News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Akun Instagram PEMIRAUIN Tuai Kontroversi

diposting pada tanggal 13 Des 2016 08.52 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Beberapa postingan dari akun instagram pemirauin


Pemilihan Umum (PEMILU) Mahasiswa sudah semakin dekat. Ternyata, kegiatan yang sebelumnya bernama Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) ini bisa menuai kontroversi. Salah satunya, dengan kehadiran akun instagram pemirauin. Melalui akun tersebut beberapa gambar yang di posting memang menyebut-nyebut organisasi ekstra yang ada di kampus. Beberapa ada yang setuju dengan gambar beserta tulisan dalam postingan akun tersebut, namun kebanyakan merasa akun itu adalah akun yang memprovokasi pemilu dan mahasiswa yang bergabung di organisasi ekstra.

Admin akun instagram pemirauin mengungkapkan tujuannya membuat akun tersebut cukup sederhana, agar mahasiswa cerdas dalam berdemokrasi. “Postingan di akun itu bukan berarti tidak menyukai organisasi ekstra, lebih tepatnya adalah bentuk kritikan,” jelas admin yang kepada RDKFM melalui direct message di sosial media tersebut. Admin mengaku tidak bermaksud memprovokasi apalagi mencari sensasi.

“Semoga akun ini bisa menyadarkan banyak pihak dan dewasa dalam berpolitik, menang kalah harus disikapi dengan baik karena ini dari mahasiswa untuk mahasiswa dan untuk kepentingan mahasiswa bukan golongan tertentu,” terang admin dengan lahirnya akun tersebut. Admin beralasan, kalau instagram akan menjadi alat bantu kampanye tahun ini, dan ternyata 5 hari sejak munculnya akun ini saja sudah banyak yang mendengar.

Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) jurusan Muamalat, Richad Indra Cahya mengatakan dengan adanya akun tersebut sebenarnya sah-sah saja. “Untuk kebebasan berpendapat sih sah saja, tetapi sebagian postingannya terlalu menggiring opini bahwa aktivis organisasi ekstra itu jahat,” kata Richad. Richad berharap semoga saat Pemilu nanti tidak ada chaos. “Karena ini hajatnya mahasiswa semoga Pemilu nanti tidak chaos dan proses yang sudah jelas regulasinya tidak diintervensi lagi,” tambah mahasiswa semester 5 tersebut.


(oleh: Anida Najiyah Siti Solehah)

Comments