News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Bahaya Penggunaan Vape Setara Dengan Rokok

diposting pada tanggal 5 Feb 2018 12.07 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Source: google

Rokok elektronik atau yang juga disebut Vape (E-Cigarette) awalnya diciptakan di Cina pada tahun 2003, oleh seorang apoteker untuk mengurangi asap rokok dan merupakan salah satu cara untuk membantu orang-orang untuk berhenti merokok. Vape terdiri dari sebuah baterai, cartridge yang berisi cairan dan sebuah elemen pemanas yang dapat menghangat dan menguapkan cairan tersebut ke udara. Namun vape ini ternyata memiliki bahaya yang tidak jauh berbeda dari rokok pada umumnya.

Dilansir dari Kompas.com, riset dari Universitas New York mengungkapkan, uap Vape ternyata dapat merusak  deoxyribonucleic acid (DNA), meningkatkan risiko kanker, serta memicu penyakit jantung. Lewat uji laboratorium studi terbaru menemukan, tikus yang terpapar uap vape mengalami tingkat kerusakan DNA yang lebih tinggi di jantung, paru-paru dan kandung kemih. Saat menguji paparan nikotin dan turunannya pada sel-sel paru dan kandung kemih manusia juga ditemukan persoalan serupa. Sel-sel cenderung bermutasi atau mengalami perubahan, hingga menjadi pemicu tumor. Uap vape seringkali dianggap tidak berisiko karena disebut hanya mengandung sedikit nikotin dan beberapa pelarut organik yang relatif tidak berbahaya. Penelitian lain juga menunjukkan pengguna vape memiliki 97% lebih sedikit karsinogen pada paru-paru daripada perokok tembakau. Namun tetap, tingkat tersebut masih jauh lebih tinggi pada penggunaan vape daripada yang tidak merokok. Karsinogen adalah zat-zat yang menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat dalam sel-sel tubuh. Hal ini akan mengganggu proses-proses biologis.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), jurusan Kedokteran semester dua, Danu Pratama Lesmana memaparkan vape merupakan alat sebagai pengganti rokok biasa dan benda tersebut tidak berbentuk seperti rokok pada umumnya. Dirinya juga menjelaskan cairan vape yang mempunyai berbagai rasa, membuat banyak orang sekarang lebih memilih menggunakan vape ketimbang rokok bias. “Padahal sebenarnya di antara rokok dan vape sama-sama memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan. Menggunakan vape itu dapat menyebabkan tempo denyut nadi menjadi cepat, menimbulkan gangguan pernafasan, kecanduan yang akut dan masih banyak lagi,” terangnya. Menurut Danu, pada intinya efek negatif dari vape ini tidak berbeda jauh dengan rokok pada umumnya. Ia juga berpesan agar semua orang bisa lebih memikirkan kesehatannya dengan cara dapat mengurangi bahkan menghentikan konsumsi rokok atau vape, mengingat efek yang akan dipicu dari rokok dan vape tersebut untuk jangka waktu yang panjang.

(Anggara Purissta Putra)

Comments