News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Bakti Arkadia, Bakti untuk Negeri

diposting pada tanggal 30 Okt 2017 18.00 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Memberi pengabdian untuk negeri telah menjadi salah satu fungsi mahasiswa. Berbagai upaya dilakukan mulai dari memberikan akses pendidikan yang mudah, menyosialisasikan pentingnya kesehatan, dan upaya lain yang diberikan demi menciptakan kesejahteraan yang merata kepada masyarakat. Hal ini rupanya disadari oleh Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia yang akan melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) bertema “Bakti Arkadia, Bakti untuk Negeri” pada 11 hingga 13 November 2017 mendatang. Tak hanya anggota Arkadia saja yang bisa turut serta dalam Baksos kali ini, Mahasiswa aktif UIN Jakarta yang mau berkomitmen, dapat bekerjasama serta mampu mengikuti rangkaian kegiatan baksos juga dapat bergabung dengan cara melakukan pendaftaran hingga Minggu (5/10) nanti. Baksos yang akan dilaksanakan di kampung Cioray dan Cibuntu Desa Leuwikaret, Klapanunggal Bogor ini, memberi kesempatan bagi mahasiswa yang ingin mendonasikan buku, rak buku, maupun uang tunai sampai 9 November mendatang.

Ketua pelaksana baksos Achmad Maulana memaparkan, rangkaian baksos kali ini terdiri pelatihan merajut, mengajar, renovasi taman baca, sumbangan buku, olahraga bersama dan penyuluhan lingkungan sehat. Maulana menambahkan, dari berbagai macam program yang dicanangkan, maulana berharap dapat berguna bagi masyarakat desa setempat, seperti pelatihan merajut yang dimaksudkan agar warga punya skill lain yang dapat dimanfaatkan untuk hidup mandiri tanpa terus menerus bergantung pada alam.

 “Disana hanya ada satu sekolah dan itu tingkat SD, dengan jumlah guru yang sedikit hanya sekitar 6 orang, maka kita bekerjasama untuk menjadi tenaga pengajar tambahan, yang tidak hanya belajar di dalam kelas, tapi juga di luar melakukan eksperimen,” ujar Maulana.

Baksos yang juga menjadi salah satu syarat anggota muda (angmud) Arkadia menjadi anggota penuh ini menurut Maulana pertama kalinya dilaksanakan, karena syarat menjadi anggota penuh ditahun sebelumnya adalah melakukan ekspedisi. Saat disinggung mengenai alasannya memilih kampung Cioray dan Cibuntu Desa Leuwikaret sebagai lokasi baksos adalah dikarenakan akses yang sulit menuju desa tersebut, yang menyebabkan terhambatnya akses pendidikan, dan mobilitas warga.

“Jalur yang harus dilewati menuju desa ini berbatu dengan ukuran yang besar-besar, jalur lain lebih naas akan membuat kendaraan terjebak kubangan lumpur terlebih dimusim penghujan,” tutur Maulana.

Ketua umum Arkadia Adnan Sulistyo menanggapi pelaksanaan baksos yang juga menjadi salah satu syarat angmud menuju anggota penuh Arkadia. Menurut Adnan pelaksanaan baksos ini sangat positif, saat ini Arkadia sedang men-shifting dari kegiatan penjelajahan ke arah yang lebih humanis. “Semoga baksos ini bisa memberikan perubahan kepada warga disana dan panitia disini, meskipun cuma sedikit,” harap laki-laki yang akrab disapa Tosa.

(Syarifatul Adibah)

Comments