News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Dialog Interaktif Keislaman Tarjamah

diposting pada tanggal 17 Nov 2016 08.15 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Moderator (bangku ketiga dari kiri) sedang membacakan curiculum vitae pembicara, di teater Prof.Abdul Ghani lantai 4 gedung FAH, Kamis (17/11)


Departemen keislaman, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), Jurusan Tarjamah, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), mengadakan Dialog Interaktif Keislaman, Kamis (17/11). Dialog ini dilaksanakan di teater Prof. Abdul Ghani, lantai 4, gedung FAH. Dialog interaktif dimulai pukul 13.00-16.00.

Tahun ini HMJ Tarjamah mengangkat tema Tantangan dan Peluang Penerjemah Muda di Zaman Teknologi Informasi. Dengan menghadirkan pembicara dari Duta Pemuda dalam Konferensi PBB Tahun 2014 di New York sekaligus Staf Ahli ketua DPD RI, Gugun Gumilar dan Drs. H.Saifullah Kamalie, yang merupakan Dosen jurusan tarjamah sekaligus penerjemah tersumpah, acara ini dihadiri oleh 150 peserta. Selain itu, panitia mengundang tokoh Islam damai Indonesiaku Tv One, yaitu Ustad Azhari Nasution.

Ketika sesi dialog berlangsung antara pembicara dan peserta, Drs. H.Saifullah Kamalie menyampaikan kepada peserta, bahwa beruntung menjadi mahasiswa dan mahasiswi tarjamah yang merupakan satu-satunya prodi atau jurusan yang ada di Asia-Pasifik yaitu hanya ada di Indonesia.

“Jurusan tarjamah ini hanya ada di Universitas Islam Negeri saja. Karena itu banyak sekali peluang kerja para mahasiswa nantinya untuk berkarir di bidang penerjemahan yang sudah meluas di teknologi dalam penyampaian informasi. Mahasiswa tarjamah itu kan selalu membawa kamus kemanapun,” ujar dosen Tarjamah sekaligus penerjemah.

Ketua Pelaksana Dialog Interaktif Keislaman, Faisal Busro sangat bersyukur terlaksananya acara dialog ini, karena kerja sama anatara panitia sangat kompak. Acara yang sudah dipersiapkan sebulan ini, berjalan dengan lancar.

Saya ingin mahasiswa dan mahasiswi tarjamah itu terbiasa keluar dari zona nyaman. Alhamdulillah dengan adanya relasi dengan pembicara acara ini terlaksana. Dan HMJ tarjamah bisa laksanakan Program kerjanya di dialog interaktif keislaman ini,” imbuh Faisal.


(oleh: Siti Ulfiatu Nursa’adah

Comments