News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Bekerjasama Dengan Pemerintah Kesehatan Tangsel, RS Syahid Lakukan Vaksinasi Difteri di UIN Jakarta

diposting pada tanggal 7 Feb 2018 17.22 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Rumah Sakit (RS) Syarif Hidayatullah (Syahid) bekerjasama dengan Pemerintah Kesehatan Kabupaten Tangerang Selatan (Tangsel) mengadakan vaksinasi difteri untuk mahasiswa UIN Jakarta bertempat di Klinik Pratama Syarif Hidayatullah pukul 09.00 sampai 12.00 WIB, mulai dari 6 hingga 15 Februari mendatang.

dr. Delfiarnis menjelaskan, pelaksanan vaksinasi difteri telah dijadwalkan sesuai fakultas masing-masing. Namun antusias mahasiswa UIN Jakarta masih kurang. Menurutnya, mungkin karena tempatnya yang kurang tepat dan strategis. Padahal pihak RS Syahid telah menyediakan 300 vaksin. Tetapi yang mengikuti vaksinasi ini hanya sekitar 30 mahasiswa. “Sebenarnya di Indonesia itu difteri sudah tidak ada, tapi karena ada Kejadian Luar Biasa (KLB) yaitu  salah satu orang yang terkena penyakit difteri, maka diadakan vaksinasi difteri. Rentang umur yang sering terkena penyakit difteri yakni 1-19 tahun,” paparnya. Lebih lanjut dr. Delfiarnis menambahkan, munisasi difteri dilakukan  sebanyak tiga kali dengan jarak waktu vaksin pertama dengan kedua sebulan dan vaksin yang ketiga berjarak enam bulan. Dengan precikan air liur, maka penyakit difteri akan dengan mudahnya tertular kepada orang lain.  “Tujuan diadakan vaksinasi difteri agar kebal terhadap kuman difteri, karena rata – rata pasien yang terkena penyakit difteri ini karena imunisasi difterinnya tidak  lengkap,” tuturnya. dr. Delfiarnis berharap agar seluruh cakupan yang berumur 1 sampai 19 tahun mendapatkan vaksin difteri karena itu sangat penting.

Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) semester satu, Kharisma Balkis  menuturkan, alasan mengikuti vaksinasi difteri ini karena seluruh anggota keluarganya telah melakukannya. Menurut Kharisma, vaksinasi difteri ini penting agar terhindar dari penyakit difteri. “Walaupun tangan masih terasa sakit akibat efek dari suntikan difteri, tetapi saya tetap menjalaninya karena vaksinasi difteri ini manfaatnya sangat banyak,” ujarnya. Kharisma berpesan, kepada masyarakat yang belum mengikuti vaksinasi difteri, agar segera mendaftarkan diri karena itu untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain.

(Shifa Ubaisilfa)

Comments