News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Balamuda, Yuk Jaga Kondisi Badan di Musim Penghujan

diposting pada tanggal 20 Nov 2017 08.31 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Indonesia sebagai negara beriklim tropis mengenal dua jenis musim, yakni musim panas yang berlangsung mulai dari April hingga Oktober, dan musim penghujan Oktober hingga April. Perubahan cuaca yang terbilang berbeda ini tak ayal membuat sebagian masyarakat Indonesia terkena virus pancaroba yakni musim peralihan dari panas ke dingin, seperti demam, flu, batuk, dan lain sebagainya. Tentunya, agar balamuda tidak jatuh sakit di musim penghujan ini, perlu adanya perlindungan untuk tubuh guna terhindar dari sederet penyakit yang mengintai.

Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) bernama Dinda Laras mengaku, di musim penghujan seperti ini ia merasa perlu melakukan perlindungan ekstra bagi dirinya, hal ini disebabkan suhu udara yang dingin dapat memicu banyak penyakit. “Sebut saja seperti flu ringan. Terkadang jika kondisi tubuh lemah, flu dapat mendera dengan mudahnya. Mengonsumsi vitamin untuk mengebalkan sistem imuns juga tidak ada salahnya. Serta siap sedia paying atau jas hujan agar tidak terguyur jika tiba-tiba hujan turun,” tutur Dinda.

“Selain itu, menjaga kesehatan diri dan menjaga lingkungan merupakan dua hal yang sama pentingnya. Misalnya saja Demam Berdarah (DBD), nyamuk Aedes Aegypti biasanya akan mudah berkembangbiak di tempat-tempat lembab. Untuk itu saya juga merapihkan lingkungan sekitar tempat tinggal saya,” lanjutnya.

Dilansir dari doktersehat.com, menjaga kondisi badan di musim penghujan juga bisa dilakukan dengan sesekali mengkonsumsi teh herbal untuk menghangatkan tubuh, serta perbanyak meminum air putih yang jernih, hal ini akan membantu tubuh untuk tetap terhindar dari penyakit. Sebab air putih akan membantu detoks tubuh dari racun, serta menjaga kekebalan tubuh.

Senada dengan itu, siswi SMA Negeri 46 Jakarta, Rania Dewi mengaku, kendati jarak rumahnya ke sekolah berkisar 10 KM, ia tetap mempersiapkan segalanya dengan matang seperti membawa jas hujan atau payung. “Menurut saya, awal seseorang dapat terserang penyakit karena pola hidupnya. Jika sering diguyur hujan, tentu saja penyakit seperti flu, pilek, demam dan batuk dapat menyerang. Selain itu, saya juga termasuk yang gemar mengonsumsi air putih dan memakan makanan yang tidak memicu penyakit lainnya, missal gorengan yang dapat menyebabkan radang tenggorokan,” paparnya.

(Faizah Fitriah)

Comments