News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Benarkah Indonesia Krisis Energi Tahun 2020?

diposting pada tanggal 1 Okt 2017 05.32 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Krisis energi adalah kekurangan atau peningkatan harga dalam persediaan sumber daya energi ke ekonomi. Krisis ini biasanya menunjuk ke kekurangan minyak bumi, listrik, atau sumber daya alam lainnya. Pembicaraan mengenai krisis energi semakin ramai dibicarakan. sama seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) yang menyelenggarakan acara Seminar Nasional dengan tema “Indonesia Krisis Energi 2020”, di Teater Aqib Suminto Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Jumat (29/9). Seminar diisi dengan narasumber dari Executive Reforminer Institute Lembaga Riset Independen untuk Bidang Ekonomi Energi dan Pertambangan, serta mendatangkan anggota Dewan Perwakilan Daerah komisi tujuh.

Direktur Executive Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro mengatakan, Indonesia yang menggantungkan 47% konsumsi energinya kepada minyak bumi, cadangan yang dimiliki hanya cukup untuk bertahan selama 12 tahun ke depan. Terbukti minyak Indonesia per akhir 2015 hanya 3,6 miliar barrel. Adapun cadangan terbukti pada gas merujuk data yang sama, diperkirakan sekitar 100,3 triliun kaki kubik (TCF). Sedangkan, konsumsi harian minyak di dalam negeri saja saat ini per harinya sudah mencapai 1,6 juta barrel.

Dari angka itu, hanya sekitar 800.000 barrel yang dipasok dari produksi di dalam negeri dan selebihnya masih harus dipasok dari impor. Sesungguhnya krisis energi adalah sebuah tantangan besar, karena kebutuhan akan energi tidak bisa lepas dari sejarah peradaban manusia. Disadari atau tidak, pada era ini manusia membutuhkan energi hampir di setiap aspek kehidupannya,” papar Komaidi.

Anggota DPR komisi tujuh, Adian Napitupulu mengatakan, tentu saja tantangan seperti ini tak akan pernah terselesaikan tanpa dukungan dari semua anak bangsa, termasuk seluruh jajaran pemerintah, pelaku industri, pemerhati, mahasiswa, sampai dengan masyarakat. Dibutuhkan banyak keterbukaan dan kesediaan banyak pihak untuk urun rembuk bersama mencari jalan keluar yang membawa kebaikan bersama baik dari pihak investor maupun pemerintah Indonesia.

“Diperlukan solusi yang tepat untuk menciptakan kehidupan yang berkesinambungan dan selaras dengan alam terlebih jika sumber daya energi tersebut menggunakan sumber daya alam. Salah satu solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi krisis tersebut adalah dengan menggunakan teknologi energi surya,” sarannya.

(Shari Ayu)

Comments