News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Atasi Lebar-an Usai Lebaran Ala KSR PMI UIN Jakarta

diposting pada tanggal 10 Jul 2017 08.05 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Lebaran selalu identik dengan makanan kaya kalori, berminyak dan bersantan, tidak ketinggalan minuman bersoda dengan kandungan gula tinggi, kue-kue manis yang pastinya dalam waktu seminggu sangat mampu menaikan berat badan dan membuat ukuran baju terasa semakin sempit. Sebulan berpuasa ramadhan, tak kadang membuat khilaf saat melihat berbagai kudapan lebaran yang tersedia. Beberapa orang memilih melakukan berbagai program diet, muali dari diet mayo, diet karbo, diet gula dan berbagai program diet lainnya. Namun, berbeda dengan Kelompok Suka Rela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) UIN Jakarta yang memilih tetap makan dengan normal namun hanya jumlah dan waktunya saja yang perlu diperhatikan.

Bagi Desi Haryanti, anggota KSR PMI, untuk menjaga tubuh agar tidak ikut ‘lebar’ usai lebaran dapat dilakukan dengan mengatur pola makan. “Jangan konsumsi nasi bersamaan dengan makanan lain yang berkarbohidrat tinggi seperti kentang dan mi,” ujar Desi. Desi menambahkan, makan sebelum pukul sepuluh malam dan berhenti makan sebelum kenyang juga harus diperhatikan untuk mencegah ke-lebar-an usai lebaran. “Menjaga pola makan secara rutin tidak akan memberatkan bila dilakukan dalam jangka waktu panjang karena telah menjadi rutinitas,” tambah Desi. Menjadi kunci dari rangkaian diet, menurut Desi olahraga adalah yang utama, diet tanpa diimbangi olahraga yang cukup tidak akan melahirkan hasil yang maksimal. “Tidak lupa menambah asupan buah-buahan menjadi penyempurna aksi diet usai lebaran,” tutup Desi.

Tak mau kalah, anggota muda KSR PMI, Bayed Izwah Hurien I’en juga membagi tips diet usai lebaran versinya. Baginya, diet usai lebaran dapat dilakukan dengan tetap mengontrol makanan seperti saat puasa. Bayed juga menambahkan, mengambil porsi ketupat dan lauk-lauk bersantan dengan tidak berlebihan menjadi salah satu cara mencegah naiknya berat badan secara berlebihan saat lebaran dating. “Kuncinya, jangan berpikiran diet menjadi pola yang harus dituruti, yang terpenting jangan jadikan lebaran sebagai ajang balas dendam makan usai berpuasa sebulan penuh,” ungkap Bayed.

Syarifatul Adibah

Comments