News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

AIESEC Adakan Sharing Exchange untuk Winter Exchanger

diposting pada tanggal 21 Sep 2017 10.36 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Both pendaftaran Winter Exchange dan beberapa pendaftar 
sedang menanyakan tentang Sharing Exchange

Assocation Internationale Des Etudiant En Sciences Economiques Et Commerciales (AIESEC) kembali membuka both pendaftaran winter exchange batch, bertempat di lobby Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), sejak pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. AIESEC dikenal sebagai sebuah organisasi internasional yang kerap mengadakan program exchange untuk mahasiswa dalam bidang edukasi, sosial, budaya, dan kesehatan. Sebelum diadakan winter exchange, biasanya diadakan Exchange Participant Returnee Sharing Session, yang akan diadakan pada 20 hingga 22 September mendatang melalui media online.

Local Commity Vice President Finance AIESEC, Putra Mulya menuturkan, Exchange Participant Returnee Sharing Session merupakan ajang untuk berbagi cerita tentang para exchange pariticipant atau global volunteer, yang telah melaksanakan tugasnya menjadi volunteer di beberapa negara, pada summer tahun ini.

“Sharing dilakukan melalui media online dan dibagi dalam beberapa babak, karena pada summer exchange tahun ini dibagi dalam beberapa negara yaitu Thailand, Malaysia, dan Turki, maka sharing exchange dibagi dalam tiga babak. Siapa saja bisa ikut dalam sharing ini, karena terbuka untuk umum. Wajib bagi para calon volunteer untuk ikut sharing, karena akan dijelaskan mengenai pengalaman-pengalaman, cara bertahan di negara lain dengan orang tua asuh, dan berbagai informasi yang sesuai dengan winter exchange,” jelasnya.

Dirinya berharap agar volunteer pada winter tahun ini memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi global volunteer dan nantinya menjadi member AIESEC.

Exchange participant mentor, Sofia Nabila Anwar mengatakan, sebuah kebanggaan menjadi bagian dari global volunteer summer exchange tahun ini karena mendapatkan berbagai macam pengalaman tinggal bersama House Family di negara lain dengan budaya dan culture yang berbeda.

“Untuk para calon global volunteer tidak usah takut dalam perbedaan bahasa, karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa Inggris,” ungkap Sofia.

(Naila Fitri)

Comments