News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Dema FKIK Gelar Dialog RUU Pertembakauan

diposting pada tanggal 15 Mar 2017 09.06 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Jakarta bekerja sama dengan PAMI atau Pergerakan Anggota Muda IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia) Nasional, PAMI Jakarta Raya, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Kesehatan Masyarakat, dan Lembaga Kesehatan Masyarakat Islam (LKMI) cabang Ciputat, menyelenggarakan Ngobrol Santai atau dialog bertajuk “Rancangan Undang-Undang Pertembakauan untuk Siapa?”.

Dalam dialog tersebut, terdapat beberapa narasumber penting seperti pengurus Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) Julius Ibrani, Dosen UIN Jakarta serta ketua IAKMI Baequni, S.Km., M.Kes., Ph.d, dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan Dr. Theresia Sandra Diah Ratih. Narasumber yang direncanakan dari Tobacco Control terpaksa tidak menghadiri acara tersebut karena adanya kendala. Dialog ini diselenggarakan dari pukul 15.00 sampai jam 18.00 WIB di Auditorium lantai 2 FKIK.

Ketua Dema FKIK, Julius Prabowo mengatakan, Ngobrol Santai tersebut guna menyikapi Rancangan Undang-Undang Pertembakauan (RUUP) yang telah naik ke tingkat pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kegiatan tersebut untuk menunggu apakah sikap pemerintah akan mendukung atau menolak rancangan tersebut. Sebab, DPR telah mengajukan RUUP tersebut ke presiden dan batas akhir sikap presiden yaitu pada 18 Maret nanti.

“Seluruh mahasiswa yang tergabung di aliansi Gerakan Bersama Melawan Industri Rokok (Gebrak) sebelumnya telah mengkaji seputar RUUP tersebut dan menyatakan untuk menolak,” tutur lelaki berkacamata tersebut.

Ketua PAMI Jakarta Raya, Nurul Muhasilah menambahkan, kegiatan Ngobrol Santai bersama para pakar tersebut bertujuan agar wawasan mahasiswa UIN Jakarta tentang masalah kesehatan nasional dapat terbuka secara luas. Sebelumnya, PAMI Jakarta Raya telah mengadakan acara serupa di Universitas Indonesia (UI) yang memang sudah sangat terbuka dengan masalah kesehatan nasional.

Selain mengadakan Ngobrol Santai, diadakan juga petisi di situs online change.org tentang kasus RUUP yang sudah menyentuh 8000 persetujuan dan telah diserahkan ke Kementerian Sekretaris Negara (Kemsekneg) agar diteruskan ke Presiden Joko Widodo. Selain itu, Nurul juga mengatakan telah dilakukan aksi di depan Monumen Nasional (Monas) terkait RUUP yang sangat kontroversial.

“Harapannya setelah diadakan acara ngobrol santai terkait RUUP ini, dapat membuka wawasan mahasiswa UIN Jakarta tentang permasalahan kesehatan nasional dan mendorong pemerintah untuk menolak pengesahan RUUP tersebut,” pungkasnya.

(Fathur Alfarizi)

Comments