News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Belajar Menghargai Waktu Lewat Pertunjukan KALA

diposting pada tanggal 18 Des 2017 16.32 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Pementasan KALA di Hall SC

Batara Kala adalah kisah mitologi Hindu yang mengisahkan sosok putra Dewa Siwa. Batara Kala digambarkan sebagai sosok raksasa yang bertubuh besar sang penguasa waktu. Kala digambarkan sebagai simbol kerakusan, keserakahan, ketakutan. Kala digambarkan sebagai sosok yang yang tak pernah kenyang, memakan apa saja demi memuaskan perut dan keberlangsungan hidup. Pertunjukan KALA karya N. Riantiarno disutradarai oleh Bangkit Sanjaya sukses dipersembahkan dengan apik oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Syahid sejak 13 hingga 17 Desember di Hall Student Center (SC). Menyedot perhatian berbagai kalangan, garapan bersama yang juga simbolik dilantiknya anggota muda Teater Syahid ke anggota biasa dihadiri oleh lebih dari 1000 penonton selama tiga hari berturut-turut.

Ketua Teater Syahid Fadli Rudiansyah mengaku senang dan lega terhadap usainya lakon garapan bersama yang telah dipersiapkan sejak delapan bulan silam ini. Meski masih terbayang PR selanjutnya, Fadli mengaku bangga karena mendapat apresiasi dari seorang sastrawan Jamaldi Rahman, menurutnya pertunjukan KALA kemarin dipersembahkan dengan apik oleh Teater Syahid sehingga menyerupai pemetasan yang dilakukan Teater Koma yang terkenal dengan glamor dan sisi artistiknya, yang membedakan hanya pada pemain yang mayoritas berkerudung.

Fadli mengaku, sebelumnya garapan bersama ini akan diangkat ke tingkat nasional, namun terkendala waktu dan budgeting rencana itu harus tertunda dan semoga terealisasi pada tahun berikutnya.

“Kala menggambarkan waktu, secara visual Kala menggambarkan kerakusan, waktu apabila tidak dapat dikontrol dan dikendalikan dengan bijak oleh manusia akan menjadi bumerang bagi diri tersebut. Mengejar-ngejar, menggerogoti dan tanpa sadar menguasai diri. Sehingga digambarkan pada pertunjukan kemarin, satu-satunya hal yang dapat melumpuhkan Kala adalah cermin, yang berarti kita diminta untuk berkaca dan mengevaluasi diri,” ujar Fadli,

Fadli yang ikut ambil peran dalam pertunjukan mengaku, pertunjukan KALA berjalan sesuai dengan ekspektasi, meski begitu masih banyak PR yang harus diselesaikan usai pertunjukan ini, termasuk sisa properti yang masih berserakan di sekitar sanggar Teater Syahid.

Siswa SMA Riana Djayanti yang ikut menyaksikan pertunjukan KALA pada Sabtu (16/12) silam mengaku salut dengan apa yang telah Teater Syahid persembahkan kepada penonton. Tak menyesal datang jauh-jauh dari Bogor, Riana yang juga mengikuti komunitas Teater di Bogor mengaku KALA disajikan dengan begitu detail, dan apik.

“Para aktor memerankan perannya dengan sangat baik, saya yakin persiapan yang dilakukan bukan sembarangan, setiap detail dialog dan gesture aktor sangat menarik untuk diperhatikan,” ujar Riana.

Riana berharap, Teater Syahid tidak puas sampai disini. Dirinya yakin Teater Syahid akan besar dengan sejarah pertunjukan yang hebat dan mampu menelurkan aktor-aktor kawakan ke jenjang yang lebih luas.

(Syarifatul Adibah) 

Comments