News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Banyak Hikmah dari Perayaan Maulid Nabi Muhammad

diposting pada tanggal 12 Des 2016 17.49 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Maulid Nabi, kata Mauliddalam dalam bahasa Arab berarti lahir. Maulid Nabi Muhammad merupakan suatu tradisi yang diperingati sebagai hari kelahiran nabi terakhir bagi umat Islam. Peringatan Maulid Nabi jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal yakni 12 Desember.

Dosen sekaligus penceramah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), Kalsum Minangsih mengungkapkan banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan serta penghormatan kepada sang utusan Allah karena berkat jasa dan ajaran agama islam yang telah sampai kepada kaum muslimin.

Selain sebagai rasa syukur atas kelahiran Rasulullah Saw, terwujud pula beberapa hikmah dari perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw. “Peringatan Maulid Nabi SAW mendorong masyarakat muslim untuk membaca shalawat, meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW, meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasulullah Saw serta melestarikan ajaran dan perjuangan Rasulullah dan para Nabi,” tutur wanita kelahiran 39 tahun yang lalu.

Sependapat dengan dosen FDIKOM Kalsum Minangsih, mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Riri Oktaviani Savitri mengatakan banyak sifat dan perilaku Rasulullah yang harus diteladani khusus perlakuan Rasulullah terhadap wanita dan istri-istrinya. “Nabi Muhammad SAW sangat lembut dalam memperlakukan istri-istrinya. Keteladanan Nabi juga tercermin dengan tidak pernah membuka aib orang lain meskipun beliau sendiri tahu kejelekan orang. Berbeda dengan manusia sekarang yang suka membuka aib orang lain,” ujarnya.


(oleh: Mutia Regina Saura)

Comments