News‎ > ‎Berita Kampus‎ > ‎

Diskusi Terbuka Dema UIN Jakarta Mengenai Pelanggaran HAM

diposting pada tanggal 22 Mar 2017 11.39 oleh Radio RDK UIN Jakarta   [ diperbarui22 Mar 2017 19.10 ]
Diskusi terbuka di depan sekretariat Dema UIN Jakarta

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Jakarta menggelar sebuah diskusi terbuka yang bertajuk “Sikap Mahasiswa Terkait Pelanggaran HAM dan Aksi Kamisan”. Diskusi yang diinisiasi oleh Departemen Penelitian dan Pengembangan (litbang) Dema UIN Jakarta ini, mengundang narasumber yang berasal dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Mesy Oktavia, dan Komunitas Masyarakat untuk Penegakan Hukum dan Keadilan (Kompak) Sabri. Sementara itu, narasumber dari Setara Institute, Achmad Fanini Rosyidi berhalangan hadir karena terdapat kendala. Diskusi tersebut dilaksanakan di depan sekretariat Dema UIN Jakarta sejak pukul 15.30 hingga 20.00 WIB.

Ketua pelaksana diskusi, Gilang Fajar mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini ialah untuk menggerakan mahasiswa agar peduli terhadap isu-isu yang berkembang. Jangan sampai mahasiswa tidak mengetahui isu-isu yang hangat, khususnya menganai Hak Asasi Manusia (HAM). Gilang menambahkan, kegiatan tersebut diselenggarakan karena adanya kepedulian dengan HAM dan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, yang tidak pernah diusut hingga tuntas.

“Mahasiswa masih banyak yang apatis tentang isu seperti itu karena kurang adanya gerakan. Diadakannya diskusi terbuka oleh Dema UIN Jakarta semata-mata agar mahasiswa turut berpartsipasi, dan tidak menjadi apatis. Nantinya, hasil dari diskusi tersebut akan dilimpahkan kepada Departemen Advokasi dan Kebijakan Publik (AKP) lalu diteruskan kepada pihak yang bersangkutan,” papar Gilang.

Ketua Departemen AKP, Aulia Rahman menambahkan pernyataan Gilang bahwa jikalau terdapat isu dan masalah yang hangat, sangat baik untuk didiskusikan. Hal ini bertujuan untuk menyadarkan kembali eksistensi mahasiswa, khususnya mahasiswa UIN Jakarta yang terkenal sebagai mahasiswa yang kritis. Seperti yang diketahui, aksi kamisan merupakan aksi damai untuk mengenang korban kejahatan HAM. Maka dari itu, Aulia menegaskan bahwa isu-isu tentang HAM masih dianggap remeh.

Mengenai kontennya, ia mengatakan lebih berfokus kepada diskusi tentang pemahaman aksi kamisan dan pelanggaran HAMyang menjadi fenomena di hari ini. “Selanjutnya akan diselenggarakan kegiatan-kegiatan diskusi terbuka oleh Dema UIN Jakarta dengan mengikuti isu yang berkembang di masyarakat,” pungkas lelaki dengan rambut gondrong tersebut.

(Fathur Alfarizi)

Comments