News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Dema UIN Jakarta Gelar Dialog Publik

diposting pada tanggal 8 Mar 2017 09.20 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui8 Mar 2017 09.28 ]
Antusias mahasiswa dalam mengikuti dialog publik

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Jakarta kembali mengadakan dialog publik bertajuk “Mencari Format Ideal Mencegah Terorisme di Indonesia”, Rabu (8/3). Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini bertempat di Aula Student Center (SC) UIN Jakarta. Dialog publik tersebut menghadirkan sekertaris jenderal (sekjen) Majelis Ulama Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MUI UMI) Ustad Bachtiar Nasir, Lc., MM., pengamat terorisme Khairul Fahmi, dan Kepala polisi resor (Kapolres) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ayi Supardan.

Ketua pelaksana dialog publik, Muhammad Aulia Rahman menjelaskan, awal diadakannya dialog publik ialah karena pihak Dema mengahadiri kegiatan di wisma Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada pertengahan Februari lalu. Pada kesempatan itu dibahas tentang bagaimana pergerakan sosial kearah agama yaitu mengenai terorisme. Aulia mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pengetahuan dan pencegahan untuk mengurangi dampak dari terorisme.

“Daerah sekitar UIN Jakarta khususnya Ciputat mayoritas muslim. Pandangan masyarakat terhadap terorisme sangat melekat pada orang muslim, padahal umat muslim bukanlah  teroris,” tegas Aulia. Menurutnya, kerja sama seluruh lapisan masyarakat dapat membantu mencegah adanya terorisme seperti memperhatikan lingkungan sekitar, dan bila ada kejanggalan dapat dilaporkan pada pihak kepolisian. Aulia mengungkapkan, antusiasme mahasiswa dalam dialog publik sangat besar. “Target awal hanya 150 peserta, tetapi naik menjadi dua kali lipat yaitu sekitar 310 peserta,” pungkasnya.

Wakil Presiden Dema UIN Jakarta, Imam Qolyubi mengatakan sebelumnya sudah ada dua acara diskusi tentang toleransi beragama dan dilema Pilkada. Imam menambahkan,  kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang terorisme. “Melalui dialog ini, mahasiswa dapat membantu pemerintah dalam memberantas terorisme dan merubah pola pikir mahasiswa tentang stigma seseorang yang berjenggot dan memakai cadar,” ujar Imam.

(Naila Fitri)

Comments