News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Bedah Film Bid'ah Cinta Bersama Dema Fisip

diposting pada tanggal 16 Mar 2017 08.01 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Aktor film Bid'ah Cinta saat sedang talkshow

Pagelaran talkshow dan bedah film diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN Jakarta, Rabu (15/3). Film yang dibedah merupakan film berjudul Bid’ah Cinta, yang mulai ditayangkan Rabu (15/3) di bioskop. Bedah film ini menyajikan lima pengisi acara diantaranya Sutradara Nurman Hakim,  Penulis naskah Ben Sohib, Aktor Dimas Aditya dan Alex Abbad, serta Dosen Fisip UIN Jakarta Robi Sugara. Acara ini dimulai sejak pukul 14.00 hingga 16.30 WIB di Auditorium Fisip UIN Jakarta.

Sutradara film Bid’ah Cinta, Nurman Hakim mengatakan dalam talkshow ini, kemunculan ide cerita sudah timbul sejak 2013 bersama dengan Ben Sohib yang merupakan penulis naskah. Nurman dan Ben saat itu sangat memerhatikan kasus tentang perbedaan sebab hal itu akan terus terjadi hingga akhir zaman. Dalam film ini, Nurman ingin menggambarkan bagaimana perbedaan dan toleransi menjadi indah seperti layaknya pelangi. Nurman mengakui, topik tersebut dulu memang belum sehangat sekarang yang menyikapi cinta dan perbedaan dengan sangat sensitif. “Jika satu sama lain merasa paling benar, maka konflik akan terus terjadi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut juga ditambahkan oleh Ben Sohib. Dirinya yang terkenal dengan cerita pendek (cerpen) yang lucu dan bersifat menertawakan kondisi yang ada atau disebut satir, menjelaskan jika film ini tidak ada sangkut pautnya dengan situasi sekarang yang sedang memanas. Sebab, pengerjaan dalam menemukan ide cerita dan penulisan skrip dilakukan dalam waktu yang lama. “Anggapan masyarakat tentang film Bid’ah Cinta yang memanfaatkan situasi sekarang ini adalah salah besar,” tegas Ben.

Salah satu aktor yang berperan dalam film tersebut sebagai Kamal, Dimas Aditya mengatakan dirinya memerankan sosok pemuda Islam yang sangat menghindari bid’ah dalam hidupnya dan suatu saat ingin memberontak. Pada peran tersebut, Kamal menyukai seorang perempuan bernama Kalingga namun berbeda agama, sehingga menimbulkan adanya konflik cerita. “Film ini tidak mencoba untuk mendiskreditkan, namun untuk memotret kondisi yang sangat mungkin terjadi di dalam masyarakat,” tutur Dimas. Ia juga menuturkan, alasannya menerima tawaran film Bid’ah Cinta karena terkonsentrasi pada cerita religi yang berbeda dibandingkan film religi lainnya.

(Fathur Alfarizi)

Comments