News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

BBM Premium Dihapus, Ini Kata Mahasiswa

diposting pada tanggal 11 Feb 2016 09.20 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Selasa, (02/02) lalu, di Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau sapaan khas warga Ibukota Ahok,  mewacanakan penghapusan bahan bakar minyak jenis premium. Ahok beranggapan bahwa subsidi tidak layak diberikan untuk minyak. Meski demikian, kebijakan subsidi untuk minyak solar, dapat tetap menggunakan pola penetapan harga. Tujuan penghapusan BBM jenis premium tersebut, tak luput dari perhatian para mahasiswa pengguna kendaraan, khususnya kendaraan bermotor di UIN Jakarta.

 

"Saya setuju dengan penghapusan bbm jenis premium tersebut. Karena BBM jenis premium tersebut bersubsidi, terlalu banyak memakan uang negara. Jika wacana tersebut diterapkan dan pindah kepada jenis BBM baru bernama Pertalite, uang negara yang disubsidikan dapat dialokasikan ke hal lain. Seperti pemerataan pembangunan didaerah-daerah terpencil." ungkap mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Riyan Andriyan.

 

Berbeda halnya dengan riyan yang menyetujui wacana tersebut, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Arab , Muhammad Farhan Sidqi mengakui, rasa keberatannya. Hal itu karena berbedanya harga bbm jenis premium dan pertamax. Farhan menegaskan dirinya akan menyetujui wacana tersebut, jika harga bbm jenis pertamax akan sama harganya dengan bbm jenis premium.

(oleh : nida muharram kumala sari)

Comments