News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Diskusi Lintas Komunitas Bersama Seluruh Komunitas di UIN Jakarta

diposting pada tanggal 17 Mei 2017 17.11 oleh Radio RDK UIN Jakarta
Jamal D Rahman saat menanggapi beberapa pertanyaan dari audience

Pekan Apresiasi Sastra dan Drama (Pestarama) sedang berlangsung selama sepekan kedepan dan diskusi lintas komunitas merupakan salah satu rangkaian acara yang digelar kemarin (17/5) di Hall Student Centre (SC). Acara yang bertema “Teror Bahasa dalam Media Sosial” berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WIB dengan menghadirkan narasumber seorang sastrawan Jamal D Rahman dan turut mengundang seluruh komunitas yang ada di UIN Jakarta.

Dalam diskusinya, Jamal D Rahman mengatakan bahwa teror bahasa, kekerasan bahasa, atau kekerasan verbal  sering terjadi di medis sosial. Tema teror bahasa diambil karena pada acara Pestarama mengusung tema “Sepekan Bersama Putu Wijaya”. Putu Wijaya menciptakan sebuah karya bernama Teror Mental yang bertujuan membangun kesadaran pembaca. Oleh karena itu diskusi lintas komunitas kali ini mengambil tema Teror Bahasa agar selaras dengan tema Pestarama,

Arti teror dalam karya Putu Wijaya memberikan kesan postif terhadap karya-karyanya, sedangkan teror dalam pengertian umum memberikan makna negatif termasuk dalam penggunaan bahasa. Jamal juga mengatakan, media sosial merupakan fenomena komunikasi masyarakat pada zaman sekarang.

“Melalui media sosial banyak berita yang dapat diketahui tetapi melalui media sosial juga seseorang dapat menebar kebencian. Biasanya kebencian terjadi akibat adanya sentimen sosial, mudahnya akses internet, belum adanya litersi media, dan kurang tegasnya Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE),” papar Jamal.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semeter Dua, Robby Renaldi menuturkan sangat mengapresiasikan kegiatan ini. Menurutnya, melalui diskusi seseorang dapat menambah pengetahuan dan membuka wawasan sebanyak-banyaknya. Selain itu juga dapat bertukar pikiran dan pendapat yang diberikan komunitas yang lain. Robby mengatakan, sebenarnya bahasa tidak melakukan teror, tetapi manusialah yang menggunakan bahasa untuk meneror. Hal itu karena bahasa ialah instrument yang diam dan tidak bergerak, sudah ada sejak dahulu, dan manusia harus lebih berhati-hati dalam menggunakan bahasa. Ia berpendapat, kedewasaan seseorang dalam menggunakan bahasa dapat dilihat melalui bahasa yang digunakan.

(Naila Fitri)

Comments