News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Dema Fdikom Gelar Studium General Pemberantasan Korupsi

diposting pada tanggal 1 Nov 2017 14.23 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Sabir Laluhu bersama naraumber lainnya saat sedang membahas 
buku Metamorfosis Sandi Komunikasi Korupsi

Memperingati ulang tahun Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) menggelar acara Milad Dakwah 27. Salah satu rangkaian acaranya yakni Studium General bertemakan “Kontribusi Kampus dan Alumni dalam Pemberantasan Korupsi”. Acara yang diadakan di Auditorium Harun Nasution, turut mengundang ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ir. Agus Rahardjo. MSM, yang berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Direktorar KPK, Erlangga Kharisma Adikusima sebagai keynote speaker. Acara dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB pada Rabu (2/11).

Dalam studium generalnya, Erlangga Adikusima mengatakan, korupsi merupakan kejahatan luar biasa atau criminal crime yang mengakibatkan banyak kerugian yang besar pada negara. Korupsi biasanya terjadi seperti suap menyuap, gratifikasi dana, penggelapan, pemerasan, perbuatan curang, hingga conflict of interest. Erlangga menyampaikan, dalam pendidikan anti korupsi memiliki tiga tahap, yakni  pada orientasi saat menjadi mahasiswa baru, selanjutnya saat menjadi mahasiswa, dan saat pembekalan ketika selesai menjadi mahasiswa atau wisuda.

Erlangga juga menambahkan, ada buku yang dikeluarkan oleh KPK untuk pendidikan anti korupsi. Selain buku dilakukan pula pendidikan melalui kampanye atau penyuluhan. Pada dasarnya peran kampus dalam pendidikan anti korupsi sangat berpengaruh kepada mahasiswa yang dihasilkan ketika lulus menjadi sarjana. Pemberantasan dapat dilakukan melalui kampanye, penelitian soal Korupsi Kolusi dan Napotisme (KKN), dan membuat kebijakan-kebijakan anti korupsi. Erlangga menjelaskan, contoh kecil korupsi dalam dunia perkuliahan ialah kebiasan titip absen dan mencontek. Kegiatan tersebut adalah awal dari perbuatan korupsi yang lebih besar lagi.

“Profesi, usia, gender dan masyarakat dari berbagai lapisan berpotensi untuk melakukan korupsi. Namun saya berharap melalui sosialisasi anti korupsi dapat membantu mencegah dan mengatasinya,” Ujar Erlangga.

Mahasiswa Fdikom Jurusan Kesejahteraan Sosial (Kessos) semester tiga, Aghatya Putri Wiratmaja mengatakan, senang dan tertarik mengikuti Studium General, karena melalui kegiatan ini mendapatkan ilmu yang bermanfaat, serta menambah dan membuka wawasan lebih luas lagi. Selain itu dapat mengetahui lebih dalam tentang tindak pidana korupsi, menjadi tahu strategi apa yang harus digunakan dalam memberantas korupsi, dan mahasiswa dapat berkontribusi terhadap pemberantasan korupsi.

“Saya berharap dengan diadakannya sosialisasi seperti ini dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, dan berguna dalam kehidupan sosial,” ungkap wanita yang kerap disapa Mami.

(Naila Fitri)

Comments