News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Aksi Solidaritas untuk Etnis Rohingya

diposting pada tanggal 7 Sep 2017 07.23 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Jakarta mengadakan aksi solidaritas kemanusiaan membela muslim Rohingya atas perlakuan genosida yang terjadi sejak lama. Aksi yang dilaksanakan di depan kantor Keduataan Besar Myanmar ini dimulai pukul 01.00 hingga 17.00 WIB. Aksi yang bertemakan “Satukan Suara untuk Saudara Kita, Etnis Rohingya Myanmar” mendapatkan antusias yang tinggi dari mahasisawa UIN Jakarta.

Ketua Bidang Advokasi dan Hak Asasi Manusia, Muhammad Aulia Rahman mengungkapkan, sebelumnya aksi akan dilakukan hari Senin (4/9) lalu, tetapi mendapat penolakan dari Polda Metro Jaya dikarenakan penuhnya jadwal aksi pada hari tersebut. Sehingga, aksi bela muslim Rohingya dilaksanakan pada Rabu (6/9) kemarin dan diikuti oleh 127 mahasiswa UIN Jakarta.

“Aksi dimulai dari Taman Menteng, kemudian long march sampai gedung Kedubes Myanmar,” ujarnya.

Laki-laki yang kerap dipanggil Pono ini berpendapat, kejadian di Rohingya bukan hanya pembantaian etnis tertentu, tetapi terjadi juga pelanggaran HAM yaitu hak untuk hidup. Hal ini karena  perbedaan etnis masyarakat Rohingya dianggap bukanlah warga asli keturunan Myanmar melainkan Bangladesh yang merupakan negara tetangganya. Sedangkan masyarakat Rohingya tidak diakui oleh keduanya hingga terjadilah pembantaian terhadap etnis Rohingya tepatnya daerah Rakhine.

Pono mengatakan, alasan Dema mengadakan aksi ialah karena keadaan tersebut sangat berkaitan dengan hak untuk hidup manusia, memilih agama, dan untuk mendapatkan keamanan dan keadilan yang sudah dijamin dalam deklarasi universal HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang tidak dirasakan perlindungan tersebut oleh masyarakat Rohingya. Pono juga menjelaskan bahwa sebagai mahasiswa, perlu untuk menjungjung tinggi HAM, apalagi masalah kehidupan dan nyawa setiap orang karena dalam semua agama sangat mengutamakan hak untuk hidup secara damai dan tentram.

“Semoga pemerintah Indonesia dapat membantu dalam penyelesaian konflik yang terjadi di Myanmar sehingga tidak ada lagi pembantaian etnis,” harap Pono.

Peserta aksi, mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) jurusan Manajemen semester tujuh, Avianti Paramita berpendapat, aksi yang dilakukan Rabu lalu sangat mengesankan. Ia berharap agar aksi tersebut dapat memberikan efek yang baik untuk keadaan kedepannya, konflik yang terjadi di Rakhine cepat selesai, dan etnis Rohingya dapat hidup damai tanpa adanya pembantaian.

(Naila Fitri)

Comments