News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Bercocok Tanam dari Hobi Jadi Menguntungkan

diposting pada tanggal 13 Nov 2017 09.58 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Beberapa waktu yang lalu seperti yang dilasir dari Female first, Adele pelantun lagu Someone Like You menolak tawaran untuk tampil di Timur Tengah. Hal mencengangkan ialah karena Adele menolak tawaran senilai 1 juta Euro atau setara 15 miliar rupiah untuk 2 acara di Timur Tengah. Hal lain yang tak kalah mencengangkan bukan hanya nilai dari tawaran tersebut, tapi alasan Adele menolak tawaran tersebut. Agensinya mengatakan, Adele menolak untuk tampil di acara tersebut karena sedang sibuk menekuni hobi barunya, yakni bercocok tanam. Belakangan ini disebut-sebut Adele sedang fokus menata kebun kecil di kediamannya. Bagaimana bisa hobi sepele bercocok tanam, membuat diva pelantun lagu Hello ini sampai-sampai menolak bayaran spektakuler?

Bercocok tanam seringkali dianggap sepele, bahkan sebagian menganggap bercocok tanam merupakan hobi yang biasanya ditekuni ibu rumah tangga untuk mengisi waktu disela-sela kegiatan rumah sekaligus menghias kebun. Sedikit sekali yang mampu melihat peluang besar dari hobi bercocok tanam.  Tak jarang  berbagai teknologi baru seperti tanam buah dalam pot (Tabulampot), hidroponik, vertikultur, hingga aeroponik menjadi pilihan bagi penikmat hobi bercocok tanam dengan lahan yang minim. Tak hanya sekedar hobi, tentunya bercocok tanam dapat menjadi peluang penghasil pundi-pundi rupiah yang menjajikan.

Seorang ibu rumah tangga yang telah mereguk manfaat dari bercocok tanam sebagai sumber penghasilan, Kurniasih memaparkan dari bercocok tanam dirinya kini mampu mengantongi omset hingga 3 juta rupiah setiap bulannya. Seperti Adele, ibu satu anak yang mengawali bisnisnya dari sekedar hobi ini mengaku, menjual hasil tanam sayur hidroponik kepada teman-teman terdekatnya.

“Teman, tetangga, saudara jadi pasar pertama saya. Cukup promosi lewat grup-grup di aplikasi whatsapp dan mengandalkan pemasaran mouth to mouth bisnis kecil-kecilan selada, bayam, buncis, dan kailan ini Alhamdulillah sudah jalan setengah tahun. Lumayan buat beli susu dan popok si dede,” papar Kurnia.

Awalnya Kurnia tidak menyangka hobinya bercocok tanam akan menjadi ladang bisnis, dirinya hanya penasaran dengan teknik bercocok tanam hidroponik yang diketahuinya dari majalah. Meski mengaku tidak memiliki rencana jauh untuk mengembangkan bisnis ini, Kurnia mengaku tidak menolak bila mendapatkan bantuan modal untuk mengembangkan bisnisnya. “Buat iseng aja, itung-itung jadi gak usah belanja ke pasar, tapi kalau ada yang mau supply modal dan lahan boleh juga,” kelakarnya.

Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi jurusan Agribisnis semester satu Nadya Rahmawati mengaku, sangat mengapresiasi masyarakat ibu kota yang memiliki hobi bercocok tanam ditengah keterbatasan lahan. Sebagai negara agraris menurut Nadya penduduk Indonesia harus semakin inovatif menemukan teknik bercocok tanam meski memiliki banyak keterbatasan. Perempuan asli Magetan ini mengaku melihat peluang besar dari hobi bercocok tanam terutama di kota-kota besar.

“Sekarang orang berlomba-lomba mengikuti gaya hidup sehat, semuanya kalau bisa yang serba organik dikonsumsi. Nah, yang seperti ini jadi peluang untuk mencoba berbagai teknik bercocok tanam sehat dan tidak membutuhkan banyak piranti,” papar Nadya panjang. Mengaku memiliki hobi bercocok tanam menurun dari ibunya, Nadya sedang dalam tahapan memulai sedikit demi sedikit hobi bercocok tanam menggunakan teknik aeroponik di rumah kontrakan yang ia sewa.

(Syarifatul Adibah)

Comments