News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

BAN-PT Lakukan Akreditasi Prodi di Fdikom

diposting pada tanggal 27 Nov 2017 08.27 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Akreditasi Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam yang berlangsung di meeting room lantai 2 Fdikom

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) kemarin (27/11) telah melakukan proses akreditasi dua program studi (prodi) yang terdapat di Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta. Prodi tersebut adalah Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) dan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Kedua prodi tersebut diakreditasi di ruangan berbeda. Prodi BPI dilangsungkan di meeting room lantai 2, sedangkan untuk prodi KPI di meeting room lantai 1. Proses akreditasi sendiri masih berlanjut hingga hari ini.

Dalam proses pengakreditasiannya, Tim Asessor BAN-PT untuk prodi BPI dilakukan oleh Prof. DR. Mungin Eddy Wibowo, MPd, Kons,. dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) serta DR. Casmini S.Ag, Msi,. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN SUKA). Tak hanya dihadiri oleh Tim Asessor, pengakreditasian hari pertama itu juga dihadiri oleh dosen-dosen BPI, Wakil Dekan (Wadek) III Roudhonah, serta alumni-alumni dari BPI.

Dalam penyampaiannya, Mungin Eddy selaku Tim Asessor memberikan pertanyaan yang ditujukan untuk alumni, diantaranya ialah sumbangan apa yang alumni tersebut telah berikan untuk BPI, apa yang alumni tersebut tinggalkan untuk BPI saat lulus, lalu apa yang membuat alumni tersebut bangga dengan BPI, dan sederet pertanyaan lainnya. “Akan lebih baik lagi bila sumbangan-sumbangan yang telah diberikan alumni kepada prodi, terkoordinasi dengan baik melalui pembentukan ikatan alumni dan sebagainya. Hal ini agar terdata apa-apa saja yang telah diberikan alumni kepada prodi,” papar Mungin.

Sementara itu, Nur Jamal, salah seorang alumni dari BPI yang kini bekerja sebagai jurnalis di salah satu media Islam mengaku, sumbangan yang ia berikan berupa pemikiran. “Saya kerap diajak mengisi forum diskusi dengan adik-adik mahasiswa terkait materi jurnalisme. Sejauh ini, begitu bentuk sumbangsih saya untuk BPI,” tuturnya.

Lain Nur Jamal, lain pula Ahmad. Dirinya yang sama-sama lulusan 2016 dengan Jamal juga memberikan sumbangsih berupa pemikiran serta pelatihan public speaking yang ia tuangkan saat diundang dalam acara seminar mahasiswa. Ahmad yang kini mendirikan lembaga training characteristics building mengaku, BPI bukan hanya mencetak lulusan yang paham di bidang agama, namun juga memiliki skill dalam kewirausahaan (entrepreneurship). Hal ini disambut hangat oleh Mungin selaku Tim Asessor.

“Saya rasa BPI telah memiliki alumni-alumni yang mumpuni. Apa yang dilakukan oleh mereka sangatlah menarik dan perlu mendapat apresiasi lebih jauh. Saya pikir akan lebih baik lagi bila mereka (alumni) diundang untuk berbagi pengalamannya kepada adik-adik mereka di kelas, menjadi dosen tamu misalnya,” tandasnya.

(Faizah Fitriah)

Comments