News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

BPI Gelar Seminar Nasional Menjadi Entrepenuer di Era Digital

diposting pada tanggal 20 Nov 2017 09.24 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Yopan Prihadi memaparkan materi terkait entrepeneur

Menyadari dunia digital menawarkan pasar baru yang menjanjikan bagi entrepeneur muda, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) telah menyelenggarakan Seminar Nasional yang mengusung tema “Uangkan Uang Anda, Bagaimana Cara Mengambil Peluang Bisnis yang Cerdas di Era Digital” sejak pukul 08.00 WIB di Teater Aqib Suminto lantai 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom). Diikuti oleh seluruh mahasiswa BPI, seminar bisnis online ini turut mengundang Yopan Prihadi, Sandi Willy, dan Firdha Auliah Rahmah yang telah mahir dalam berbisnis online.

Firdha Aulia Rahmah seorang pengusaha muda pada kesempatannya menyampaikan perbedaan antara bisnis dan berdagang. Menurut Firdha, berdagang orientasinya hanya kepada pemenuhan kebutuhan, sedangkan berbisnis memiliki sistem yang lebih kompleks, seperti produk, target, manajemen, dan market place. Menurut Firdha menjadi pebisnis membutuhkan tekat yang besar, namun sangat tidak disarankan sekedar modal nekat. “Boleh punya tekat, asal jangan nekat,” pungkasnya. Firdha menambahkan, menjadi pebisnis sangatlah mulia karena membuka pintu rizki bagi banyak orang.

Yopan Prihadi seorang praktisi bisnis membandingkan Indonesia dan Malaysia dalam dunia entrepreneur. Menurut Yopan, Malaysia memiliki semangat dan jumlah pengusaha yang sangat tinggi dibanding Indonesia. Menurut Yopan tidak ada karyawan yang sukses selama statusnya masih karyawan, baginya menjadi pengusaha adalah definisi dari sukses, saat mampu memberi gaji karyawan. Setuju dengan Firdha, Yopan mengakui menjadi pengusaha adalah membuka pintu rizki bagi banyak orang. 

“Menjadi pengusaha bukanlah hal sulit, asal ada keberanian dan niat yang lurus, terlebih di era yang sudah serba digital seperti sekarang, semua sudah pindah jadi serba online, nyatanya pasar online memang 1000 kali lebih efektif dari pada pasar konfensional,” pungkasnya.

Mahasiswa Fdikom jurusan BPI semester satu bernama Qamariyah tanpa ragu membagi pengalaman berbisnisnya dihadapan peserta  seminar. Qamariyah atau yang akrab disapa Kokom mengaku telah menjalani bisnis kecil-kecilan sejak beberapa waktu dengan menjual makanan ringan. Dari usaha kecil-kecilannya tersebut Kokom mengaku mampu mengirimkan pulsa untuk orangtuanya di kampung, dan berencana memberi mereka hadiah yang lebih suatu saat. Tak mau berhenti dimakanan ringan, semangat berbisnis Kokom mulai merambah jual beli kaos kaki. “Saya mohon do’a nya dari kawan-kawan agar mampu mengembangkan sayap di dunia bisnis,” tutup Kokom.

(Syarifatul Azizah) 

Comments