News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Dehidrasi, Terlihat Remeh Namun Membahayakan

diposting pada tanggal 23 Jan 2018 13.24 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui23 Jan 2018 13.25 ]
Perbanyak konsumsi air putih dapat kurangi risiko dehidrasi. (source: Google)

Tubuh manusia terdiri dari 75% cairan yang harus terpenuhi. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tersebut, manusia membutuhkan rata-rata 8 gelas air/hari atau kurang lebih 2 liter/hari. Namun kebutuhan cairan manusia dapat berubah tergantung situasi dan kondisi seperti cuaca. Sering kali banyak di antara masyarakat yang menyepelekan hal tersebut. Padahal kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi. Efek dari dehidrasi ini bukan sekadar dahaga berkepanjangan saja, lantas apa saja efek lainnya?

Dilansir dari halosehat.com, dehidrasi tidak boleh dianggap remeh sebab tubuh manusia terdiri dari 75% cairan. Cairan itu terletak di darah, tulang dan sel-sel yang ada di otot. Di dalam darah juga harus terisi dengan cairan, setidaknya ada 92% di dalam tubuh manusia yang komponen darahnya berupa cairan. Di dalam tulang kebutuhan akan cairan sekitar 22%, sedangkan sel-sel otot terisi dengan cairan sebanyak 75% dan di dalam otak mengandung cairan sebanyak 75% cairan. Kebutuhan cairan di dalam tubuh itu akan meningkat di saat manusia terkena sakit, sehabis berolahraga, cuaca panas, buang air besar dan bahkan saat bernafas pun manusia akan mengeluarkan cairan. Cairan di dalam tubuh yang terus berkurang dan tidak diganti dengan cairan yang baru akan menyebabkan orang tersebut  mengalami dehidrasi. Jika dehidrasi tersebut tidak segera ditangani, maka akan berefek ke hal lain seperti hipertensi, terkena kolestrol tinggi, terganggunya ginjal dan kantung kemih, serta dapat  menyebabkan kulit menjadi kering. Namun itu semua bisa ditangani dengan cara tidak menganggap remeh dehidrasi, yakni dengan memperbanyak minum air putih serta meminum larutan oralit saat diare agar cairan tubuh tetap terjaga.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), jurusan Kedokteran semester satu, Danu Pratama Lesmana menuturkan, cairan itu sangat penting bagi tubuh karena cairan berperan dalam menjaga metabolisme. Danu memaparkan, gejala dehidrasi itu biasanya akan timbul rasa haus yang berlebihan, warna urin yang berubah menjadi pekat dan kulit serta mulut menjadi kering. “Efek dehidrasi itu terbagi dalam beberapa tingkatan dan efek paling beratnya itu adalah Letargis, yakni nadi menjadi cepat dan dangkal, serta kulit menjadi keriput. Inilah mengapa sangat penting untuk meminum 8 gelas air sehari,” tandasnya.

(Anggara Purissta Putra)

Comments