News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Bakti Nyata Mahasiwa UIN Jakarta

diposting pada tanggal 8 Des 2016 16.47 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui8 Des 2016 16.56 ]

Anggota KMPLHK RANITA sedang memaparkan kebutuhan yang bisa didonasikan untuk korban bencana Aceh di depan posko


Bencana alam kembali menghampiri tanah air. Melalui akun twitter resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menginformasikan terjadi gempa sekitar pukul 05.03 WIB pada Rabu 7 Desember 2016 lalu. Dengan kekuatan 6,4 SR gempa tersebut melanda wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Akibat guncangan gempa tersebut banyak korban jiwa serta sejumlah bangunan mengalami kerusakan.

Kejadian ini tentunya membuat panik mahasiswa UIN Jakarta yang berasal dari Aceh atau pun yang memiliki sanak saudara di daerah sana. Kelompok Mahasiswa Pecinta Lingkungan Hidup dan Kemanusiaan Kembara Insani Ibnu batuttah (KMPLHK RANITA) membuka posko peduli Aceh yang bertempat di taman sebelah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Tak hanya posko, RANITA pun akan mengirimkan beberapa anggotanya untuk menjadi tim relawan dari Jakarta dan diberangkatkan ke Aceh.

Anggota KMPLHK RANITA Givela Nur Khaleda mengungkapkan, ada 2 orang anggota yang akan diberangkatkan ke Aceh. "Kenapa hanya 2 orang. Karena tim yang dikirim difokuskan untuk satu evakuasi dan satu pendataan, mengingat lokasi yang cukup jauh pula 2 orang dirasa sudah cukup mewakili," ungkap perempuan yang disapa Keleli di RANITA. Untuk bantuan yang akan disalurkan ke tempat bencana belum bisa diperkirakan.  "Sekarang belum bisa diperkirakan bantuan apa saja yang akan disalurkan, dan belum ada kejelasan kapan 2 orang relawan dari RANITA akan diberangkatkan," sambung Keleli.

Mahasiswa asal Pidie Jaya (Aceh)  Dewi Rahmayuni mengatakan, saat terjadi gempa dirinya langsung menghubungi keluarganya di sana. "Dengar kabar setelah ada teman yang memberitahu, soalnya di kostan nggak ada tv, karena panik langsung menghubungi keluarga alhamdulillah tidak ada yang parah, hanya saja kondisi dinding rumah mengalami retak-retak," jelas Dewi. Dewi menambahkan, dirinya dan teman-teman yang berasal dari Aceh sedang mencari dana untuk didonasikan kepada korban bencana di sana.


(oleh: Anida Najiyah Siti Solehah)

Comments