News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

DEMA FAH Sambung Silaturahmi Lewat Pengajian

diposting pada tanggal 19 Mar 2017 00.40 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Suasana pengajian malam Jumat yang dilaksanakan oleh Dema FAH

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) mengadakan pengajian malam Jumat “Yasinan dan Kajian Tasawuf” yang dibimbing oleh Wakil Dekan (Wadek) tiga Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Zubair, M.Ag. Pengajian yang bertempat di basement lantai satu kampus empat UIN Jakarta Jalan Tarumanegara Legoso berlangsung sejak ba’da maghrib.

Wakil Dema FAH, Usamah Balfaqih memaparkan bahwa pengajian ini merupakan kegiatan rutin setiap dua bulan sekali, yang dikoordinir oleh Departemen keIslaman. Usamah mengatakan, hal yang mendasari terlaksananya pengajian ini ialah keinginan mahasiswa untuk belajar layaknya halaqah-halaqah di luar sana. “Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Dema, rekan-rekan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan 10 mahasiswa FAH di luar lembaga kemahasiswaan,” terangnya.

Menurut Usamah, partisipasi mahasiswa dilatarbelakangi oleh antusias yang cukup tinggi untuk mengikuti pengajian yasinan serta kajian tasawuf. Kajian tasawuf dilakukan dengan berdiskusi mengenai apa itu tasawuf. Sehingga, kebutuhan mahasiswa akan siraman rohani ini yang membuat pengajian dapat berjalan sejak dua tahun yang lalu.

Terkait topik pembahasan yang diangkat, lelaki yang pernah menjabat di HMJ Bahasa dan Sastra Arab (BSA) ini mengatakan tidak ada standarisasi tertentu, karena pemilihan topik sepenuhnya tergantung pada pembicara. Usamah juga menuturkan, hasil dari setiap diskusi nantinya akan dipublikasikan. Hal ini sesuai dengan permintaan Dr. Zubair M.Ag. Usamah berharap agar dengan diadakannya pengajian ini dapat membangkitkan kembali semangat mahasiswa dalam berdiskusi.

Selain itu, ungkapan positif datang dari mahasiswi FAH Jurusan Ilmu Perpustakaan semester dua bernama Yusdiyanti. Menurutnya, sebagai sebuah Universitas Islam, memang sangat bagus jika terdapat pengajian rutin dua bulan sekali setiap malam Jumat guna mengisi waktu senggang mahasiswa. Hal ini mengingat tak jarang mahasiswa yang menyia-nyiakan waktu senggangnya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. “Jika pengajian tersebut dilakukan dengan ikhlas, Insya Allah akan mendapat reward berupa pahala dari Allah SWT,” pungkas perempuan yang kerap disapa Uyus.

(Faizah Fitriah)

Comments