News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

BAN-PT Sambangi UIN Jakarta, Akreditasi Jadi Bahan Evaluasi

diposting pada tanggal 22 Feb 2018 13.03 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui22 Feb 2018 13.06 ]
Tim Asesor lakukan pembukaan akreditasi di Ruang Diorama Harun Nasution

UIN Jakarta kemarin, Kamis (22/2) kedatangan Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN P-T). Pengakreditasian dimulai sejak kemarin, sampai Sabtu (24/2) esok. Akreditasi digelar  di Ruang Diorama Harun Nasution. Rangkaian agenda akreditasi kemarin meliputi penjemputan tim assesor, pembukaan, diskusi borang dan kunjungan lapangan. 5 orang tim asesor terdiri dari Prof. DR. Ing Mulyadi Bur (Universitas Andalas), Prof. DR Made Sudarma, S.E, M.M, A.K (Universitas Brawijaya), Prof. DR. Purwanto, A.P.T (Universitas Airlangga), DR. Ahmad Yani Anshori, M.Ag  (UIN Sunan Kalijaga)  dan DR. Sugeng Listyo Prabowo, M.Ag (UIN Maulana Malik Hakim Ibrahim).

Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Jakarta, DR. Surunin mengatakan, visitasi akreditasi institusi menilai semua aspek yang ada di UIN, mulai dari  input maupun output. Surunin mengungkapkan, upaya yang dilakukan demi mempertahankan dan meningkatkan akreditasi adalah pemahaman tentang visi misi, mendata dan meningkatkan prestasi mahasiswa, meningkatkan kinerja dosen, memperbaiki sarana, prasarana dan kurikulum. “Untuk persiapan akreditasi sendiri, sudah dilakukan sejak  2016,  baik daring maupun luring. Dengan adanya akreditasi,  semoga UIN Jakarta mendapatkan pengakuan dari masyarakat bahwa sudah unggul dari segi internal  maupun eksternal,” jelasnya. Tak hanya itu, menurut Surunin, dengan adanya akreditasi, pihak UIN Jakarta dapat melakukan evaluasi untuk  menjadi lebih baik.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester empat, Laelatin Nafi’ah mengatakan, akreditasi dapat menjadi media mengenalkan UIN ke kancah nasional maupun internasional. Menurut perempuan yang biasa disapa Lala ini, banyak hal yang harus diperbaiki dari UIN Jakarta, seperti fasilitas, karena fasilitas di UIN terlebih Fdikom masih belum semuanya baik. “Serta teknis kuruikulum harus lebih sistematis agar mahasiswa tidak bingung memilih mata kuliah yang dibutuhkan. Semoga setelah akreditasi, UIN Jakarta tetap menjaga kredibilitasnya dan mahasiswa lebih mengharumkan nama univeritas sampai keluar,” kata Lala.

(Syahbaniyah Widyanitamy)

Comments