News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Bekerjasama dengan Hayrat Foundation, DEMA FU Gelar Seminar dan Solidaritas untuk Palestina

diposting pada tanggal 18 Des 2017 16.07 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Peserta memadati Aula SC untuk mengikuti seminar

Isu antara Palestina – Israel yang kembali memanas sejak pernyataan sepihak Yerusalem sebagai ibukota Israel oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah membuat masyarakat dunia geram, tak terkecuali Indonesia. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin (FU) menggelar aksi solidaritas Indonesia untuk Palestina bersama dengan Hayrat Foundation di Aula Student Center (SC) UIN Jakarta, kemarin, Senin (18/12). Acara ini diisi dengan seminar nasional dan pemberian program beasiswa ke Turki dari Hayrat Foundation.

Ketua DEMA FU, Bahal Siregar mengatakan tema dari seminar ini yaitu “Studi Komparatif Peradaban Islam di Indonesia dan Peradaban Islam di Turki”. Ia menambahkan, bentuk dukungan Indonesia untuk Palestina yakni dengan membubuhkan tanda tangan pada banner dengan bendera Palestina yang terdapat di depan pintu masuk Aula SC. Terkait pemberian program beasiswa, Bahal mengaku pendaftar boleh dari FU serta mahasiswa UIN seluruhnya. “Namun yang perlu digaris bawahi adalah, pemberian program beasiswa hanya dapat diperoleh bagi mahasiswa yang menghadiri acara ini,” tekannya.

Menyoal persiapan, dirinya mengaku acara ini memakan waktu satu bulan dalam persiapan serta waktu dua minggu dalam publikasi. Bahal dengan yakin menaksir kehadiran peserta mencapai 400 orang. “Hal ini bisa dilihat dari sejak dibuka pendaftaran hari pertama, yang registrasi untuk ikut sudah mencapai sekitar 1000 orang,” ujarnya. Bahal berharap agar kelak seminar yang mendatangkan pembicara dari Turki serta Malaysia ini dapat bermanfaat untuk para peserta yang hadir.

Sementara itu, mahasiswi Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Syifa Nurfauziah mengaku dirinya sengaja datang dari kampus empat (gedung FAH) di Legoso dengan berjalan kaki, karena sangat tertarik dengan acara ini. “Namun sangat disayangkan, ketika saya sudah sampai di tempat, ternyata sudah tidak ada lagi bangku tersisa. Sehingga saya terpaksa menunggu di luar,” keluhnya.

(Faizah Fitriah)

Comments