News‎ > ‎

Berita Kampus


Mari Kenali Sifat Nabi dan Rasul untuk Diteladani

diposting pada tanggal 21 Nov 2017 10.35 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Sebagai seorang muslim, wajiblah hukumnya untuk beriman kepada Allah Swt sebagai sang Pencipta. beriman kepada Allah merupakan salah satu rukun Islam pertama. Selain beriman kepada Allah Swt, seorang muslim juga patut beriman kepada nabi dan rasul-Nya, sebagaimana tertera dalam rukun Islam ke empat. Jumlah nabi yang wajib diketahui ada 25 nabi. Nabi terakhir yang menjali suri tauladan umat Islam yakni Nabi Muahmmad Saw, beliau merupakan Nabi penutup yang wajib diimani oleh muslim. Rasulullah Saw menjadi manusia paling sempurna karena akhlak dan perbuatan yang mulia,  serta sifat dan ciri kenabian yang dimiliki. Sifat - sifat tersebut patut untuk diteladani oleh umat Islam.

 

Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), mata kuliah Akhlak Tasawuf, Drs.Hamdani, M.A mengatakan, secara khusus Nabi Muhammad Saw memiliki empat sifat wajib yang menjadikannya manusia paling mulia di bumi. Sifat yang dimiliki Nabi Muhammad ada empat yang wajib diteladani. Hamdani menjelaskan, Nabi Muhammad memiliki sifat shiddiq, hal ini beliau terapkan dalam kehidupan sehari-hari Rasulullah, dimana segala perkataan dan perbuatannya selalu jujur dan benar. Selain jujur, Rasulullah juga sangat amanah, beliau merupakan orang yang bisa dipercaya dengan menjalanan amanah dan tidak akan mengikarinya. Maka pada zamannya tidak heran jika penduduk Mekkah selalu mempercayai Nabi Muhammad karena beliau merupakan orang yang terpercaya, bahkan sebelum dirinya diangkat sebagai nabi. Rasulullah juga memiliki sifat tabligh yang berarti nabi selalu menyampaikan wahyu dari Allah. Nabi menerima wahyudari Allah Swt yang kemudian disampaikan kepada umatnya. Nabi Muhammad merupakan seorang yang pintar, cerdas, dan intelektual. Hal ini berarti Nabi Muhammad memiliki sifat fathanah, kecerdasan nabi dapat dilihat melalui kemampuan dirinya menyampaikan dan menjelaskan ayat Al-Qur’an yang berasal dari firman Allah tanpa ada kesalahan dan kekeliruan.


“Sifat-Sifat Nabi dan Rasul tersebut seharusnya untuk menjadi tauladan kita semua, karena Nabi Muhammad merupakan suri tauladan umat islam,” Ujar Hamdani.

 

Mahasiswa Fakultas Ushuludin jurusan Ilmu Tasawuf semester sembilan, Hizaji Ahmad mengatakan, sebagai seorang muslim, tentu sudah mengetahui nama-nama nabi dan rasul. Selain dirumah, di Taman Pendidikan Al-Qur’an dan bangku sekolah, belajar mengenal sifat lain diantanya sabar, qonaah, dermawan, pekerja keras, disiplin, bertanggung jawab, rendah hati, penuh kelembutan dan lainnya.


(Naila Fitri)

Asteroid Baru dalam Tata Surya

diposting pada tanggal 21 Nov 2017 10.26 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Interstellar Asteroid Oumuamua
sumber :  Astrobob.areavoices.com

Dalam tata surya terdapat suatu benda berukuran kecil, yang lebih kecil dari planet bumi dan lebih besar dari meteoroid, yakni asteroid. Hampir semua asteroid bentuknya tidak teratur, ada yang berbentuk bulat hingga menyerupai ceres, serta mayoritas asteroid yang telah diketahui mengorbit pada sabuk asteroid pada orbit Mars dan Yupiter. Namun pada akhir Oktober lalu, astronom telat mendeteksi tamu pertama sistem tata surya. Tamu pertama dalam sistem tata surya diberikan nama “Oumuamua” oleh para Ilmuwan, nama tersebut diambil dari bahasa Hawaii, yang memiliki arti “Utusan Pertama dari Lokasi yang Jauh”. Oumuamua ditemukan oleh astronom dari University of Hawaii Institute for Astronomy, Roby Werk dan Marco Micheli.

Dilansir dari Kompas.com, Penulis National Optical Astronomy Observatory Amerika Serikat, Jayadev Rajagopal mengatakan, jika planet terbentuk disekitar bintang lain seperti cara planet terbentuk di tata surya kita, maka akan ada banyak obyek seukuran Oumuamua yang terlempar keluar dalam prosesnya. Selain Oumuamua, asteroid ini juga telah diberi nama 1I/2017 U1 oleh International Astronomical Union (IAU). Huruf “I” disini adalah singkatan untuk Interstellar antar bintang, dan Oumuamua adalah obyek pertama yang mendapat “I” didalam namanya.  Oumuamua bergerak dengan sangat cepat yakni dengan kecepatan 44 kilometer per detik atau 158.400 kilometer per jam. Saking cepatnya Oumuamua bisa melewati tata surya dengan lintasan tanpa terseret oleh gravitasi matahari.

“U1 (Oumuamua) mungkin adalah bukti langsung pertama kita bahwa sistem planet disekitar bintang lain melemparkan obyek ketika mereka terbentuk,” Ujar Jayadev.

Mahasiswa Institute Pertanian Bogor (IPB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi Meteorologi Terapan, semester lima, Nadya Febrianessa mengaku, penemuan objek misterius yang mengunjungi bumi sudah ia dengar beritanya sejak bulan lalu. Nadya mengatakan, Oumuamua pertama kali dibahas dalam salah satu mata kuliah sebagai komet. Namum dalam penelitian seksaama, Oumuamua tidak memiliki awan gas dan debu yang umum ada pada komet, maka astronom beraih mengidentifikasikan Oumuamua sebagai asteroid.

(Naila Fitri)

Kongres Nasional dan Seminar HMPII UIN Alauddin Makassar

diposting pada tanggal 21 Nov 2017 10.20 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Foto bersama para delegasi UIN Jakarta dengan salah satu anggota HMPII

Himpunan Mahasiswa Perpustakaan dan Informasi Indonesia (HMPII) menggelar Seminar Nasional dan Kongres ke VI, yang diadakan di UIN Alauddin Makassar sebagai tuan rumah. Kegiatan ini juga mengundang Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Jurusan Ilmu Perpustakaan, dengan mengirim tiga delegasinya untuk menghadiri Kongres dan Seminar Nasional pada Jumat (17/11) sampai  Senin (20/11). Tema kegiatan ini yaitu “Tranformasi Perpustakaan sebagai Ruang Literatur dan Pengembangan Masyarakat”, selain itu kegiatan yang dilaksanakan merupakan hasil keputusan pada Kongress HMPII di Universitas Padjajaran tahun lalu.

Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan, Mochammad Fachrul Rizaldy, mengatakan, HMPII merupakan ajang pengamatan perkembangan perpustakaan dalam skala nasional yang dikembangkan sebagaian besar akademisi di beberapa perguruan tinggi. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dua tahun sekali, dengan bertujuan meningkatkan insight calon professional bidang informasi indonesia dalam menghadapi era digital. Arul menuturkan, acara penyambutan dan seminar dihadiri kepala Perpustakaan Pusat UIN Allauddin Makassar, dan Kepala Perpustakaan Nasional. Sedangkan dalam kegiatan Kongres membahas tentang laporan pertanggung jawaban, musyawarah kerja nasional, dan merancang kepengurusan yang baru.

“Melalui kegiatan Kongres Nasional dan Seminar dapat menambah wawasan, bertukar pikiran dengan mahasiswa dari berbagai perwakilan wilayah di Indonesia,” Ujar Arul.

Mahasiswa FAH, jurusan Ilmu Perpustakaan semester tiga, Indri Rahayu mengatakan, sebagai delegasi dari semester tiga anggota HMJ Ilmu Perpustakaan, telah mempelajari banyak hal tentang keorganisasian, perkembangan perpustakaan serta bertukar pikiran pada mahasiswa lain dari berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman menarik ini tidak akan terlupakan begitu saja, karena kegiatan tersebut membuat keyakinan akan potensi pustakawan di masa yang akan datang.

“Kegiatan Kongres Nasional dan Seminar telah menyadarkan akan pentingnya peran pustakawan pada dimasa yang akan datang. Kegiatan ini juga telah membuktikan dari berbagai banyak perbedaan dapat menyatukan visi yang kokoh,” Ujar Indri.

(Naila Fitri)

BPI Gelar Seminar Nasional Menjadi Entrepenuer di Era Digital

diposting pada tanggal 20 Nov 2017 09.24 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Yopan Prihadi memaparkan materi terkait entrepeneur

Menyadari dunia digital menawarkan pasar baru yang menjanjikan bagi entrepeneur muda, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) telah menyelenggarakan Seminar Nasional yang mengusung tema “Uangkan Uang Anda, Bagaimana Cara Mengambil Peluang Bisnis yang Cerdas di Era Digital” sejak pukul 08.00 WIB di Teater Aqib Suminto lantai 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom). Diikuti oleh seluruh mahasiswa BPI, seminar bisnis online ini turut mengundang Yopan Prihadi, Sandi Willy, dan Firdha Auliah Rahmah yang telah mahir dalam berbisnis online.

Firdha Aulia Rahmah seorang pengusaha muda pada kesempatannya menyampaikan perbedaan antara bisnis dan berdagang. Menurut Firdha, berdagang orientasinya hanya kepada pemenuhan kebutuhan, sedangkan berbisnis memiliki sistem yang lebih kompleks, seperti produk, target, manajemen, dan market place. Menurut Firdha menjadi pebisnis membutuhkan tekat yang besar, namun sangat tidak disarankan sekedar modal nekat. “Boleh punya tekat, asal jangan nekat,” pungkasnya. Firdha menambahkan, menjadi pebisnis sangatlah mulia karena membuka pintu rizki bagi banyak orang.

Yopan Prihadi seorang praktisi bisnis membandingkan Indonesia dan Malaysia dalam dunia entrepreneur. Menurut Yopan, Malaysia memiliki semangat dan jumlah pengusaha yang sangat tinggi dibanding Indonesia. Menurut Yopan tidak ada karyawan yang sukses selama statusnya masih karyawan, baginya menjadi pengusaha adalah definisi dari sukses, saat mampu memberi gaji karyawan. Setuju dengan Firdha, Yopan mengakui menjadi pengusaha adalah membuka pintu rizki bagi banyak orang. 

“Menjadi pengusaha bukanlah hal sulit, asal ada keberanian dan niat yang lurus, terlebih di era yang sudah serba digital seperti sekarang, semua sudah pindah jadi serba online, nyatanya pasar online memang 1000 kali lebih efektif dari pada pasar konfensional,” pungkasnya.

Mahasiswa Fdikom jurusan BPI semester satu bernama Qamariyah tanpa ragu membagi pengalaman berbisnisnya dihadapan peserta  seminar. Qamariyah atau yang akrab disapa Kokom mengaku telah menjalani bisnis kecil-kecilan sejak beberapa waktu dengan menjual makanan ringan. Dari usaha kecil-kecilannya tersebut Kokom mengaku mampu mengirimkan pulsa untuk orangtuanya di kampung, dan berencana memberi mereka hadiah yang lebih suatu saat. Tak mau berhenti dimakanan ringan, semangat berbisnis Kokom mulai merambah jual beli kaos kaki. “Saya mohon do’a nya dari kawan-kawan agar mampu mengembangkan sayap di dunia bisnis,” tutup Kokom.

(Syarifatul Azizah) 

Sisi Lain Anak Indonesia di Hari Anak Sedunia

diposting pada tanggal 20 Nov 2017 08.54 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Salah satu hak anak-anak adalah bermain

Miris, ditengah semakin berkembangnya zaman, berbagai campaign tentang hak anak digalakkan, permainan anak, dan sistem pendidikan bagi anak, ditengarai keterbatasan ekonomi membuat masih banyak anak Indonesia tidak terpenuhi kebutuhan dasarnya. Ironi, tak hanya kesempatan bermain dan berpendidikannya yang dirampas, tak jarang mereka menjadi tulang punggung bagi keluarga. Sejak 1990 Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) khususnya United Nations Children’s Fund (UNICEF) merayakan Hari Anak Sedunia, demi mengembalikan hak-hak anak yang harus dipahami masyarakat. Berbagai pihak didesak, tidak hanya Ayah ataupun Ibu, namun juga pemerintah, aktivis, dan media untuk terus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak. Ada beberapa hak anak yang harus dipenuhi, beberapa yang utama adalah tumbuh kembang, partisipasi, pendidikan, dan kasih sayang. Naasnya, dikondisi bangsa yang sedang berkembang, menyebabkan banyak keluarga di Indonesia yang tak benar-benar sadar akan hal ini, tak jarang anak dijadikan alat atau media penghasil uang, terutama dikota-kota besar penggunaan anak dianggap dapat menaikan nilai humanis demi meraup untung yang berlimpah.

Tentu ini menjadi pekerjaan rumah yang cukup berat bagi pemerintah Indonesia,tidak hanya di kota-kota besar, pekerja anak dan anak jalanan tersebar di berbagai kota di Indonesia. Kasus demi kasus bermunculan disebabkan oleh pekerja anak dibawah umur, hal ini ditengarai skill yang dimiliki anak tidak cukup mumpuni dalam dunia industri, keterbatasan fisik dan kemampuan menjadi faktor utama. Seringkali seorang anak bekerja didasari oleh niat mulia dengan tujuan membantu perekonomian keluarga, naasnya hal ini seringkali diartikan salah kaprah, bekerja seringkali menjadi bumerang terhadap hak dan tumbuh kembang anak itu sendiri. Kebijakan dan pengawasan seperti apa yang seharusnya diterapkan oleh pemerintah Indonesia?

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Ilmu Politik Muhammad Sarifin mengungkapkan keprihatinannya terhadap pekerja anak. Sebagai calon pemimpin, penerus dan pelurus bangsa, pendidikan menjadi hal paling dasar yang harus dienyam oleh anak Indonesia. Bicara soal anak-anak yang bekerja, Sarifin yang juga fasilitator forum anak DKI Jakarta ini mengungkapkan tentang hak dan kewajiban yang dimiliki seorang anak, besar dalam keluarga dengan kondisi perekonomian yang minim, tak jarang menjadikan anak memiliki kewajiban membantu orangtua terlebih dalam aspek ekonomi, namun diharapkan hal ini tidak menjadikan hak-hak anak terbengkalai.

Menurut Sarifin, anak-anak yang sudah disajikan pekerjaan dan nyaman dengan apa yang dilakukannya akan kehilangan motivasi untuk bersekolah, bahkan bermain. Meski tak sedikit anak yang tetap bersekolah dan bekerja usai sekolah, pekerjaan yang mereka lakukan sebagian besar menguras banyak energi seperti menjadi buruh ikan, pabrik, kernet, mengamen hingga paling tragis mengemis sangat menyita dan mengganggu tumbuh kembang serta pendidikan. Sarifin menambahkan, pemerintah seharusnya lebih tegas dalam memberantas perusahaan yang masih mempekerjakan anak dibawah umur, serta serius memberdayakan anak jalanan. 

“Saat sudah disodorkan oleh realita bahwa mereka harus bekerja mencari uang, mereka akan kehilangan mimpi mereka. Dunia bagi mereka akan semakin sempit, dengan adanya pendidikan mereka akan lebih paham bahwa perjalanan mereka masih begitu panjang dan motivasi diri terisi penuh,” ujar Sarifin. Sarifin berharap dihari Anak Sedunia ini anak-anak dapat menerima hak nya dengan layak dan baik, baik dari pendidikan, tumbuh kembang hingga kasih sayang.

Tak sekedar teori, pendidikan moral dan memiliki figure panutan yang baik sangat penting bagi anak. Peran orangtua, keluarga, pemerintah sebagai pembuat kebijakan diharapkan mampu mengarahkan masa depan anak terutama Indonesia dengan baik.

Mahasiswa Public Relation semester 5 London School Public Relation (LSPR) Aghnina Wahdini memaparkan, seorang anak sangat butuh ruang pemenuhan hak, terutama hak tumbuh kembang terlebih partisipasi. Sudah seharusnya anak memiliki ruang non-formal untuk meningkatkan kualitas diri, salah satunya dengan bermain. Dengan bekerja, sudah jelas waktu bermain anak akan terenggut, belum lagi anak-anak harus melakukan kegiatan yang tidak seharusnya untuk anak seusia mereka. Tidak hanya mengganggu fisik anak, tapi juga perkembangan psikologi.

“Anak tidak seharusnya dijadikan alat atau objek penghasil uang, mau tidak mau bekerja akan mengganggu tumbuh kembang mereka, sedangkan mereka masih pada era bermain dan belajar belum saatnya masuk ke era bekerja. Karna pada dasarnya mereka belum siap,” tukas Aghnina. Dihari Anak Sedunia Aghnina berharap anak-anak memiliki kebebasan dan menjadi generasi selektif serta tidak mudah terpengaruh. Tak hanya itu, Aghnina berharap anak-anak  jalanan terutama di kota-kota besar memiliki kehidupan yang lebih baik, perhatian lebih dari pemerintah dengan memberikan program ramah anak demi menciptakan generasi yang aktif dan partisipatif. “Selamat hari anak Sedunia,” tutupnya.  

(Syarifatul Adibah)

Balamuda, Yuk Jaga Kondisi Badan di Musim Penghujan

diposting pada tanggal 20 Nov 2017 08.31 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Indonesia sebagai negara beriklim tropis mengenal dua jenis musim, yakni musim panas yang berlangsung mulai dari April hingga Oktober, dan musim penghujan Oktober hingga April. Perubahan cuaca yang terbilang berbeda ini tak ayal membuat sebagian masyarakat Indonesia terkena virus pancaroba yakni musim peralihan dari panas ke dingin, seperti demam, flu, batuk, dan lain sebagainya. Tentunya, agar balamuda tidak jatuh sakit di musim penghujan ini, perlu adanya perlindungan untuk tubuh guna terhindar dari sederet penyakit yang mengintai.

Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) bernama Dinda Laras mengaku, di musim penghujan seperti ini ia merasa perlu melakukan perlindungan ekstra bagi dirinya, hal ini disebabkan suhu udara yang dingin dapat memicu banyak penyakit. “Sebut saja seperti flu ringan. Terkadang jika kondisi tubuh lemah, flu dapat mendera dengan mudahnya. Mengonsumsi vitamin untuk mengebalkan sistem imuns juga tidak ada salahnya. Serta siap sedia paying atau jas hujan agar tidak terguyur jika tiba-tiba hujan turun,” tutur Dinda.

“Selain itu, menjaga kesehatan diri dan menjaga lingkungan merupakan dua hal yang sama pentingnya. Misalnya saja Demam Berdarah (DBD), nyamuk Aedes Aegypti biasanya akan mudah berkembangbiak di tempat-tempat lembab. Untuk itu saya juga merapihkan lingkungan sekitar tempat tinggal saya,” lanjutnya.

Dilansir dari doktersehat.com, menjaga kondisi badan di musim penghujan juga bisa dilakukan dengan sesekali mengkonsumsi teh herbal untuk menghangatkan tubuh, serta perbanyak meminum air putih yang jernih, hal ini akan membantu tubuh untuk tetap terhindar dari penyakit. Sebab air putih akan membantu detoks tubuh dari racun, serta menjaga kekebalan tubuh.

Senada dengan itu, siswi SMA Negeri 46 Jakarta, Rania Dewi mengaku, kendati jarak rumahnya ke sekolah berkisar 10 KM, ia tetap mempersiapkan segalanya dengan matang seperti membawa jas hujan atau payung. “Menurut saya, awal seseorang dapat terserang penyakit karena pola hidupnya. Jika sering diguyur hujan, tentu saja penyakit seperti flu, pilek, demam dan batuk dapat menyerang. Selain itu, saya juga termasuk yang gemar mengonsumsi air putih dan memakan makanan yang tidak memicu penyakit lainnya, missal gorengan yang dapat menyebabkan radang tenggorokan,” paparnya.

(Faizah Fitriah)

“TRANSISI” Pameran Tahunan Kalacitra Kembali Digelar

diposting pada tanggal 20 Nov 2017 08.16 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kalacitra kembali menggelar acara pameran tahunannya. Kali ini tema yang diusung adalah “Transisi” yang menjelaskan perkembangan zaman yang kini beralih dari serba konvensional menjadi segala yang berbau digital, seperti berbelanja yang dapat dilakukan via online, dahulu membaca berita dari surat kabar cetak namun kini juga bisa dilakukan melalui portal online. Acara ini berlangsung mulai kemarin, Senin (20/11) hingga Sabtu (25/11) mendatang. Pembukaan berlangsung di Aula Student Center (SC) Lantai 1 dan dibuka dengan penampilan dari UKM Komunitas Musik Mahasiswa (KMM) RIAK serta tari tradisional betawi oleh Pojok Seni Tarbiyah (POSTAR).

Anggota Divisi Acara sekaligus Pameris bernama Fatimah Ramadhani mengaku, pameran ini merupakan persyaratan yang perlu dijalani oleh calon anggota Kalacitra untuk menjadi anggota seutuhnya. “Setelah mengadakan pameran ini, kami juga akan melalui kegiatan outdoor sebagai tahap penyeleksian berikutnya. Terkait persiapan, sudah mencapai 90% dan meliputi desain, persiapan acara, tempat dan penampilan-penampilan,” tutur perempuan yang disapa Rama.

Lebih dari itu, Rama berharap agar pameran “Transisi” dapat mewakili keresahan masyarakat akan lingkungan dan keadaan sosial di sekitarnya, yang tertuang dan dieskpresikan melalui foto-foto dalam acara ini. “Selain sebagai acara tahunan, tujuan dari pameran juga untuk menjembatani masyarakat agar mengetahui apa-apa yang kurang dari lingkungannya. Semoga acara ini dapat berjalan sukses dan lancar tanpa hambatan,” pungkasnya.

Sementara itu, Nafsyia, mahasiswi jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), mengutarakan opininya terkait diselenggarakannya “Transisi”. Menurutnya, sebuah momen yang terekam di sebuah foto, berbicara lebih dalam kepada yang menyaksikannya. Sehingga mengetahui adanya pameran foto ini, membuatnya bersemangat. “Saya rasa jarang sekali ada pameran foto begini. Terima kasih untuk Kalacitra,” komentarnya.

(Faizah Fitriah)

Kasus SetNov Jadi Sorotan Media Barat, Begini Tanggapan Mahasiswa UIN Jakarta

diposting pada tanggal 20 Nov 2017 08.12 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Kasus mega korupsi proyek pengadaan electronic KTP (e-KTP) yang melibatkan berbagai pihak, baik dari kursi pemerintahan maupun dari pihak swasta telah merugikan negara setidaknya 2,3 triliun rupiah. Tentunya hal ini membuat masyarakat geram terhadap dalang di balik tindak kejahatan ini. Tersangka yang perlahan mulai terkuak seperti Sugiharto yang merupakan mantan Direktur Pengelola Informasi dan Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kemudian Irman yakni atasan dari Sugiharto, serta sederet nama lainnya hingga yang paling anyar Setya Novanto (Setnov). Ketua Fraksi Partai Golkar ini menjadi sangat kontroversial. Sempat ditahan (17/7), Setnov kemudian berhasil dibebaskan pada putusan sidang praperadilan karena status tersangkanya yang dianggap tidak sah oleh hakim tunggal Cepi Iskandar Jumat (29/9) lalu. Kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menahan Setnov kembali dan kasusnya semakin kontroversial, hingga menjadi sorotan media barat.

Disinggung theguardian.com, kasus Setnov disebut-sebut dramatis. Pasalnya Setnov berkali-kali mangkir dari panggilan tim penyidik KPK, hingga kemudian KPK pun membuat sayembara untuk yang melihat sosok Setnov akan dihadiahi reward dengan nominal tertentu. Namun selang sehari dari pengumuman sayembara tersebut, Setnov justru ditemukan, yang menurut theguardian.com terkesan dramatis karena Setnov ditemukan setelah mengalami kecelakaan di bilangan Jakarta Selatan. Menyikapi hal ini, mahasisiwi Psikologi UIN Jakarta, Siti Hodijah berpendapat tentang  foto-foto yang tersebar di internet perihal selang oksigennya yang tak tersambung dan jarum suntik untuk bayi yang ia gunakan.

“Saya belum bisa menyimpulkan dengan pasti kondisi psikis seperti apa yang Pak Setnov alami, yang jelas hal tersebut memang mengundang kecurigaan masyarakat,” tutur Hodijah. Baginya, ada banyak sekali kemungkinan untuk seseorang bisa melakukan hal yang demikian. “Faktor psikis seseorang dipengaruhi oleh keadaan di sekitarnya, kurang lebih begitu yang bisa saya katakan,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) bernama Ahad Affandi mengatakan, keadaan yang menimpa lelaki berusia 62 tahun itu hanya memperparah kegemasan masyarakat. “Intinya saya hanya berharap pada Setnov, jika memang tidak bersalah sebaiknya dibuktikan saja. Sebaik-baiknya jalan keluar adalah dengan menghadapi, bukan menghindari,” tegas Ahad.

(Faizah Fitriah)

Save the Date for Closing Syahid Fair

diposting pada tanggal 19 Nov 2017 08.34 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Lembaga Dakwah Kampus Syarif Hidayatullah (LDK Syahid) mempersembahkan sebuah acara Closing Syahid Fair yang diisi dengan agenda seminar nasional dan talkshow Qur’ani dengan menghadirkan Muzammmil Hasballah sebagai imam muda masjid Salman, Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Archie Wirija sebagai founder Qur’ani Project. Tema yang akan dibahas ialah Sinergitas Alquran dan Teknologi dalam Menghadapi Tantangan di Era Milenial pada Kamis (7/12) yang dimulai pukul 12.30 WIB di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta.

Narahubung dalam acara tersebut, Uchan menuturkan, setelah acara selesai Muzammil Hasballah akan menutup acara tersebut dengan menjadi imam saat pelaksanaan sholat maghribnya. “Serta, peserta tak akan rugi dalam mengikuti acara ini, sebab selain ilmu yang bermanfaat didapatkan, e-sertifikat, makan siang, dan doorprize akan dihadirkan dalam acara ini,” tuturnya. Uchan menambahkan, jika ingin mendaftar secara online, caranya adalah membuka link bit.ly/GenerasiQurani dengan pilihan presale satu dan presale dua nantinya, sesuai dengan tanggal yang telah ditentukan.

Salah satu panitia acara, Nurul Adilah mengungkapkan, Selain materi yang disuguhkan, terdapat acara galang dana untuk Palestina. “Agar, acara lebih berkah dan diridhoi Allah tentunya,” tutup Nurul.

Radhina Rifa Muthiah

Pecahnya Closing Volconomy bersama Maliq & D’essentials

diposting pada tanggal 19 Nov 2017 08.22 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (DEMA FEB) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Pembangunan telah melaksanakan closing pada Jumat (17/11). Dalam serangkaian acara di fakultas maupun jurusannya, acara yang diberi nama Volconomy tersebut, berarti “Volume of Economy” menghadirkan dua gues star, yaitu Maliq & D’essentials dan Aditia Sofyan. Dua gues star tersebut manggung di UIN Jakarta untuk pertama kalinya, yang mana acara tersebut bertempat di Student Center UIN Jakarta.

Ketua umum dalam rangkaian Volconomy, Muhammad Feisal mengungkapkan, acara closing kali ini menampilkan bakat-bakat dari para pemenang yang sudah terpilih dari serangkaian acara lomba vocal di Voconomy ini. “Terlebih lagi, ada beberapa mahasiswa FEB yang memiliki kesempatan manggung dengan bakat vocal yang mereka miliki pula tentunya,” tambah Feisal.

Suasana saat Aditia Sofyan telah menyanyikan 10 buah lagu yang membuat para penonton pun ikut besenandung bersamanya, sehingga antusiasme dapat terlihat jelas. “Saya suka jika seluruh penonton saya seperti mahasiswa UIN Jakarta ini,” tutur vokalis tersebut di tengah-tengah dirinya manggung. Sorak-sorai penonton pun makin menghiasi seluruh wahana alunan musik tersebut.

Tak lain dari itu, gues star utama dalam closing volconomy ini, yaitu Maliq & D’essentials, telah menyanyikan set list lagu mereka. Sungguh mengagumkan reaksi dari penonton yang amat menikmati alunan musik dengan ciri khas musisi ternama tersebut. “Konsep seperti ini sudah didiskusikan oleh para panitia pelaksana, terlebih lagi Maliq & D’essentials merupakan salah satu musisi dengan vote fans-nya mayoritas di daerah Ciputat, jadi tak sembarangan melihat pasaran akan meriahnya acara yang diisi oleh Maliq & D’essentials ini,” ungkap Ifan Eria Rofandri sebagai penanggung jawab dalam closing ini. “Target pun sudah tercapai dan kendala umum yang sudah lumrah dapat kita minimalisir,” tambahnya.

Maliq & D’essentials sampai-sampai membagikan 5 VCD dengan cuma-cuma saat mereka manggung dengan meriahnya. “Aku senang banget bisa ketemu Maliq & D’essentials secara langsung. Udah lama aku nunggu acara ini, akhirnya aku mendapatkan posisi dekat dengan stage, dan rasanya tuh bahagia banget,” ungkap salah satu penggemar Maliq & D’essentials, Hening. Suatu kebanggan bagi pelaksana dalam kegiatan tersebut yang telah sukses dalam mengkonsep acara tersebut dengan berbagai rupa. Semoga dengan tampilan selanjutnya, volconomy ini dapat menjadi wadah menyalurkan hiburan secara unik.

Radhina Rifa Muthiah

1-10 of 1422