News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

BSA Tutup Rangkaian FAN dengan Seminar Internasional

diposting pada tanggal 18 Des 2017 16.00 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Delegasi dari UEA sedang mengisi seminar

Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) yang dibantu oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta, kemarin (18/12) menggelar seminar internasional di Auditorium Harun Nasution, pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Selain sebagai penutup dari rangkaian acara Festival Arab Nusantara (FAN), seminar yang bertajuk “Bahasa Arab dalam Perspektif Arab Modern” juga diadakan guna memperingati Hari Bahasa Arab Sedunia yang jatuh pada 18 Desember. Dihadiri oleh 16 negara Uni Emirat Arab (UAE), acara berlangsung ramai serta megah.

Kepala Jurusan (Kajur) BSA, M. Husni Thamrin mengatakan, untuk acara yang megah ini, persiapan yang dilakukan terbilang cukup singkat, yakni hanya berkisar satu minggu. “Meskipun demikian, saya berterima kasih kepada rekan-rekan mujahid HMJ yang telah bertekad untuk menyukseskan acara ini, hingga dihadiri oleh kurang lebih 300 orang audiens,” tutur Husni. Bagi Husni, di balik setiap acara, tentu ada kendala yang menyertainya. Ia tak menampik bahwa kendala terbesar yakni ada pada pendanaan yang bukan bersumber dari universitas, namun berkat kerja keras dan usaha BSA serta HMJ itu sendiri. “Memang tiap Desember, dana dari universitas sudah ditutup. Namun sekali lagi, saya sangat mengapresiasi kegigihan HMJ dalam membuat nyata seminar internasional ini,” ungkapnya.

Ketua HMJ BSA, Fadhli Yuliansyah menghaturkan rasa terima kasihnya terhadap antusiasme audiens. “Bisa dikatakan, ini adalah acara besar pertama di UIN yang berhasil mempertemukan Kedutaan Besar (Kedubes) dari UEA, beberapa di antaranya yang hadir seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, Kuwait, Yaman, Maroko, dll,” terangnya. Bahkan Fadhli menambahkan, doorprize yang diberikan dalam acara ini pun mencuri perhatian audiens yang turut hadir, yakni tiga kuota haji dan tiga kuota umrah untuk tiga orang secara gratis.

“Tak bisa ditampik, seminar internasional ini memang gebrakan yang luar biasa, baik untuk BSA maupun di UIN itu sendiri. Semoga acara yang sama di tahun berikutnya, dapat terus menunjukkan pembaharuan yang jauh lebih baik lagi,” tutupnya.

(Faizah Fitriah)

Comments