News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Angmud PSM Persembahkan: “Dendang Cita”

diposting pada tanggal 23 Jul 2017 08.10 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui23 Jul 2017 08.11 ]
Angmud PSM saat Dendang Cita berlangsung

Anggota muda (Angmud) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN Jakarta, resmi menggelar persembahan perdananya bertajuk “Dendang Cita” pada Jumat (21/7), yang bertempat di Aula Student Center (SC) pukul 7 malam. Acara yang merupakan puncak dari Training Paduan Suara (Trapara) ini digagas oleh resital farabia, yakni sebutan yang diberikan untuk angmud PSM.

Ketua PSM, Ali Machsun mengatakan, acara ini merupakan pengkaderan anggota yang setiap tahun harus diadakan karena sudah tercantum di dalam anggaran dasar rumah tangga (ADART) PSM. Serta terkait persiapan, Srimbu, sapaan akrab Ali mengaku, memakan waktu yang cukup panjang yakni enam sampai tujuh bulan mengingat angmud harus melakukan latihan yang ekstra demi penampilan yang maksimal saat persembahan berlangsung.
Menyoal kendala yang dihadapi Srimbu mengungkapkan, kendala tersulit ialah jumlah angmud yang hadir di tiap latihan susah untuk lengkap sehingga menghambat jalannya proses produksi. “Meski begitu, semoga generasi farabia dapat membentengi organisasi lebih kuat lagi dan menjadikan organisasi PSM untuk lebih baik lagi,” harap Srimbu.

Wakil ketua acara, M. Syukron Amin menjelaskan, perihal konsep acara yang diusung yakni dangdut klasik. “Hal ini disebabkan saat open recruitmen (Oprec) beberapa waktu lalu, banyak angmud yang dinilai berbakat menyanyikan lagu dangdut sehingga lahirlah konsep dangdut klasik ini,” ungkap Syukron. Lelaki yang disapa Astron ini berujar, proses trapara dilakukan melalui tiga tahap, yaitu trapara in campus yang dilaksanakan selama satu bulan penuh di UIN, kemudian trapara on the road selama tiga hari di Bogor, lalu ditutup dengan persembahan “Dendang Cita”.

“Persembahan ini juga bertujuan sebagai output atas ilmu yang telah diperoleh saat masa pendidikan trapara, untuk mengukur sejauh mana kualitas suara yang dimiliki angmud serta sebagai sarana belajar mengorganisir sebuah pertunjukan,” papar Astron. Astron menambahkan contohnya dengan mengkonsepkan acara mendekor dan lain sebagainya.

Astron berharap, semoga angmud PSM dapat meneruskan perjuangan anggota terdahulu, serta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sehingga mengantarkan mereka menjadi musisi yang handal di bidang paduan suara.

Faizah Fitriah
Comments