News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Dema dan Komda FITK Adakan Tabligh Akbar

diposting pada tanggal 24 Sep 2017 11.39 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Ustadz Haikal Hassan sedang menjelaskan manfaat berhijrah


Memperingati Tahun Baru Islam 1439 Hijriah, dilakukan dengan berbagai cara seperti pawai obor. Salah satunya seperti yang dilakukan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) bekerjasama dengan Komisariat Dakwah (Komda) FITK menyelenggarakan acara Tabligh Akbar dengan tema “Cintai Indonesia dengan Hijrah Semangat Baru untuk Peradaban”. Bersama Ustadz Haikal Hassan pada Jumat (22/9), kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Jamiah Student Center UIN Jakarta. Acara ini terbuka bagi umum.

Hubungan masyarakat (humas) acara, Nisa mengatakan, tujuan acara ini diselenggarakan adalah untuk mengajak masyarakat umum, khususnya mahasiswa UIN Jakarta untuk mencintai Indonesia dengan berhijrah. Hijrah bisa diartikan perubahan dari satu situasi kepada situasi yang lebih baik. Maka dengan ini, diharapkan mahasiswa bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dengan semangat baru untuk peradaban.

Selain tujuan, Nisa juga menjelaskan alasan memilih sosok Ustadz Haikal Hassan, karena mumpuni untuk membawakan tema tersebut. Ia juga sudah banyak dikenal sehingga diharapkan antusias peserta menjadi lebih tertarik dan banyak.

“Begitu juga dengan tema, berkesinambungan dengan memperingati Tahun Baru Hijriah dan tema tersebut cocok untuk membangkitkan semangat mahasiswa untuk berhijrah demi peradaban yang lebih baik. Harapannya, semoga generasi muda sekarang sebagai agent of change yang mengetahui tugas dan fungsi generasi penerus bangsa,” tutur Nisa.

Mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Alya Elssiana Johan mengungkapkan, manfaat yang didapat setelah datang keacara tersebut, alya merasakan perubahan pola pikir bahwa hijrah itu penting untuk perubahan peradaban yang lebih baik di era digital sekarang dan sadar tujuan hidup ini bukan untuk diri sendiri saja, tetapi agar bermanfaat bagi orang banyak dan menemukan pemikiran.

(Shari Ayu)

Comments