News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Dema-U Fasilitasi Maba dengan Klinik Advokasi UKT

diposting pada tanggal 16 Jul 2017 10.16 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Tahun ini, pertama kalinya UIN Jakarta menetapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Untuk menghindari kesalahan dan mengatasi kesulitan bagi Mahasiswa Baru (Maba) angkatan 2017, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Universitas memfasilitasi maba dengan hadirnya klinik advokasi data dukung UKT. Usai bersamaan dengan ditutupnya daftar ulang bagi maba yang lolos via jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 10 Juli lalu, klinik advokasi UKT siap hadir kembali 28 Juli hingga 2 Agustus nanti. Bertempat di dalam gedung apusat akademik, klinik ini hadir untuk membantu maba maupun wali mahasiswa yang mengalami kebingungan terhadap sistem baru pembayaran uang kuliah di UIN Jakarta.

Orangtua maba, Siti Rohayah memaparkan, sempat merasakan manfaat dari klinik advokasi UKT. “Klinik ini sangat bagus, mengingat tak jarang orangtua maba yang baru pertama kali menguliahkan anaknya mengalami kesulitan dengan birokrasi yang ada,” ucap Rohayah. Sempat enggan mengurus pengisian borang UKT yang cenderung merepotkan, berkat sedikit tanya jawab di klinik advokasi UKT Rohayah mengaku senang, karna UKT yang didapatkan bukan kategori teratas. Ibu yang anaknya lolos sebagai mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Jurusan Ilmu Perpustakaan ini berharap, kedepannya klinik advokasi lebih dikerjakan secara serius sehingga dapat maksimal membantu maba yang bingung dengan sistem baru, sehingga tetap tercipta keadilan minimal dapat meringankan beban orangtua yang  membiayai uang kuliah.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) jurusan Ilmu Politik semester 6, Shafa Mahendra mengungkapkan, hadirnya klinik advokasi UKT oleh Dema-U ini adalah sebuah ide briliant. “Klinik advokasi UKT sebagai salah satu upaya apik dari Dema-U dalam menciptakan keadilan pembayaran uang kuliah bagi maba,” Ungkap lelaki yang akrab disapa Hendra tersebut. Informasi yang diberikan di klinik advokasi diharapkan Hendra dapat membantu maba dalam pengisian borang UKT dan meminimalisir ‘kecelakaan’ pada sistem baru yang diterapkan.

Syarifatul Adibah

Comments