News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Dialog Publik Bertajuk Sosial dan Ekonomi

diposting pada tanggal 23 Mar 2017 11.53 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Keramaian mahasiswa yang mengikuti dialog publik

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Ushuluddin (FU) mengadakan dialog publik dengan tema “Indonesia Darurat Kesenjangan Sosial dan Ekonomi yang dihadiri oleh 102 mahasiswa UIN Jakarta. Dialog publik tersebut bertempat di aula student center dari pukul 12.20 hingga 16.00 WIB, Kamis (23/3). Narasumber yang mengisi dialog publik tersebut  adalah  Marwan Jafar yang berasal dari Ketua Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia dalam kabinet kerja Joko Widodo dan dimoderatori oleh Robitul Umam.

Pemateri dialog publik, Marwan Jafar mengungkapkan bahwa mahasiswa perlu mengkritisi keadaan masyarakat yang acap kali dilupakan oleh para pejabat pemerintahan. Menurutnya, negara-negara maju di Eropa maupun Amerika saja sedang dilanda oleh krisis sosial dan ekonomi, apalagi Indonesia yang hanya negara berkembang. Marwan juga menyampaikan, Indonesia menggunakan sistem ekonomi pasar yang mana hasil panen petani di pasar Indonesia sedang mengalami kemerosotan.

“Indonesia telah memiliki hutang kepada luar negeri sebanyak 400 juta triliyun dan itu hanya hutang bunga saja, belum termasuk hutang pokok negara Indonesia. Sebagai mahasiswa, harus mengkritisi fakta-fakta dunia maupun Indonesia, kemudian lakukanlah suatu pergerakan perubahan,” serunya dengan lantang.

Ketua (Dema) FU, Sumantri menuturkan, pengambilan tema kali ini ialah karena melihat situasi Indonesia yang sekarang terdapat kesenjangan sosial dan ekonomi. Aset kekayaan Indonesia yang melimpah ruah telah diketahui dunia. Akan tetapi, banyak tangan-tangan kotor yang menyebabkan Indonesia menjadi seperti ini. Sumantri mengimbau, mahasiswa harus mengatahui dan sadar bahwa kesenjangan sosial dan ekonomi harus dibasmi.

(Radhinarifa Muthiah)

Comments