News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim Oleh HMJ PBSI

diposting pada tanggal 8 Jun 2017 11.54 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Rabu (14/6) mendatang, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) akan menjalankan buka bersama keluarga besar Jurusan PBSI dan santunan 100 anak yatim. Acara yang bertempat di Aula Student Centre (SC) UIN Jakarta diselenggarakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya bagi anak yatim sebab momen Ramadhan sangat mendukung berjalannya acara tersebut.

Panitia penyelenggara acara santunan anak yatim HMJ PBSI, Nur Siswo yang ditemui oleh RDK FM di lobby Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) memaparkan, gambaran umum acara tersebut adalah buka bersama yang diiringi dengan santunan kepada anak-anak yatim. Karena anak-anak yatim juga menjadi tanggungan bagi manusia yang berkehidupan mampu. Pria yang baru menginjak semester 2 ini menambahkan, HMJ PBSI menyelenggarakan acara buka bersama dan kegiatan santunan anak yatim dengan melibatkan sejumlah orang-orang penting seperti dosen-dosen PBSI, pengurus HMJ PBSI, serta yang terpenting adalah anak-anak yatim.

Menurut Siswo, misi dari para panitia penyelenggara dalam pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai media untuk mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan masyarakat luar, dan menjalankan sunnah nabi yakni menyantuni anak yatim.

Senada dengan pernyataan Nur Siswo, panitia penyelenggara lain yang menjadi narahubung kegiatan buka bersama dan santunan anak yatim HMJ PBSI, Hanum Ulfah mengatakan bahwa acara tersebut menargetkan hadirnya 100 anak yatim untuk diajak berbuka bersama serta diberikan santunan. Sebab, tutur Ulfa, semakin banyak anak-anak yang diberikan santunan maka semakin besar pula senyum yang terpancar dari anak-anak tersebut.

“Saya mewakili segenap panitia lain berharap acara ini dapat mempererat tali silaturahmi, mendapat berkah nabi, dan juga ridho Allah sekaligus di bulan Ramadhan yang penuh berkah,” katanya.

(Fathur Alfarizi)

Comments