News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Demo Aksi Mahasiswa Menolak Parkir Berbayar

diposting pada tanggal 6 Mar 2016 08.44 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui6 Mar 2016 08.44 ]

Aksi Mahasiswa UIN Jakarta Menolak Parkir Berbayar


Semenjak diresmikan gedung parkir baru  pada Selasa (01/03) dan penetapan tarif parkir baru yang sebelumnya Rp500 menjadi Rp1.000, pro-kontra menyelimuti dinding UIN Jakarta. Banyak mahasiswa yang menolak dengan keputusan kenaikan tarif parkir dari pihak Universitas. Berbagai cara dilakukan mahasiswa untuk menolak keputusan tersebut.

Lintas mahasiswa  fakultas dan jurusan bersatu untuk melakukan aksi demo di depan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Aksi pemboikotan di pintu keluar parkir pun mewarnai aksi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Indonesia. Serta aksi seribu "tanda tangan" dan selfie mendukung penolakan parkir berbayar ikut memanasi suasana pintu keluar UIN Jakarta pada Jumat (04/03).

 

"UIN Jakarta adalah universitas negeri yang semua fasilitasnya ditanggung oleh pemerintah, lalu di kemanakah uang dari pemerintah?" ungkap mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) jurusan Ilmu Hukum semester 8 Muhammad Azam Teguh.

Azam menambahkan, demo aksi ini akan terus berlanjut hingga mencapai target mengumpulkan seribu tanda tangan dan foto selfie, sebagai tanda partisipasi dalam mendukung aksi demo penolakan parkir berbayar. Para massa aksi demo tidak akan berhenti melakukan orasinya dan para masa aksi masih menunggu hasil keputusan petinggi kampus yang akan mengadakan rapat April mendatang.


"Saya mendukung demo aksi ini karena memang sepantasnya sebagai mahasiswa harus peka dan sensitif, terhadap permasalahan yang ada di kampus khususnya permasalahan mengenai fasilitas-fasiltas yang  ada di kampus," ujar pendukung aksi demo Fakultas Sains dan Teknologi (FST) jurusan Matematika semester 2 Radon Dwi Kusumawardhana.


(oleh : mutia regina saura)


Comments