News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Diskusi Kembali Bersama Formaci dan Rusabesi

diposting pada tanggal 12 Jul 2017 08.37 oleh Radio RDK UIN Jakarta

Berdiskusi adalah kegiatan yang identik dengan mahasiswa. Mahasiswa yang sudah dianggap sebagai cerminan langsung penerus bangsa, menjadikan kegiatan diskusi sebagai ajang untuk menambah ilmu sekaligus media belajar yang tidak terbelenggu dengan formalitas. Sebab itu, terdapat berbagai kelompok-kelompok diskusi khusunya di UIN Jakarta yang selalu mengkaji hal-hal yang dapat didiskusikan terlebih lagi yang tidak dipelajari di kelas saat berlangsungnya kuliah. Forum Mahasiswa Ciputat (Formasi) yang berdiri sejak tahun 1986 rutin melakukan kajian-kajian yang menarik untuk dicermati. Kelompok diskusi yang juga didirikan oleh mantan sekretaris Nurkholis Madjid yakni Budhy Munawar, melakukan kerjasama untuk kedua kalinya dengan komunitas sastra dari Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) bernama Rusabesi. Rangkaian kegiatan diskusi tersebut akan dilaksanakan mulai 13 Juli hingga puncaknya tanggal 17 Agustus yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia.

Salah satu ketua atau lazimnya disebut presidium dalam Formaci, Aldo Serena mengatakan, Formaci mengadakan diskusi bagi anggota dan juga orang lain yang tertarik untuk ikut menjadi bagian diskusinya. “Diskusi itu dilaksanakan setiap selasa dan kamis dari jam 7 malam di aula Formaci yang berlokasi di jalan semanggi dekat kampus UIN Jakarta,” tutur Aldo. Aldo mengungkapkan, diskusi tersebut memiliki tema masing-masing yang akan dibahas, seperti sosiologi, islamic studies, diskusi buku dan sesekali melakukan advokasi perdamaian. Untuk kali ini, Formaci mengadakan kegiatan kerjasama yang sebelumnya juga telah dilaksanakan dengan Rusabesi. Jika pada kerjasama sebelumnya diskusi bertemakan pemikiran mazhab frankfurt, untuk kesempatan kali ini tema yang dilaksanakan adalah diskusi pasca kolonial.

Selain itu, pihak Rusabesi juga memberi tanggapan tentang rangkaian diskusi pasca kolonial tersebut. Salah satu anggota komunitas sastra Rusabesi, Adam mengatakan, rangkaian tersebut akan diisi dengan 6 kali diskusi yang disetiap diskusinya mengkaji teori para tokoh yang berbeda-beda, seperti Antonio Gramaci, Edward Said dan lainnya. Berbeda dari kajian kerjasama sebelumnya, kali ini pemateri disampaikan oleh pihak Rusabesi. “Diskusi ini akan rutin dilaksanakan di basement Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta jam tujuh malam,” tutur Adam. Menurut adam, alasan memakai basement FSH sebab biasanya Rusabesi melakukan kajian diskusi di tempat tersebut, selain juga alasan gedung FAH yang tidak bisa dipakai hingga malam hari. Besar harapan adam dan kawan-kawan untuk kelancaran kegiatan tersebut dan sangat terbuka bagi orang-orang yang tertarik untuk ikut berpartisipasi termasuk dosen sekalipun.

Fathur Alfarizi

Comments