menjelaskan manfaat berhijrah


Memperingati Tahun Baru Islam 1439 Hijriah, dilakukan dengan berbagai cara seperti pawai obor. Salah satunya seperti yang dilakukan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) bekerjasama dengan Komisariat Dakwah (Komda) FITK menyelenggarakan acara Tabligh Akbar dengan tema “Cintai Indonesia dengan Hijrah Semangat Baru untuk Peradaban”. Bersama Ustadz Haikal Hassan pada Jumat (22/9), kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Jamiah Student Center UIN Jakarta. Acara ini terbuka bagi umum.

Hubungan masyarakat (humas) acara, Nisa mengatakan, tujuan acara ini diselenggarakan adalah untuk mengajak masyarakat umum, khususnya mahasiswa UIN Jakarta untuk mencintai Indonesia dengan berhijrah. Hijrah bisa diartikan perubahan dari satu situasi kepada situasi yang lebih baik. Maka dengan ini, diharapkan mahasiswa bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dengan semangat baru untuk peradaban.

Selain tujuan, Nisa juga menjelaskan alasan memilih sosok Ustadz Haikal Hassan, karena mumpuni untuk membawakan tema tersebut. Ia juga sudah banyak dikenal sehingga diharapkan antusias peserta menjadi lebih tertarik dan banyak.

“Begitu juga dengan tema, berkesinambungan dengan memperingati Tahun Baru Hijriah dan tema tersebut cocok untuk membangkitkan semangat mahasiswa untuk berhijrah demi peradaban yang lebih baik. Harapannya, semoga generasi muda sekarang sebagai agent of change yang mengetahui tugas dan fungsi generasi penerus bangsa,” tutur Nisa.

Mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Alya Elssiana Johan mengungkapkan, manfaat yang didapat setelah datang keacara tersebut, alya merasakan perubahan pola pikir bahwa hijrah itu penting untuk perubahan peradaban yang lebih baik di era digital sekarang dan sadar tujuan hidup ini bukan untuk diri sendiri saja, tetapi agar bermanfaat bagi orang banyak dan menemukan pemikiran.

(Shari Ayu)

Mengenal Hikmah dan Makna Tahun Baru Islam

diposting pada tanggal 24 Sep 2017 11.26 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Karnaval perayaan tahun baru Islam
source : tribunnews.com

Tahun Baru Hijriah adalah salah satu hari besar bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Peringatan yang hadir setiap setahun sekali itu untuk mengenang peristiwa hijrahnya Rasulullah Saw dan para pengikutnya dari Mekkah menuju Madinah. Tahun Baru Islam 1 Muharram mempunyai arti bulan haram atau pun bulan suci dan Perayaan Tahun Baru Hijriah jatuh pada tanggal 1 Muharam (kalender Arab), 1 Suro (kalender Jawa) atau pada 21 September 2017 menurut kalender masehi.

Kondisi dan situasi Kota Mekah pada saat itu sudah tidak aman dan nyaman lagi untuk syiar Islam. Maka Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad Saw beserta sahabat untuk hijrah ke Madinah dari Kota Mekah. Hijrahnya nabi dan sekelompok sahabatnya ke Madinah bukan berarti pengecut, pergi ke Madinah meninggalkan umatnya di Mekah untuk mencari selamat. Hijrah bisa dimaknai mundur selangkah untuk mencapai kemenangan. Kenyataannya, di Madinah nabi berhasil membangun konsolidasi umat yang pada saatnya kembali merebut Kota Mekah dengan sangat mencengangkan. Bagaimana mungkin revolusi besar terjadi tanpa setetes darah, itulah Fathul Makkah. Dengan begitu, perubahan perilaku manusia memerlukan ikhtiar yang diawali niat, termasuk memaknai pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah.

Menurut Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) jurusan Pendidikan Bahasa arab semester tiga, Fitrianah mengungkapkan makna dan hikmah datangnya tahun baru Islam satu Muharam 1439 Hijriah sebagai peristiwa hijrah. Hal ini juga dapat dimaknai sebagai cermin perjuangan untuk memperbaiki kehidupan yang disertai keberanian, perjuangan, dan sifat rela berkorban seperti yang dicontohkan Rasulullah Saw. Fitri menambahkan, pergantian tahun hendaknya dapat membuahkan perubahan dalam perilaku seorang muslim dari tahun sebelumnya, pergantian tahun harusnya membawa makna perubahan, yakni mampu menghijrahkan diri pribadi untuk hidup yang lebih baik serta diridhoi Allah SWT.

Dengan pergantian Tahun Baru Islam, diharapkan seseorang dapat meninggalkan kebiasaan, ataupun perilaku buruk. Jika pada tahun sebelumya, kadar ibadah dan amaliah belum baik, maka pada tahun baru ini hendaknya harus lebih baik,” ungkapnya.

Sementara Menurut Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Satria Haekal mengungkapkan, dipilihnya peristiwa hijrah sebagai momentum penanggalan Islam karena beberapa pertimbangan, antara lain dalam Alquran sangat banyak penghargaan Allah bagi orang-orang yang berhijrah, masyarakat Islam yang berdaulat dan mandiri baru terwujud setelah ke Madinah, dan umat Islam sepanjang zaman diharapkan selalu memiliki semangat hijriah, yaitu jiwa dinamis yang tidak terpaku pada suatu keadaan dan ingin berhijrah kepada kondisi yang lebih baik daripada sebelumnya.

Penanggalan Islam dipilih konteks hijrah nabi, bukan milad yang sekaligus tahun kematian nabi, bukan pula momentum turunnnya Alquran yang sekaligus pelantikannya sebagai nabi dan rasul. Ini membawa hikmah lebih besar bahwa konsep dan spirit hijrah sarat berisi pesan kemanusiaan. Bila di suatu tempat kemerdekaan beriman dan berekspresi sulit berkembang, dimungkinkan untuk hijrah. Namun, tidak mesti harus hijrah fisik, tetapi bisa tetap di tempat fisik, namun suasana batin dan jalan pikiran yang harus berubah. Bagaimana mentransformasikan diri dari suatu kondisi yang tidak kondusif mengembangkan ekspresi keberimanan kita lalu hijrah ke kondisi lain yang lebih kondusif untuk hal tersebut.

(Shari Ayu) 

Pilih Angkutan Umum atau Angkutan Publik?

diposting pada tanggal 24 Sep 2017 11.15 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Jakarta ialah ibukota negara Indonesia. Tak lazim, kepadatan terjadi di setiap pojok kota ini. Banyaknya penduduk desa yang memilih berimigrasi ke kota padat ini sudah banyak terjadi dari awal tahun 2000, yang dilansir dari data.jakarta.go.id. Peluang dari segi sandang, pangan, papan akan terjamin dalam ibukota Indonesia yang menjadi jantung Indonesia. Hal tersebut menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk yang ada di wilayah Jakarta. Tercatat sudah sekitar 13 juta penduduk yang menempati wilayah dengan penduduk asli suku Betawi ini. Telah dilakukan berbagai cara untuk mengatasi kepadatan di Jakarta, pemerintah maupun masyarakat telah bekerja sama untuk menciptakan Jakarta yang nyaman serta asri. Sisi tolok ukur yang dapat masyarakat Indonesia lihat, bahwa Jakarta seringkali terjadi kemacetan. Banyak sekali faktor yang menyebabkan Jakarta macet seperti yang telah terjadi.

Salah satu dosen Pendidikan Kewarganegaraan UIN Jakarta Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) mengaku, faktor utama yang menyebabkan sering terjadinya kemacetan di Jakarta ialah seiring bertambahnya penduduk dalam setiap detik, layaknya perbandingan 2:3. Adanya kecelakaan yang sering terjadi akibat tak sabar menghadapi kemacetan di Jakarta sudah sering terjadi bagi masyarakat dengan suku Betawi ini. Banyaknya kendaraan yang terus bertambah dengan kendaraan pribadi yang beroda dua, tiga, maupun empat serta kendaraan-kendaraan besar yang disebut truk atau fuso sering melintasi garis ibukota Indonesia ini.

“Sudah diterapkannya peraturan plat ganjil genap, penugasan kepada polisi untuk menertibkan lalu lintas telah dilakukan pemerintah guna memperbaiki kemacetan ini, namun harus ada tindakan lebih tegas lagi. Salah satu alternatif yang amat baik ialah mengadakan angkutan publik,” ujar dosen dengan kulit hitam manisnya tegas mengatakan.

Salah satu mahasiswa FDIKOM jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menuturkan, saat semester dua sering kali menggunakan transportasi umum yang disediakan pemerintah Jakarta yaitu transjakarta.

Rumah saya jauh di Cibubur. Tapi, hanya dengan merogoh kocek Rp 3.500 ,00 saya sudah bisa keliling Jakarta atau pergi ke kampus. Itu tergolong amat hemat dan saya senang. Akan tetapi, di semester tiga ini saya mulai tinggal di asrama, jadi menggunakan angkot yang dapat juga menjadi alternatif baik, dari pada membawa motor dan merasakan macet.” ujarnya.

Lebih baik pilih transportasi umum apakah transporasi pribadi, jawablah dengan hati nurani Anda yang merasakan lelah menghadapi kemacetan.

(Radhina Rifa)

HMJ PAI Akan Selenggarakan Roket PAI 2017

diposting pada tanggal 24 Sep 2017 10.52 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Bagi pecinta pendidikan, seni, dan olahraga dan menyukai sebuah kompetisi, Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) akan menyelenggarakan Revolusi Kreatifitas PAI (Roket PAI) 2017, yang didalamnya terdapat beberapa lomba yang menarik. Rangkaian perlombaan ini merupakan kompetisi tahunan terbesar PAI bagi mahasiswa, siswa, maupun umum yang terdiri dari tiga kategori, akademis, seni, dan olahraga. Tentunya dengan hadiah yang menggiurkan serta terdapat kegiatan-kegiatan sosial seperti donor darah dan bakti sosial yang akan dilaksanakan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Lomba akan dimulai dari tanggal 9 Oktober 2017 dengan lokasi lomba yang akan disesuaikan dengan jenis perlombaan.

Rangkaian lomba yang akan dilaksanakan tentunya menarik. Dengan suguhan biaya pendaftaran yang masih dapat dijangkau dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengikuti lomba-lombanya.

“Dalam kategori akademis, terdapat lomba olimpiade PAI se-Jabodetabek, lomba essay online, lomba qiroatul kutub, serta lomba tilawah Alquran. Sedangkan dalam ketegori olahraga terdapat lomba futsal, badminton, dan basket. Dan tak kalah seru, kategori seni yaitu lomba tari saman, festival hadroh, festival marawis,kaligrafi, dan mural art, ” ujar Aulia sebagai salah satu bagian hubungan masyarakat (humas) dalam Roket PAI ini. “Nyesel kalau ga ikut, deh!” tambahnya meyakinkan.

Acara besar ini juga tentunya dinantikan dengan seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), tak heran jika mahasiswa yang non-jurusan PAI pun sudah tak sabar menantikan acara tahunan yang super menarik ini.

“Walaupun aku dari jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), aku amat ga sabar nunggunya. Seolah-olah acara ini udah acara FITK saja,” ujar Nita, salah satu mahasiswa FITK yang aktif di HMJ PIAUD. Dirinya berharap, agar acara ini tak kalah keren dari tahun kemarin.

(Radhina Rifa)

1-10 of 1312