News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Diskusi Budayawan Meriahkan Festival Budaya 2017

diposting pada tanggal 4 Okt 2017 18.25 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Sujiwo Tejo saat berdiskusi bersama mahasiswa

Budaya dan komunikasi memiliki hubungan timbal balik. Budaya mempengaruhi komunikasi dan sebaliknya komunikasi mempengaruhi budaya. Untuk itu Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) mengadakan diskusi lesehan dalam rangka Festival Budaya (Fesbud) 2017. Diskusi yang bertemakan “Melihat Budaya Membentuk Generasi Bangsa”, bertempat di Hall Student Center (SC), sejak 18.30 hingga 23.00 WIB. Menghadirkan pembicara budayawan Indonesia, yakni Sujiwo Tejo, pada Rabu (4/9).

Dalam diskusinya, Sujiwo Tejo mengaku, dirinya tidak bisa berbicara tanpa nada dari musik, karena baginya musik adalah bagian dari dirinya. Musik itu semua tentang ritme. Berbicara soal musik berarti sama dengan berbicara soal ritme, tempo dan nada. Sujiwo mengatakan, belakangan ini sering terjadi penyalahgunaan penggunaan ritme dalam doa. Misalnya dalam pembacaan surta digunakan ritme atau irama, jika salah panjang pendeknya maka arti dari surat tersebut akan berubah. Maka dari itu sebagai mahasiswa haruslah berhati-hati dalam penggunaan irama dalam doa-doa. Sujiwo menambahkan, sebenarnya budayawan atau sastrawan tidak hanya berasal dari orang jawa, mungkin saja yang lebih sering didengar namanya kebetulan orang tersebut adalah orang jawa, tetapi masih banyak yang berasal dari luar pulau jawa, seperti dari Medan ada Chairil Anwar.

Ketua Pelaksana Fesbud, Muhammad Ihsan Raisul wa mengatakan diskusi budaya ini memiliki tujuan, agar mahasiswa lebih peduli terhadap budaya yang ada di Indonesia. Karena budaya merupakan identitas suatu bangsa, harga mati dan tidak bisa dimiliki oleh bangsa lain. Mahasiswa ialah agent of change, apabila mahasiswa sendiri tidak peduli dengan budayanya, maka siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan budaya. Maka dari itu dengan diadakannya diskusi ini diharapkan agar mahasiswa lebih peka lagi terhadap budaya Indonesia, lebih peduli, dan lebih mencintai budaya sendiri dibandingkan budaya barat.

“Semoga kedepannya tidak ada lagi budaya kita yang diakui oleh tetangga sendiri dan negara lain, mari kita lestarikan budaya Indonesia agar tetap terjaga keasliannya,” Ujar Ihsan.

(Naila Fitri)

Comments