News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Debat Nasional Ekonomi dalam Pengaruh Teknologi 2nd Youth Economic Summit

diposting pada tanggal 13 Nov 2017 09.52 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui13 Nov 2017 09.52 ]

Teknologi terus berkembang pesat. Tumbuhnya teknologi tentu mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, salah satunya ekonomi. Berbagai inovasi lahir dari jiwa-jiwa kreatif di setiap sudut dunia, usaha model startup, pasar online susul menyusul mewarnai perekonomian dunia. Hal ini disadari oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa  (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang pada Senin (13/11) lalu menyelenggarakan National Debate Economic di teater lantai dua FEB. Diikuti oleh 14 tim dari beberapa wilayah di Indonesia, rangakaian 2nd Youth Economic Summit 2017 ini mengusung tema “Pesatnya Kemajuan IPTEK Terhadap Kegiatan Perekonomian Dunia”.

Penanggung jawab National Debate Economic Marina Ledysha Rismadana  memaparkan, yang menjadi bagian dari ketiga rangkaian 2nd Youth Economic Summit 2017 yaitu photography, muslimah fashion show, dan futsal. Perempuan yang akrab disapa Ica ini mengaku, dunia sedang berada pada kondisi sangat melek teknologi, sehingga  berperan pada berbagai aspek perekonomian dunia. Lomba debat yang sudah berlangsung untuk kedua kalinya ini diakui Ica memiliki waktu persiapan yang sangat minim. Ica mengaku kendala pelaksanaan lomba debat ada pada pengisi acara dan jadwal yang ngaret.

“Semoga tahun depan national debat economic bisa lebih baik, kalau bias digarap dengan serius mungkin dengan cara dipisahkan dari rangakaian Youth Economic Summit, dan seluruh peserta merasa nyaman dengan fasilitas yang disediakan panitia,” harap Ica.

Peserta debat asal Yogyakarta Faisal ilmi memaparkan, dirinya berangkat dari Universitas Gajah Mada (UGM) beserta tim sejak Sabtu (11/11) lalu. Faisal mengaku telah mempersiapkan materi dengan matang untuk debat nasional kali ini. “Semoga bisa bawa oleh-oleh kemenangan buat gajah mada,” ujar laki-laki yang akrab disapa Ical.

Saat disinggung tentang pengaruh teknologi terhadap perekonomian, Faisal mengaku teknologi dapat menjadi sumbu ampuh dalam membakar perekonomian dunia. Teknologi dapat menjadi media paling ampuh namun tak jarang menjadi bumerang bila tidak mampu mengelolanya dengan baik dan tepat.

(Syarifatul Adibah) 

Comments