News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Asteroid Baru dalam Tata Surya

diposting pada tanggal 21 Nov 2017 10.26 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Interstellar Asteroid Oumuamua
sumber :  Astrobob.areavoices.com

Dalam tata surya terdapat suatu benda berukuran kecil, yang lebih kecil dari planet bumi dan lebih besar dari meteoroid, yakni asteroid. Hampir semua asteroid bentuknya tidak teratur, ada yang berbentuk bulat hingga menyerupai ceres, serta mayoritas asteroid yang telah diketahui mengorbit pada sabuk asteroid pada orbit Mars dan Yupiter. Namun pada akhir Oktober lalu, astronom telat mendeteksi tamu pertama sistem tata surya. Tamu pertama dalam sistem tata surya diberikan nama “Oumuamua” oleh para Ilmuwan, nama tersebut diambil dari bahasa Hawaii, yang memiliki arti “Utusan Pertama dari Lokasi yang Jauh”. Oumuamua ditemukan oleh astronom dari University of Hawaii Institute for Astronomy, Roby Werk dan Marco Micheli.

Dilansir dari Kompas.com, Penulis National Optical Astronomy Observatory Amerika Serikat, Jayadev Rajagopal mengatakan, jika planet terbentuk disekitar bintang lain seperti cara planet terbentuk di tata surya kita, maka akan ada banyak obyek seukuran Oumuamua yang terlempar keluar dalam prosesnya. Selain Oumuamua, asteroid ini juga telah diberi nama 1I/2017 U1 oleh International Astronomical Union (IAU). Huruf “I” disini adalah singkatan untuk Interstellar antar bintang, dan Oumuamua adalah obyek pertama yang mendapat “I” didalam namanya.  Oumuamua bergerak dengan sangat cepat yakni dengan kecepatan 44 kilometer per detik atau 158.400 kilometer per jam. Saking cepatnya Oumuamua bisa melewati tata surya dengan lintasan tanpa terseret oleh gravitasi matahari.

“U1 (Oumuamua) mungkin adalah bukti langsung pertama kita bahwa sistem planet disekitar bintang lain melemparkan obyek ketika mereka terbentuk,” Ujar Jayadev.

Mahasiswa Institute Pertanian Bogor (IPB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Program Studi Meteorologi Terapan, semester lima, Nadya Febrianessa mengaku, penemuan objek misterius yang mengunjungi bumi sudah ia dengar beritanya sejak bulan lalu. Nadya mengatakan, Oumuamua pertama kali dibahas dalam salah satu mata kuliah sebagai komet. Namum dalam penelitian seksaama, Oumuamua tidak memiliki awan gas dan debu yang umum ada pada komet, maka astronom beraih mengidentifikasikan Oumuamua sebagai asteroid.

(Naila Fitri)

Comments