News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Belajar Menjadi Entrepreuner Bersama UIN Preuner

diposting pada tanggal 14 Des 2015 14.44 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui14 Des 2015 14.44 ]


Suasana kegiatan seminar dan talkshow Creative Preuners, Kamis (11/12)


 UIN Preneur menggelar acara Creative Preneurs Seminar dan Talkshow di Auditorium Harun Nasution, Kamis (11/12). Acara ini dihhadiri oleh narasumber Dede Rosyada (Rektor UIN Jakarta), Zainulbahar Noor (Ketua Badan Amil Zakat Nasional), Fahmi Noor (Ekomon), Diading S.Anwar, Mahatma Gandi, Lukman Hakim, Kemas Danial, Andraw Darwis, Chaerany Putri, Haykal Kamil, Irfan Amalee dan Zazkia Adya Mecca. Acara dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama pada pukul sembilan hingga zuhur, lalu dilanjutkan dengan sesi kedua pada pukul satu hingga empat sore dengan sebelumnya diadakan nonton bersama Toba Dreams. Selain menggelar acara Seminar dan Talkshow, acara ini juga menjadi sarana peresmian Pusat Ekonomi Kreatif UIN Jakarta.

Dalam pidato pembukaannya, Rektor UIN Jakarta, Dede Rosyada mengatakan, biasanya UIN Jakarta berpikir besar. Namun, untuk kali ini berpikir secara kreatif melalui acara ekonomi kreatif ini. Dede menambahkan, pengusaha merupakan hal yang menjanjikan, di samping pendapatannya yang lebih besar dari pada Pegawai Negri Sipil (PNS). Dalam menerapkan pemikiran, seharusnya masyarakat berpikir Pola Ilmiah Pokok (PIP). Dede berharap, semoga di kemudian hari, UIN Jakarta menjadi Enterpreuner University.

Salah satu narasumber, Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor mengatakan, UIN Jakarta harus menciptakan enteurpreneur, karena Islam sudah jauh tertinggal dalam hal bisnis. Selain itu, kurikulum ekomoni harus dimasukan dalam porsi yang cukup besar di tiap Fakultas. Zainulbahar menambahkan, Indonesia menempati urutan ke sembilan dalam per-ekonomian di ASEAN. Oleh sebab itu, ekomoni tidak akan meningkat jika tidak ada pengusaha yang meningkat, dan ekomoni kreatif adalah jalan yang mudah untuk memulai bisnis. Pada umumnya di Indonesia bukan ekomoni makro yang merajai, namun ekomoni mikro sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lah yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. (Amimatul Iklilah)
Comments