News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Banjir Melanda, Ancaman Penyakit Intai Masyarakat

diposting pada tanggal 6 Feb 2018 13.39 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Wilayah Bogor yang diguyur hujan sejak Minggu (4/2) telah menyebabkan debit air sungai Ciliwung meningkat. Imbas dari naiknya debit air Sungai Ciliwung ini adalah banjir yang melanda Jakarta saat ini. Namun perlu diketahui, banjir yang menimpa ibukota ini memiliki berbagai ancaman, tak terkecuali seperti penyakit yang timbul akibat banjir.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan FKIK, jurusan Kedokteran semester dua, Danu Pratama Lesmana memaparkan, saat banjir melanda biasanya beberapa penyakit yang timbul seperti diare, penyakit kulit, demam berdarah dan masih banyak lagi. Ia mengatakan penyakit tersebut timbul biasanya disebabkan karena tercemarnya air banjir. “Banjir bisa memunculkan dampak yang luas sekali, baik di lingkungan maupun di masyarakat. Namun masyarakat bisa mencegah penyakit tersebut diawali dengan cara menjaga lingkungan sekitar, seperti tidak membuang sampah sembarangan, melakukan kerja bakti untuk membersihkan selokan yang tersumbat dan juga menanam pohon,” jelasnya. Menurut Danu, fungsi pohon itu sebagai penyerap air serta dapat meminimalisir terjadinya banjir. Dirinya berpesan, lingkungan itu serupa raja. Ia hanya mau diperlakukan dengan baik. Jika raja tak diperlakukan dengan baik, maka tak segan-segan ia marah. “Maksudnya tidak akan terjadi banjir, tidak akan terjadi longsor jika kita bisa menghargai alam. Namun jika jahat kepada alam, maka alam tak segan-segan akan murka kepada kita. Jadi hargailah  alam dan jagalah mereka,” tandasnya.

Mahasiswa FKIK, jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) semester dua, Sukaenah menuturkan, banjir sendiri pastinya akan menimbulkan berbagai dampak negatif seperti penyakit, contohnya penyakit kulit. “Penyakit kulit biasanya muncul karena alergi atau infeksi yang timbul dari tercemarnya air banjir. Jadi masyarakat akan merasakan seperti gatal-gatal pada kulit, lalu ada penyakit diare yang muncul karena ketiadaannya air bersih. Diare ini dapat menyebabkan masyarakat menjadi kekuarangan cairan,” terangnya. Ia juga berpesan, agar masyarakat harus tetap menjaga kebersihan walaupun banjir sedang melanda dan sebisa mungkin utamakan menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

(Anggara Purissta Putra)

Comments