News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Bahaya Hujan Asam Bagi Kesehatan dan Penanggulangannya

diposting pada tanggal 18 Sep 2016 18.13 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Musim penghujan telah memasuki wilayah Indonesia, intensitas hujan mulai meningkat di beberapa daerah. Air hujan yang mengguyur pun bersifat asam, sebab mengandung senyawa atau gas oksigen, nitrogen dan karbondioksida. tingkat keasaman air hujan berbeda-beda tergantung pada seberapa banyak pohon, asap pabrik dan kendaraan, ditambah dengan kepadatan penduduk di suatu wilayah. Lalu bagaimana jika terlanjur kehujanan? Berikut tips yang wajib dilakukan  setelah kehujanan.Lets Take A Look!

 

Kepala Puskesmas Kecamatan Kotagajah, dr.Dwi menjelaskan, air hujan jauh lebih dingin dibandingkan suhu tubuh, sebaiknya setelah kehujanan segera mandi dengan air hangat. “Jangan lupa keramas untuk menghilangkan kotoran atau senyawa asam yang melekat pada rambut, sebab jika dibiarkan dapat menyebabkan kepala menjadi pusing,” lanjutnya. Setelah itu jangan buru-buru minum air hangat, tunggu hingga suhu tubuh menyesuaikan diri dengan suhu ruang, lalu boleh minum air hangat yang manis atau air jahe dan sejenisnya.

 

Penyuluh Kesehatan Kota Lampung, dr.Bambang memaparkan, untuk menghindari sakit flu usahakan untuk tidak menyentuh wajah guna mengurangi penyebaran virus flu. Gunakan pula minyak kayu putih atau sejenisnya untuk membantu menghangatkan tubuh. Jika kepala terasa pusing, jangan buru-buru meminum obat istirahat saja dahulu setelah bersih-bersih.


(oleh: siti Fatimah)

Comments